Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Terungkap dari X-Trail di Kontrakan

Kompas.com - 16/11/2018, 12:12 WIB
Inilah mobil Nissal X-Trail bernopol B 1075 UOG yang hilang dari rumah keluarga yang jadi korban pembbunuhan di Jalan Bojong Nangka II RT 002 RW 007, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/11/2018) lalu. Mobil itu telah ditemukan polisi di daerah Cikarang, Rabu kemarin. KOMPAS.com/-DEAN PAHREVI Inilah mobil Nissal X-Trail bernopol B 1075 UOG yang hilang dari rumah keluarga yang jadi korban pembbunuhan di Jalan Bojong Nangka II RT 002 RW 007, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/11/2018) lalu. Mobil itu telah ditemukan polisi di daerah Cikarang, Rabu kemarin.

BEKASI, KOMPAS.com — HS, terduga pembunuh satu keluarga di Bekasi, memarkir mobil Nissan X-Trail curiannya di parkiran sebuah rumah kontrakan. Kepada pemilik kontrakan itu, HS berpura-pura hendak mengontrak dan memberi uang muka Rp 400.000.

Alif Baihaqi, pemilik kontrakan yang terletak di Desa Mekar Mukti, Cikarang, itu menceritakan, HS datang ke kontrakannya pada Selasa (13/11/2018) pagi.

"Yang menerima dia mau lihat kontrakan itu karyawan saya. Saya cuma lihat sekilas. Jadi saat dia sudah deal, dia bayar Rp 400.000 (uang muka)," kata Alif di Bekasi, Kamis (15/11/2018).

Menurut Alif, HS masih harus melunasi uang kontrakannya Rp 500.000 lagi karena tarif sewa kontrakan tersebut Rp 900.000 per bulan.


Setelah membayar uang muka, HS memarkir mobil Nissan X-Trail bernomor polisi B 1075 UOG di halaman kontrakan tersebut.

Baca juga: Tersangka Pembunuh Keluarga di Bekasi Buang Linggis ke Kalimalang

"Dia bilang pagi itu malam mau balik lagi. Tapi ternyata tidak balik lagi," ujar Alif.

Ternyata, ada penghuni kontrakan yang mengenal HS. Penghuni kontrakan tersebut melihat HS saat hendak berangkat kerja.

"Pas pagi hari dia (pelaku) datang, salah satu penghuni ada yang melihat kenal muka, dia bilang pernah satu kantor di PT Ustra Tampil Indonesia, karena hanya kenal muka dan tidak kenal nama dan tidak kenal dekat, jadi biasa saja, tidak terlalu menghiraukan," ucap Alif.

Penghuni kontrakan itu baru sadar bahwa HS adalah orang yang sedang diburu polisi karena membawa mobil yang hilang dari rumah satu keluarga yant tewas di Bekasi tersebut.

Baca juga: Polisi: HS Bunuh Satu Keluarga di Bekasi karena Sering Dimarahi

Hal itu disadari penghuni kontrakan ketika sampai di kantornya dia melihat banyak polisi yang mencari informasi terkait keberadaan mobil itu. Ketika tiba di kontrakan, dia bercerita kepada Alif tentang HS.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Melihat Keseruan Lomba Panjat Pinang di Kanal Banjir Timur...

Melihat Keseruan Lomba Panjat Pinang di Kanal Banjir Timur...

Megapolitan
Napak Tilas Sejarah Indonesia Lewat Penjara Bawah Tanah di Museum Sejarah Jakarta

Napak Tilas Sejarah Indonesia Lewat Penjara Bawah Tanah di Museum Sejarah Jakarta

Megapolitan
HUT ke-74 RI, Panjat Pinang Hingga Penampilan Band di KBT Festival

HUT ke-74 RI, Panjat Pinang Hingga Penampilan Band di KBT Festival

Megapolitan
Pawai Warga Sebabkan Lalu Lintas Tersendat di Jalan Jenderal Soekanto, Pondok Kopi

Pawai Warga Sebabkan Lalu Lintas Tersendat di Jalan Jenderal Soekanto, Pondok Kopi

Megapolitan
Bawa Sabu dan Berusaha Kabur, Seorang Wanita Ditangkap Polisi di Cibubur

Bawa Sabu dan Berusaha Kabur, Seorang Wanita Ditangkap Polisi di Cibubur

Megapolitan
Wartawan Diduga Diintimidasi, Polda Metro Jaya Persilakan Lapor ke Propam

Wartawan Diduga Diintimidasi, Polda Metro Jaya Persilakan Lapor ke Propam

Megapolitan
Pembangunan 53 Taman Maju Bersama Ditargetkan Rampung Akhir 2019

Pembangunan 53 Taman Maju Bersama Ditargetkan Rampung Akhir 2019

Megapolitan
Kendalikan Polusi Udara di DKI, Anies Tanam 100.000 Bougenville

Kendalikan Polusi Udara di DKI, Anies Tanam 100.000 Bougenville

Megapolitan
BMKG: Sepanjang Hari ini DKI Cerah Berawan, Kota Tangerang Cerah

BMKG: Sepanjang Hari ini DKI Cerah Berawan, Kota Tangerang Cerah

Megapolitan
Pagi Ini Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia

Pagi Ini Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia

Megapolitan
Jatuh Bangun Hardiyanto Kenneth, Minoritas yang Dapat Kepercayaan Jadi Anggota Baru DPRD DKI

Jatuh Bangun Hardiyanto Kenneth, Minoritas yang Dapat Kepercayaan Jadi Anggota Baru DPRD DKI

Megapolitan
Anies Baswedan Terima Penghargaan dari Purna Paskibraka DKI Jakarta

Anies Baswedan Terima Penghargaan dari Purna Paskibraka DKI Jakarta

Megapolitan
Bersamaan dengan Jakarta Fair, Formula E Direncanakan Digelar Juni 2020

Bersamaan dengan Jakarta Fair, Formula E Direncanakan Digelar Juni 2020

Megapolitan
Kisah Penjual Bendera di Tangsel, Berjualan Demi Lihat Merah Putih Berkibar...

Kisah Penjual Bendera di Tangsel, Berjualan Demi Lihat Merah Putih Berkibar...

Megapolitan
Wali Kota Airin: Perjuangan yang Kita Hadapi Saat Ini Berbeda...

Wali Kota Airin: Perjuangan yang Kita Hadapi Saat Ini Berbeda...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X