Kompas.com - 18/10/2018, 15:20 WIB
Sejumlah truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta dihentikan para petugas Dishub Kota Bekasi saat hendak menuju TPST Bantargebang, Rabu (17/10/2018). Dokumentasi Dinas Perhubungan Kota BekasiSejumlah truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta dihentikan para petugas Dishub Kota Bekasi saat hendak menuju TPST Bantargebang, Rabu (17/10/2018).

BEKASI, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan segera menerapkan jam operasional bagi truk sampah DKI Jakarta.

Soalnya, ada sejumlah kewajiban yang belum dipenuhi Pemprov DKI Jakarta sebagaimana telah tercantum pada perjanjian kerja sama (PKS) yang sudah disepakati terkait  penanganan Tepat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi.

"Misalnya di sana (TPST Bantargebang) pengolahan air licit (tetesan sampah) perlu dilakukan. Kemudian juga beberapa jalan yang rusak itu juga belum. Terus dalam rangka mengantisipasi terkait dengan banjir karena daya dukung serapan tanahnya berkurang kan juga harus disiapkan tandon. Nah itu kan penting sekali," kata Tri di Bekasi, Kamis (18/10/2018).

Saat ini, truk sampah DKI boleh melintas di wilayah Kota Bekasi, kapan saja selama sehari. Jalur-jalur yang diperbolehkan yakni di jalur Transyogi, bisa dilintasi selama 24 jam (DKI-Cibubur-Jalan Narogong-TPST Bantargebang). Kemudian lewat Tol Bekasi Barat khusus untuk truk compactor boleh melintas pada pukul 05.00-21.00 WIB (DKI-Tol Bekasi Barat-Jalan Ahmad Yani-Jalan Narogong-TPST Bantargebang).

Baca juga: Kadis LH Nilai Pengadangan Truk Sampah DKI di Bekasi Terkait Dana Hibah

Jalur lain adalah Tol Bekasi Barat untuk segala jenis kendaraan boleh melintas pada pukul 21.00-05.00 (DKI-Tol Bekasi Barat-Jalan Ahmad Yani-Jalan Narogong-TPST Bantargebang).

Truk sampah DKI juga boleh melintas lewat pintu tol Jatiasih-Jalan Cipendawa Baru-Jalan Narogong-TPST Bantargebang selama 24 jam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kini, Pemkot Bekasi akan menerapkan jam operasional truk sampah DKI sesuai perjanjian lama, dimana truk hanya boleh melintas di wilayah Kota Bekasi pada pukul 21.00-05.00 WIB.

Di jalur Transyogi hanya boleh melintas pada siang hari. Berdasarkan perjanjian lama, truk sampah DKI tidak boleh melewati pintu tol Jatiasih.

Tri menambahkan, selain karena ada kewajiban-kewajiban yang belum dipenuhi Pemprov DKI, jam operasional truk sampah DKI akan dibatasi karena terdapat proyek pembangunan flyover Rawapanjang dan Cipendawa.

"Sekarang kan kami lagi berat nih menghadapi pembangunan flyover Rawapanjang, pembangunan flyover Cipendawa. Sekarang kondisi infrastrukturnya juga sudah mulai berat kerena kemudian adanya longsor, kan gak mungkin juga dilewati truk-truk besar," tambah Tri.

Baca juga: Soal Penghentian Truk Sampah, Kadishub Kota Bekasi Akan Evaluasi Kerja Sama dengan DKI

Saat ditanya kapan pembatasan jam operasional truk sampah DKI mulai diberlakukan, Tri menjawab, "Secepatnya. Kan kami sudah buat surat, mereka tinggal tanggapi. Makanya sekarang ada upaya paksa, supaya kami sama-sama duduk bareng lagi."

Upaya paksa yang dimaksud Tri adalah penghentian truk-truk sampah DKI. Puluhan truk sampah DKI dihentikan Dishub Kota Bekasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani setelah Gerbang Tol Bekasi Barat, Rabu kemarin.

Dalam operasi penghentian itu, Dishub Kota Bekasi menemukan sejumlah truk yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

LPSK Datangi Rumah Korban Pelecehan Seksual di KPI, Kuasa Hukum Sebut Semoga Itu Bisa Jadi Obat Penenang

LPSK Datangi Rumah Korban Pelecehan Seksual di KPI, Kuasa Hukum Sebut Semoga Itu Bisa Jadi Obat Penenang

Megapolitan
Tiang di Tengah Jalan WR Supratman Ciputat Belum Juga Direlokasi hingga Tenggat Waktu Hari Ini

Tiang di Tengah Jalan WR Supratman Ciputat Belum Juga Direlokasi hingga Tenggat Waktu Hari Ini

Megapolitan
Video Dugaan Pungli oleh Tukang Parkir di Pasar Induk Kramatjati Viral

Video Dugaan Pungli oleh Tukang Parkir di Pasar Induk Kramatjati Viral

Megapolitan
Lapangan Utama Jakarta International Stadium Mulai Dipasangi Rumput Hybrid

Lapangan Utama Jakarta International Stadium Mulai Dipasangi Rumput Hybrid

Megapolitan
Banggakan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Anies: Dunia Tercengang

Banggakan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Anies: Dunia Tercengang

Megapolitan
Polda Metro Jaya Catat 1,9 Juta Pelanggaran Lalu Lintas di Jakarta Sepanjang 2020

Polda Metro Jaya Catat 1,9 Juta Pelanggaran Lalu Lintas di Jakarta Sepanjang 2020

Megapolitan
Ketahuan Curi Motor di Warakas, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Ketahuan Curi Motor di Warakas, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Megapolitan
Polda Metro Tak Gelar Razia di Jalan Saat Operasi Patuh Jaya karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Polda Metro Tak Gelar Razia di Jalan Saat Operasi Patuh Jaya karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya 2021, Pengguna Knalpot Bising hingga Pebalap Liar Akan Ditindak

Operasi Patuh Jaya 2021, Pengguna Knalpot Bising hingga Pebalap Liar Akan Ditindak

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya Digelar sampai 3 Oktober 2021, Sasar Pelanggar Lalu Lintas hingga Protokol Kesehatan

Operasi Patuh Jaya Digelar sampai 3 Oktober 2021, Sasar Pelanggar Lalu Lintas hingga Protokol Kesehatan

Megapolitan
GOR Rorotan Berganti Nama Jadi GOR Sekda Saefullah, Anies Bagikan Momen Bersama Mendiang

GOR Rorotan Berganti Nama Jadi GOR Sekda Saefullah, Anies Bagikan Momen Bersama Mendiang

Megapolitan
Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Megapolitan
Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

Megapolitan
Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat 'Live' di TikTok hingga Jawaban Polisi

Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat "Live" di TikTok hingga Jawaban Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.