Ancaman Kiriman Sampah di Jakarta Utara dan Upaya Antisipasinya

Kompas.com - 14/11/2018, 07:48 WIB
Petugas UPK Badan Air membersihkan sampah yang berada di Kali Cagak, Pluit, Selasa (13/11/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Petugas UPK Badan Air membersihkan sampah yang berada di Kali Cagak, Pluit, Selasa (13/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sampah kiriman merupakan salah satu problema yang dihadapi ketika musim hujan tiba.

Di wilayah Jakarta Utara, ada dua titik yang diprediksi menjadi lokasi penumpukan sampah kiriman.

Kepala Satuan Pelaksana UPK Badan Air Jakarta Utara Lambas Sigalingging mengatakan, Kali Cagak dan Cakung Drain diprediksi mendapatkan sampah kiriman.

Baca juga: Penumpukan Sampah di Muara Angke, Walhi Bilang Penanganan Dimulai dari Darat


Namun, ia menyebut Kali Cagak lebih rawan penumpukan sampah.

"Itu yang di Penjaringan, Kanal Banjir Barat. Jadi sekatan kami ada di Kali Cagak, tetapi itu dalam aliran Kanal Banjir Barat karena itu berkaitan dengan Bogor," kata Lambas, Senin (12/11/2018).

Ketika musim hujan tiba, volume sampah di Kali Cagak bisa meningkat hingga dua kali lipat. Jenis sampahnya pun bermacam-macam.

Baca juga: Anies Akan Pasang Jaring untuk Atasi Penumpukan Sampah di Sungai

"Sampahnya itu aneh-aneh, kadang ada bantal, kasur, bambu, pohon pisang. Kalau hari biasa itu cuma macam plastik-plastik aja," kata Joni, Pemantau UPK Badan Air Kecamatan Penjaringan.

Joni menuturkan, pihaknya telah membentuk satuan tugas menghadapi musim hujan. Petugas diwajibkan siaga 24 jam untuk mengangkut sampah Kali Cagak.

"Hari biasa itu cuma 7, kalau sudah musim hujan kami kirim 26 orang, karena kami menjaga sekatan jangan sampai putus. Karena (sampah) kiriman banyak banget," ujarnya. 

Baca juga: Tumpukan Sampah di TPS Muara Baru Tak Berkaitan dengan Persoalan Bantargebang

Menurut Joni, sekatan di Kali Cagak merupakan titik krusial karena sekatan itu merupakan sekatan kedua terakhir sebelum aliran sungai bermuara di Teluk Jakarta.

Warga diajak jaga sungai

Lambas menuturkan, penumpukan sampah di Kali Cagak tidak akan menyebabkan banjir di wilayah tersebut.

Ia menambahkan, penumpukan sampah di wilayah Jakarta Utara juga tidak sebanyak wilayah lain.

"Kalau teman-teman di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur sudah menangani sampahnya dengan baik, Jakarta Utara tenang. Kalau tidak, Jakarta Utara jungkir balik, kan muaranya," ujar Lambas.

Halaman:


Terkini Lainnya

Viral Ojek Online Tetap Antar Makanan meski Motor Hilang, Begini Ceritanya...

Viral Ojek Online Tetap Antar Makanan meski Motor Hilang, Begini Ceritanya...

Megapolitan
Ini Rencana Pengaturan 'Contra Flow' dan 'One Way' di Jalan Tol pada Lebaran 2019

Ini Rencana Pengaturan "Contra Flow" dan "One Way" di Jalan Tol pada Lebaran 2019

Megapolitan
Proyek di Tol Jakarta-Cikampek Dihentikan selama Arus Lebaran 2019

Proyek di Tol Jakarta-Cikampek Dihentikan selama Arus Lebaran 2019

Megapolitan
PT KAI Berangkatkan Kereta Mudik Gratis di Stasiun Pasar Senen

PT KAI Berangkatkan Kereta Mudik Gratis di Stasiun Pasar Senen

Megapolitan
Hari Pertama Penambahan Kereta Mudik, Stasiun Pasar Senen Banjir Penumpang

Hari Pertama Penambahan Kereta Mudik, Stasiun Pasar Senen Banjir Penumpang

Megapolitan
Gerbang Tol Karang Tengah Barat 1 Direlokasi dan Tambah Gardu

Gerbang Tol Karang Tengah Barat 1 Direlokasi dan Tambah Gardu

Megapolitan
Omzet Pedagang Tanah Abang Meroket Usai Aksi 22 Mei

Omzet Pedagang Tanah Abang Meroket Usai Aksi 22 Mei

Megapolitan
Masyarakat Bagikan Bunga kepada TNI-Polri di Sudirman-Thamrin

Masyarakat Bagikan Bunga kepada TNI-Polri di Sudirman-Thamrin

Megapolitan
Jalan Depan Gedung Bawaslu Masih Ditutup

Jalan Depan Gedung Bawaslu Masih Ditutup

Megapolitan
Menkes Imbau Sopir Kendaraan Angkutan Lebaran Berisitirahat Tiap 4 Jam

Menkes Imbau Sopir Kendaraan Angkutan Lebaran Berisitirahat Tiap 4 Jam

Megapolitan
150.000 Kendaraan Diprediksi Melintasi Tol Trans Jawa Setiap Hari Saat Musim Mudik

150.000 Kendaraan Diprediksi Melintasi Tol Trans Jawa Setiap Hari Saat Musim Mudik

Megapolitan
Cerita Rajab Bisa Kembali Berjualan Setelah Bertemu Jokowi

Cerita Rajab Bisa Kembali Berjualan Setelah Bertemu Jokowi

Megapolitan
Sandiaga Sebut Ada 50 Persen TPS yang Menyimpang Berdasarkan Laporan Masyarakat

Sandiaga Sebut Ada 50 Persen TPS yang Menyimpang Berdasarkan Laporan Masyarakat

Megapolitan
Pemudik Menggunakan Kereta Api Diprediksi Meningkat 3,9 Persen

Pemudik Menggunakan Kereta Api Diprediksi Meningkat 3,9 Persen

Megapolitan
Pria dalam Video Viral Dipukuli Polisi Bukan Harun Rasyid...

Pria dalam Video Viral Dipukuli Polisi Bukan Harun Rasyid...

Megapolitan

Close Ads X