Kompas.com - 09/10/2018, 22:53 WIB
Panitia penyelenggara  Asian Para Games 2018, Inapgoc, menyiapkan tiga zona di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan untuk memanjakan para pengunjung  even olahraga terbesar se-Asia bagi para penyang disabilitas. Zona tersebut yaitu Zona Insipirasi, Zona  Semangat, dan Zona Energi. KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAPanitia penyelenggara Asian Para Games 2018, Inapgoc, menyiapkan tiga zona di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan untuk memanjakan para pengunjung even olahraga terbesar se-Asia bagi para penyang disabilitas. Zona tersebut yaitu Zona Insipirasi, Zona Semangat, dan Zona Energi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Direktur Divisi Legal, HR, dan Volunteer Inapgoc, Rezza Brammandita mengatakan, sukarelawan (volunteer) yang berada di arena Gelora Bung Karno (GBK) mempunyai tanggung jawab yang berbeda satu sama lain.

Sebelumnya, Ketua Federasi Penyandang Cacat untuk Indonesia, Mahmud Fasa, kecewa atas pelayanan para volunteer Asian Para Games 2018 di Gelora Bung Karno (GBK), karena tak hafal letak arena.

Rezza mengakui, ada kendala-kendala yang dihadapi para volunteer di GBK di antaranya mereka harus siap memberikan informasi kepada para pengunjung.

Padahal, terkadang informasi yang dibutuhkan pengunjung di luar tanggung jawab mereka.

Baca juga: Inapgoc Gelar General Training Volunteer Asian Para Games 2018

"Saya selalu tekankan tidak masalah ketika mereka tidak tahu, tapi jangan sampai bilang enggak tahu. Kuncinya cuma satu, yakni jangan sampai bilang 'saya tidak tahu', jangan sampai bilang 'soriini bukan tugas saya'. Saya tindak tegas kalau mereka sampai bilang seperti itu," kata Rezza, saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (9/10/2018).

Pembagian tugas volunteer di GBK di antaranya, volunteer venue mempunyai tanggung jawab menghafal lokasi venue-venue pertandingan, sehingga bisa membantu para pengunjung yang ingin menuju venue yang diinginkan.

"Tapi, di arena GBK, banyak sekali volunteer yang menyatu, ada volunteer katering, akomodasi, transport dan lain-lain. Mereka kan juga bukan tenaga profesional dengan latar belakang yang berbeda. Ada yang pertama kali ke Jakarta juga," sambung dia.

Rezza menuturkan, Inapgoc terus melakukan evaluasi kinerja volunteer. Ia ingin pengunjung puas atas pelayanan volunteer.

"Saya selalu sampaikan, itulah resiko dipercaya menjadi seorang volunteer. Mereka dituntut mengetahui segalanya. Tapi, tak masalah karena semuanya berproses," kata Rezza.

Baca juga: Inapgoc Beri Kesempatan Penyandang Disabilitas Jadi Volunteer

"Jadi, kalau ada yang dibuat mondar-mandir, itulah proses. Enggak masalah nanti misalnya ada yang agak lambat prosesnya, asalkan diberi tahu dan diarahkan ke volunteer yang lebih tahu," sambung dia.

Ketua Federasi Penyandang Cacat untuk Indonesia, Mahmud Fasa, kecewa atas pelayanan para volunteer Asian Para Games 2018 di GBK.

Ia menilai, para volunter itu masih belum hafal letak arena-arena (venue-venue) pertandingan dan pintu-pintu masuk di arena GBK.

Kondisi itu dinilai mempersulit pengunjung disabilitas yang ingin menuju ke arena pertandingan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekuriti Penusuk PSK di Apartemen Ciputat Sudah Siapkan Pisau Sebelum Berkencan

Sekuriti Penusuk PSK di Apartemen Ciputat Sudah Siapkan Pisau Sebelum Berkencan

Megapolitan
Tabrak Beton Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman, Mobil Avanza Terguling dan Ringsek

Tabrak Beton Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman, Mobil Avanza Terguling dan Ringsek

Megapolitan
Berkaca Kasus Konten TikTok Pembukaan Persalinan, IDI Jaksel Ingatkan Dokter Bijak Bermedsos

Berkaca Kasus Konten TikTok Pembukaan Persalinan, IDI Jaksel Ingatkan Dokter Bijak Bermedsos

Megapolitan
Minibus Tabrak Jalur Sepeda Permanen, Kadishub DKI Sebut Sopir Mengantuk

Minibus Tabrak Jalur Sepeda Permanen, Kadishub DKI Sebut Sopir Mengantuk

Megapolitan
IPM Kota Bogor Turun di Masa Pandemi, Pemkot Luncurkan Program Orangtua Asuh

IPM Kota Bogor Turun di Masa Pandemi, Pemkot Luncurkan Program Orangtua Asuh

Megapolitan
Pertahankan Keaslian Bangunan, Pengelola Minta Revitalisasi Tak Banyak Ubah Masjid Keramat Luar Batang

Pertahankan Keaslian Bangunan, Pengelola Minta Revitalisasi Tak Banyak Ubah Masjid Keramat Luar Batang

Megapolitan
Tak Mampu Bayar Setelah Berkencan, Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat

Tak Mampu Bayar Setelah Berkencan, Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat

Megapolitan
Revitalisasi Masjid Keramat Luar Batang Hampir Rampung, Siap Dibuka untuk Shalat Id

Revitalisasi Masjid Keramat Luar Batang Hampir Rampung, Siap Dibuka untuk Shalat Id

Megapolitan
Rizieq Shihab 'Ngamuk' Lagi ke Jaksa: Anda Pidanakan Maulid Nabi! Anda Ketakutan!

Rizieq Shihab "Ngamuk" Lagi ke Jaksa: Anda Pidanakan Maulid Nabi! Anda Ketakutan!

Megapolitan
Cerita Penyintas Covid-19 di Bogor Donasi Plasma Konvalesen Sambil Menunggu Buka Puasa

Cerita Penyintas Covid-19 di Bogor Donasi Plasma Konvalesen Sambil Menunggu Buka Puasa

Megapolitan
Cerita Saksi Saat Polisi Gerebek Penginapan di Tebet Terkait Kasus Prostitusi Anak

Cerita Saksi Saat Polisi Gerebek Penginapan di Tebet Terkait Kasus Prostitusi Anak

Megapolitan
Dishub DKI: Penumpang Kendaraan Pribadi dan Bus Tak Wajib Tes Covid-19 pada Masa Pengetatan Mudik

Dishub DKI: Penumpang Kendaraan Pribadi dan Bus Tak Wajib Tes Covid-19 pada Masa Pengetatan Mudik

Megapolitan
Polisi Telusuri Rekaman CCTV buat Cari Identitas Perempuan Pemotor yang Masuk Tol

Polisi Telusuri Rekaman CCTV buat Cari Identitas Perempuan Pemotor yang Masuk Tol

Megapolitan
Jakarta Tak Berlakukan SIKM pada 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021

Jakarta Tak Berlakukan SIKM pada 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021

Megapolitan
Kasus Pembacokan Pemuda di Kalideres, Polisi Sebut Pelaku Bikin Senjatanya Sendiri

Kasus Pembacokan Pemuda di Kalideres, Polisi Sebut Pelaku Bikin Senjatanya Sendiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X