Kompas.com - 19/11/2018, 11:51 WIB
Situasi banjir yang melanda perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi, Jumat (18/1/2013). Banjir yang merendam 3 RW dan 26 RT ini memiliki kedalaman 2 hingga 3 meter, diakibatkan oleh meluapnya Kali Bekasi yang merupakan titik temu antara aliran Kali Cileungsi dan Cikeas. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNASituasi banjir yang melanda perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi, Jumat (18/1/2013). Banjir yang merendam 3 RW dan 26 RT ini memiliki kedalaman 2 hingga 3 meter, diakibatkan oleh meluapnya Kali Bekasi yang merupakan titik temu antara aliran Kali Cileungsi dan Cikeas.

BEKASI, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi hanya punya tiga unit perahu karet yang disiapkan untuk menghadapi banjir. Jumlah perahu karet tersebut dinilai kurang. Soalnya Kota Bekasi kerap dilanda banjir saat musim hujan tiba.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmad Ustuchri mengatakan, dia menyayangkan BPBD Kota Bekasi yang memiliki kewajiban untuk menanggulangi bencana ternyata hanya memiliki tiga unit perahu karet. Menurut dia, ada sejumlah titik di Kota Bekasi yang rawan banjir dan seharusnya menjadi acuan BPBD dalam menyediakan jumlah alat untuk menghadapi banjir.

"BPBD harus segera melakukan pengajuan soal perahu karet, harus ada perencanaan kerja. Perahu karet penting untuk menghadapi bencana banjir. Urusan penanganan banjir sesungguhnya bisa diprediksi, cukup (atau) tidak tiga perahu karet itu," kata Ustuchri, Senin (19/11/2018).

Baca juga: Dua Perahu Karet Bantu Warga Tanjung Duren yang Kebanjiran

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, meskipun BPBD Kota Bekasi hanya punya tiga unit perahu karet, pihaknya akan mengerahkan perahu karet yang dimiliki instansi lain jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Kan unsur lain ada punya, (Dinas Lingkungan Hidup) LH, Dinas Bina Marga ada, dan sebagainya. Nanti semua akan kami coba gerakkan," kata Tri di Kantor Pemkot Bekasi, Senin.

Ia menambahkan, pihaknya tidak akan mengandalkan BPBD saja ketika terjadi bencana banjir. Instansi lain seperti Polri dan TNI juga akan dilibatkan untuk evakuasi dan lainnya.

"Instansi lain juga ada perahu karet seperti kepolisian dan TNI. Dalam penanganan bencana banjir semua unsur itu terlibat," ujar Tri.

Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalop) pada BPBD Kota Bekasi Aditya mengakui pihaknya hanya memiliki tiga unit perahu karet. Perahu itu pun sejauh ini belum digunakan karena banjir masih bersifat genangan dan cepat surut.

"Kami yang siap itu ada tiga unit, dua unit tipe river boat, lalu satu unit lagi tipe LCR (landing craft ruber), ada juga dua tenda berukuran besar dan sejumlah tenda keluarga untuk pengungsi," ujar Aditya.

Ada 49 titik rawan banjir di Kota Bekasi. Titik terparah ada di Kecamatan Rawalumbu, Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Bantargebang, Jatiasih, Medan Satria, dan Bekasi Barat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI Pastikan Kebutuhan Korban Kebakaran di Taman Sari Terpenuhi

Wagub DKI Pastikan Kebutuhan Korban Kebakaran di Taman Sari Terpenuhi

Megapolitan
Masjid Cut Meutia, Pernah Jadi Kantor MPRS Sebelum Dijadikan Tempat Ibadah

Masjid Cut Meutia, Pernah Jadi Kantor MPRS Sebelum Dijadikan Tempat Ibadah

Megapolitan
Pasien Covid-19 di Depok Bertambah Jadi 1.745 Orang

Pasien Covid-19 di Depok Bertambah Jadi 1.745 Orang

Megapolitan
KAI: Jumlah Penumpang Kereta Api dari Jakarta Masih Terpantau Normal

KAI: Jumlah Penumpang Kereta Api dari Jakarta Masih Terpantau Normal

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 131 Kasus Baru Covid-19 pada 18 April

Kota Bekasi Catat 131 Kasus Baru Covid-19 pada 18 April

Megapolitan
Kebakaran di Taman Sari, 1.000 Warga Terdampak, 5 Orang Luka-luka

Kebakaran di Taman Sari, 1.000 Warga Terdampak, 5 Orang Luka-luka

Megapolitan
BMKG: Sebagian Wilayah Jabodetabek Hujan Hari Ini

BMKG: Sebagian Wilayah Jabodetabek Hujan Hari Ini

Megapolitan
Anggota TNI Dikeroyok Hingga Tewas di Kebayoran Baru

Anggota TNI Dikeroyok Hingga Tewas di Kebayoran Baru

Megapolitan
Saat Anak 5 Tahun Keluar dari Pesawat Jatuh Tanpa Menderita Luka dalam Kecelakaan 24 Tahun Lalu

Saat Anak 5 Tahun Keluar dari Pesawat Jatuh Tanpa Menderita Luka dalam Kecelakaan 24 Tahun Lalu

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Depok Hari Ini, 19 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Depok Hari Ini, 19 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Senin 19 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Senin 19 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 19 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 19 April 2021

Megapolitan
Pencuri di Jatinegara Buron, Mengaku Polisi dan Tembak Korban Pakai Airsoft Gun

Pencuri di Jatinegara Buron, Mengaku Polisi dan Tembak Korban Pakai Airsoft Gun

Megapolitan
Pembobol Indekos Sekaligus Pembegal di Pulogadung Diamankan Polisi

Pembobol Indekos Sekaligus Pembegal di Pulogadung Diamankan Polisi

Megapolitan
Akhir Pekan Ini, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Akhir Pekan Ini, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X