M Taufik Bantah "Fit and Proper Test" Diusulkan karena Ragukan Cawagub PKS - Kompas.com

M Taufik Bantah "Fit and Proper Test" Diusulkan karena Ragukan Cawagub PKS

Kompas.com - 09/11/2018, 21:42 WIB
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik di kantor DPD Gerindra DKI, Jalan Letjend Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik di kantor DPD Gerindra DKI, Jalan Letjend Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik membantah bahwa uji kelayakan dan kepatutan diusulkan karena Gerindra meragukan kemampuan kandidat wakil gubernur DKI yang diusulkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menurut Taufik, tes itu diusulkan karena Gerindra ingin mengetahui dua kandidat yang juga nantinya akan diusulkan Gerindra itu.

"Bukan dong, kan yang mengusulkan nanti dua partai, masa saya tanda tangan enggak tahu orangnya," ujar Taufik saat dihubungi, Jumat (9/11/2018).

Baca juga: Tanggapan Anies Disebut Bisa Jadi Mediator Penentuan Wagub DKI

Taufik menyampaikan, fit and proper test itu rencananya dilaksanakan untuk mengetahui pengetahuan kandidat wagub DKI mengenai Jakarta. Gerindra tidak ingin kandidat yang diusulkan tidak memahami persoalan di Ibu Kota.

"Saya kira pertama pengetahuan tentang ke-Jakarta-an, kedua tentang pemerintahan, ketiga tentang visi dan misinya gubernur," kata dia.

Sebelum fit and proper test digelar, Taufik berharap para kandidat wagub dari PKS mempelajari visi dan misi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

"Kan repot kalau enggak paham, nanti gimana melaksanakan (visi-misi). Padahal, programnya gubernur itu bersandar pada RPJMD yang di dalamnya ada visi-misi," ucap Taufik.

Adapun Gerindra DKI dan PKS DKI telah sepakat bahwa kursi wagub pengganti Sandiaga menjadi hak PKS. Dua kandidatnya ditentukan lewat fit and proper test yang diselenggaran tim bentukan kedua partai.

Dua kandidat yang lulus fit and proper test kemudian akan dipilih oleh DPRD DKI Jakarta untuk menggantikan posisi Sandiaga yang mundur karena maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2019.



Close Ads X