Tak Hanya Kalimalang, PDAM Harap Kali Bekasi Juga Direvitalisasi

Kompas.com - 26/09/2018, 19:33 WIB
Kondisi kali Bekasi Kamis (15/5/2018) Kompas.com/Setyo AdiKondisi kali Bekasi Kamis (15/5/2018)

BEKASI, KOMPAS.com - Direktur Utama PDAM Patriot Kota Bekasi, Solihat Papak mengatakan, pihaknya berharap Kali Bekasi yang sudah tercemar limbah pabrik dan domestik bisa direvitalisasi agar kondisi air lebih bagus.

Hal itu disampaikan Solihat, sebab air Kali Bekasi sudah sangat tercemar dan sulit digunakan untuk bahan baku air bersih.

"Kali Bekasi debit air jauh lebih banyak dari pada Kalimalang. Potensi lebih tinggi Kali Bekasi, tapi kalau tercemar malah tidak bisa digunakan. Revitalisasi harus dilakukan agar kondisi kali lebih baik solusi tepat," kata Solihat, di Kantor PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi, Rabu (26/9/2018).

Baca juga: Kali Bekasi Tercemar Limbah, PDAM Terpaksa Kurangi Produkai Air Bersih

Solihat berharap ada tindak tegas terhadap para pelaku yang membuang limbah sembarangan ke Kali Bekasi.

"Di Kota Bekasi mungkin penegakkan hukum sudah oke, tapi ini di Bogor gimana?. Harus sama-sama ada sinergi antar-wilayah, karena aliran Kali Bekasi ini kan berhulu di Kali Cikeas Kabupaten Bogor," ujar Solihat.

Permasalahan Kali Bekasi yang tercemar jangan sampai dibiarkan terlalu lama.

Menurut dia, pemerintah provinsi dan pusat harus ambil bagian dalam menangani Kali Bekasi yang sudah tercemar, mengingat sumber air bersih untuk Bekasi dan Jakarta salah satunya berasal dari Kali Bekasi.

Baca juga: 5 Fakta Terkait Kasus Pencemaran Kali Bekasi, dari Limbah Pabrik hingga Upaya Penanganan

"Selain mengancam ketersedian air bersih di Bekasi, juga di DKI Jakarta. Kita berharap persoalan ini ditarik ke provinsi juga ke pusat lebih bagus. Baik itu dalam menjalankan penegakan hukum kepada pembuang limbah di Kali Bekasi, maupun pengerukan Kalimalang," ujar dia.

Diketahui, kondisi air Kali Bekasi makin buruk karena tercemar limbah pabrik dan domestik.

Kali Bekasi sempat timbul busa dan mengeluar aroma yang tidak sedap. Warna air Kali Bekasi juga tampak hitam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

LRT Jakarta Dikomersilkan 1 Desember, Tarifnya Rp 5.000 Sekali Perjalanan

LRT Jakarta Dikomersilkan 1 Desember, Tarifnya Rp 5.000 Sekali Perjalanan

Megapolitan
Aplikasi Pangkas Kota Tangerang Sudah Disosialisasikan di 10 Kecamatan

Aplikasi Pangkas Kota Tangerang Sudah Disosialisasikan di 10 Kecamatan

Megapolitan
Ketua DPRD Minta Kasus Hepatitis A di SMPN 20 Depok Ditangani Serius

Ketua DPRD Minta Kasus Hepatitis A di SMPN 20 Depok Ditangani Serius

Megapolitan
Rekonstruksi Penyiraman Air Keras di Jakbar Jadi Tontonan Warga

Rekonstruksi Penyiraman Air Keras di Jakbar Jadi Tontonan Warga

Megapolitan
Sering Diberitakan karena Gugatan Orangtua Murid, SMA Kolese Gonzaga: Itu Iklan Gratis

Sering Diberitakan karena Gugatan Orangtua Murid, SMA Kolese Gonzaga: Itu Iklan Gratis

Megapolitan
Malam Tahun Baru, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 02.00 WIB

Malam Tahun Baru, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 02.00 WIB

Megapolitan
Kusni Kasdut Penjahat yang Fenomenal: Tobat Setelah Empat Vonis Hakim (4)

Kusni Kasdut Penjahat yang Fenomenal: Tobat Setelah Empat Vonis Hakim (4)

Megapolitan
Kapasitas Jakarta International Stadium 82.000 Penonton

Kapasitas Jakarta International Stadium 82.000 Penonton

Megapolitan
PT KAI Beri Kompensasi atas Keterlambatan Kereta Api Antarkota

PT KAI Beri Kompensasi atas Keterlambatan Kereta Api Antarkota

Megapolitan
Jalani Adegan Rekonstruksi, Begini Cara Tersangka Siram Korban dengan Air Keras

Jalani Adegan Rekonstruksi, Begini Cara Tersangka Siram Korban dengan Air Keras

Megapolitan
Mengenal Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda

Mengenal Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda

Megapolitan
Sejumlah Rumah di Tangsel Retak, Warga Diminta Mengungsi

Sejumlah Rumah di Tangsel Retak, Warga Diminta Mengungsi

Megapolitan
BPBD Tangsel Buat Serapan Air untuk Cegah Longsor karena Pergeseran Tanah

BPBD Tangsel Buat Serapan Air untuk Cegah Longsor karena Pergeseran Tanah

Megapolitan
Ditegur karena Tak Sopan, Anggota Ormas Pukuli Kuli Bangunan di Pondok Aren

Ditegur karena Tak Sopan, Anggota Ormas Pukuli Kuli Bangunan di Pondok Aren

Megapolitan
Orangtua Ungkap Alasan Mau Berdamai dengan SMA Gonzaga Terkait Murid Tinggal Kelas

Orangtua Ungkap Alasan Mau Berdamai dengan SMA Gonzaga Terkait Murid Tinggal Kelas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X