2 Bulan Pemasangan Alat Nano Bubble, Kadar Oksigem Kali Item Meningkat

Kompas.com - 04/10/2018, 11:30 WIB
Alat nano bubble yang dipasang Ditjen PPKL KLHK di kali Item (Sentiong), sabtu (11/8/2018) KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI Alat nano bubble yang dipasang Ditjen PPKL KLHK di kali Item (Sentiong), sabtu (11/8/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Balai Pengembangan Instrumentasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Anto Tri Sugiarti mengatakan, sejak pemasangan alat nano bubble di aliran Kali Item atau Kali Sentiong pada 2 Agustus lalu, kadar oksigen di aliran kali yang melintas dekat Wisma Atlet Kemayoran itu berangsur-angsur meningkat.

Anto mengatakan, awalnya kadar oksigen di Kali Item hanya 0,01 ppm. Setelah pemasangan alat nono bubble selama 2 bulan, kadar oksigen bertambah menjadi 5,9 ppm. Rentang oksigen untuk kebutuhan makhluk hidup antara 4-6 ppm.

"Kadar oksigennya sudah naik dari 0,01 ppm yang saat itu benar-benar enggak ada oksigen. Setelah beroperasi jadi 5,9 ppm. Jadi kita sudah memenuhi ekosistemnya sudah mulai bekerja," ujar Anto di kawasan Kali Item, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/2018).

Baca juga: Pemerintah Pusat Tambah 4 Alat Nano Bubble di Kali Item

Ia mengatakan, hari ini ada 4 tambahan alat nano bubble yang dipasang di aliran Kali Item. Sebelumnya LIPI dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah memasang 6 unit nano bubble di aliran itu. Anto menilai dengan penambahan alat akan semakin meningkatkan kadar oksigen di aliran Kali Item. Namun, syaratnya tidak lagi ada pembuangan limbah di kali tersebut.

"Yang penting sumbernya (pencemaran) dimatiin dulu," ujar Anto.

Pemasangan alat nano bubble bertujuan mengurangi bau tidak sedap air kali itu. Kegiatan itu mulai terlaksana sebelum Asian Games 2018 dimulai pada 8 Agustus lalu dan dilanjutkan hingga Asian Para Games pada Oktober ini.

Wisma Atlet Kemayoran menjadi tempat menginap para atlet Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Baca juga: Nano Bubble Dipasang di Kali Sentiong, Ini Fungsinya...



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Megapolitan
Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Megapolitan
Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Megapolitan
Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Megapolitan
Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Megapolitan
Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Megapolitan
Dihubungi Anak Buah John Kei, Putra Nus Kei: Bung John Mau Bunuh Bapak

Dihubungi Anak Buah John Kei, Putra Nus Kei: Bung John Mau Bunuh Bapak

Megapolitan
Pemkot Tangerang Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Pemkot Tangerang Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Megapolitan
Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Megapolitan
Pemprov DKI Tolak Permintaan Vaksinasi Covid-19 untuk Keluarga Anggota DPRD

Pemprov DKI Tolak Permintaan Vaksinasi Covid-19 untuk Keluarga Anggota DPRD

Megapolitan
Mantan Anak Buah Mengaku Pernah Diperintah John Kei Tagih Rp 1 Miliar ke Nus Kei

Mantan Anak Buah Mengaku Pernah Diperintah John Kei Tagih Rp 1 Miliar ke Nus Kei

Megapolitan
Ketika Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Turut Masuk Vaksinasi Tahap 2 saat Vaksin Covid-19 Masih Terbatas...

Ketika Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Turut Masuk Vaksinasi Tahap 2 saat Vaksin Covid-19 Masih Terbatas...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X