Kompas.com - 29/10/2018, 23:13 WIB
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, saat memberikan keterangan hasil investigasi penyebab kecelakaan AirAsia QZ8501 di Gedung KNKT, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2015). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINKetua KNKT Soerjanto Tjahjono, saat memberikan keterangan hasil investigasi penyebab kecelakaan AirAsia QZ8501 di Gedung KNKT, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2015).


TANGERANG, KOMPAS.com - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan, cuaca selama sepekan ke depan diprediksi mendukung dalam pencarian pesawat dan korban kecelakaan Lion Air JT 610.

Pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang tersebut jatuh di perairan Tanjung Karawang tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta.

"Kami cuaca dapat dari Kepala BMKG bahwa 7 hari ke depan, cuacananya baik, jadi akan bisa maksimal (pencarian)," kata Soerjanto, di crisis center Bandara Soekarno-Hatta, Senin.

Baca juga: Hingga Senin Malam, 9 Kantong Jenazah Penumpang Lion Air Tiba di Tanjung Priok

Pencarian pesawat Lion Air JT 610 dilakukan oleh tim Basarnas, TNI, Polri, dan sejumlah pihak swasta dengan belasan kapal dan helikopter.

Dari hasil pecarian, sejauh ini telah ditemukan pelampung pesawat, kartus identitas, pakaian dan barang-barang penumpang.

Ada pula sejumlah kantong jenazah yang telah dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara total korban berjumlah 181 orang penumpang dan 7 orang awak pesawat. Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB dan dinyatakan hilang kontak pukul 06.30 WIB.

Baca juga: Empat Kantong Jenazah dari Jatuhnya Pesawat Lion Air Kembali Tiba di JICT 2

Hingga saat ini, beberapa identitas mereka telah ditemukan tetapi belum dipastikan keselamatannya.

"Fokusnya membantu Basarnas menemukan korban. Jadi, kita mencari blackbox dalam rangka menemukan rangka peswat dan kita perkirakan korban masih ada di kerangka pesawat," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Megapolitan
SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

Megapolitan
Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Megapolitan
Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Megapolitan
UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Megapolitan
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Megapolitan
Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Megapolitan
Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Megapolitan
Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Megapolitan
Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Megapolitan
Satpol PP Gerebek Rumah Kos dan Hotel di Tangerang, 4 Perempuan dan 4 Pasangan Bukan Suami Terjaring Razia

Satpol PP Gerebek Rumah Kos dan Hotel di Tangerang, 4 Perempuan dan 4 Pasangan Bukan Suami Terjaring Razia

Megapolitan
Naskah Akademik Tak Kunjung Disetor ke DPRD, Pemkot Depok Sembunyi-sembunyi soal Perda Kota Religius?

Naskah Akademik Tak Kunjung Disetor ke DPRD, Pemkot Depok Sembunyi-sembunyi soal Perda Kota Religius?

Megapolitan
Keceriaan dan Senyum Lebar Pedagang Kelinci Sambut Wisata Ragunan Dibuka Lagi...

Keceriaan dan Senyum Lebar Pedagang Kelinci Sambut Wisata Ragunan Dibuka Lagi...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.