Soal Pemilihan Wagub DKI, Anies Bilang seperti di Zaman Siti Nurbaya

Kompas.com - 12/12/2018, 17:34 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (10/12/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (10/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluhkan peliknya proses pemilihan wakil gubernur DKI pengganti Sandiaga Uno. Anies menyampaikan keluhan itu saat memberi sambutan pada pelantikan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya di Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Awalnya, Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Anggawira, meminta Anies untuk mempertimbangkan calon pendamping dari HIPMI.

"Ada aspirasi kepada Pak Gubernur dalam penentuan wakil gubernur nantinya ada mudah-mudahan kader-kader terbaik HIPMI Jaya, Hipmi bisa dipertimbangkanlah," kata Anggawira.

Baca juga: Polemik PKS Vs Gerindra soal Wagub DKI Bisa Berdampak pada Pemenangan Prabowo-Sandiaga

Anies kemudian menjawab dalam pidatonya bahwa ia tak bisa ikut memilih wagub DKI.

"Di Indonesia itu unik, penentuan wakil itu bukan gubernur yang menentukan. Jadi, ini kembali ke zaman Siti Nurbaya di mana kita tidak terlibat untuk menentukan," kata Anies.

Usai acara, Anggawira kembali menyampaikan ke Anies soal kemungkinan melobi Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahetra (PKS) agar mau mengusung calon wagub dari kalangan HIPMI.

“Dan kita juga tentunya melakukan usaha lobi-lobi juga Pak Gubernur, karena Pak Gubernur sampaikan dikembalikan ke partai pengusung,” ujar Anggawira.

Saat mendengar pernyataan Anggawira, Anies menanggapinya dengan mengatakan, HIPMI sebaiknya langsung menyampaikan hal itu kepada dua partai pengusungnya.

Baca juga: Persoalan Kepercayaan antara PKS dan Gerindra dalam Polemik Wagub DKI

"Karena usulannya disampaikan secara terbuka maka langsung saja diteruskan ke parpol. Kalau disampaikan tertutup saya sampaikan juga ke mereka tapi karena terbuka sudah langsung saja karena di luar wewenang gubernur itu,” kata Anies.

Sampai saat ini baik Gerindra maupun PKS belum menentukan nama calon wagub yang akan diajukan ke Gubernur DKI dan DPRD DKI. Mereka berencana menggelar fit and proper test terlebih dahulu untuk menentukan calon yang akan diajukan ke DPRD DKI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saksi Sebut Dua Polisi Hanya Diam Saat Kakek HM Dikeroyok di Cakung hingga Tewas

Saksi Sebut Dua Polisi Hanya Diam Saat Kakek HM Dikeroyok di Cakung hingga Tewas

Megapolitan
UPDATE 23 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel Mencapai 98 Persen

UPDATE 23 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel Mencapai 98 Persen

Megapolitan
Pengendara Mobil Tewas Dikeroyok, Polisi: Senggol Motor di Pulogadung, Diteriaki Maling, lalu Dikejar hingga Cakung

Pengendara Mobil Tewas Dikeroyok, Polisi: Senggol Motor di Pulogadung, Diteriaki Maling, lalu Dikejar hingga Cakung

Megapolitan
Pintu Pelintasan di Gunung Sahari Selatan Akan Ditutup, Pemkot Jakpus Sosialisasi ke Masyarakat

Pintu Pelintasan di Gunung Sahari Selatan Akan Ditutup, Pemkot Jakpus Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Kesaksian Warga Lihat Kakek 89 Tahun Dituduh Maling, lalu Dikeroyok hingga Tewas

Kesaksian Warga Lihat Kakek 89 Tahun Dituduh Maling, lalu Dikeroyok hingga Tewas

Megapolitan
Bantah Konvoi Rombongan Mobil Berhenti di Tol untuk Dokumentasi, Akbar Rais: Jalan Kami Ditutupi Polisi

Bantah Konvoi Rombongan Mobil Berhenti di Tol untuk Dokumentasi, Akbar Rais: Jalan Kami Ditutupi Polisi

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Tilang Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol Andara: Mereka Kooperatif

Alasan Polisi Tak Tilang Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol Andara: Mereka Kooperatif

Megapolitan
Transjakarta Rute S21 Ciputat-Tosari Kembali Beroperasi Mulai Hari Ini

Transjakarta Rute S21 Ciputat-Tosari Kembali Beroperasi Mulai Hari Ini

Megapolitan
Tegaskan Lapangan JIS Tak Boleh Berbayar, Anies: Siapa Saja Bisa Pakai Gratis

Tegaskan Lapangan JIS Tak Boleh Berbayar, Anies: Siapa Saja Bisa Pakai Gratis

Megapolitan
6 Pasien Covid-19 Meninggal di Jakarta, Tertinggi sejak Ditemukan Omicron

6 Pasien Covid-19 Meninggal di Jakarta, Tertinggi sejak Ditemukan Omicron

Megapolitan
UPDATE 23 Jaanuari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 140, Pasien Dirawat Bertambah 138

UPDATE 23 Jaanuari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 140, Pasien Dirawat Bertambah 138

Megapolitan
Sidang Kasus Terorisme dengan Terdakwa Munarman Dilanjutkan Hari Ini

Sidang Kasus Terorisme dengan Terdakwa Munarman Dilanjutkan Hari Ini

Megapolitan
Lansia yang Tewas Dikeroyok Massa di Cakung Dituduh Pencuri akibat Senggol Pengendara Motor

Lansia yang Tewas Dikeroyok Massa di Cakung Dituduh Pencuri akibat Senggol Pengendara Motor

Megapolitan
Prediksi BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Siang hingga Malam, Bekasi Hujan Sepanjang Hari

Prediksi BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Siang hingga Malam, Bekasi Hujan Sepanjang Hari

Megapolitan
Pengamat Tebak Pesan Anies ke Giring: Kalau Sumbang Suaranya, Jangan Ngomong Politik Dulu Deh...

Pengamat Tebak Pesan Anies ke Giring: Kalau Sumbang Suaranya, Jangan Ngomong Politik Dulu Deh...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.