Pemprov DKI Buka Sayembara Desain Digital untuk Diorama Monas

Kompas.com - 13/12/2018, 16:35 WIB
Plt Dinas Pariwisata dan Budaya dan DKI Jakarta, Asiantoro, di Museun Tekstil, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (8/11/2018). RIMA WAHYUNINGRUMPlt Dinas Pariwisata dan Budaya dan DKI Jakarta, Asiantoro, di Museun Tekstil, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (8/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal merevitalisasi interior Monumen Nasional. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro menyebut, diorama di sana yang kini terkesan kuno akan diperbarui.

"Yang jelas, kami menginginkan desain interiornya kekinian," kata Asiantoro di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Diorama Monas saat ini menampilkan sejarah-sejarah modern Indonesia dalam bentuk miniatur peristiwa bersejarah. Asiantoro mengatakan, penuturan sejarah di diorama akan diubah ke format digital.

"Sekarang di (museum) Bank Mandiri itu sudah ada (konsep) digital, tuh. Kalau kita ke Turki, ada museum yang pahlawan lengkap dengan visual. Sekarang kan ada hologram," ujar dia.

Desain diorama ini akan disayembarakan. Pendaftaran dan pemasukan berkas administrasi dibuka dari 11 Desember-16 Desember 2018.

Baca juga: DKI Anggarkan Rp 150 Miliar untuk Perbaiki Kawasan Monas

Peserta yang lolos administrasi akan diumumkan pada 17 Desember 2017. Tanggal 20 Desember 2018, Dinas Pariwisata akan memberikan penjelasan dan survei.

Peserta diminta mengirimkan desain paling lambat 21 Januari 2018.

"Juara satu hadiahnya Rp 150 juta, juara dua Rp 75 juta, dan juara tiga Rp 40 juta. Desain yang akan dipilih yang juara satu," ujar Asiantoro.

Pihak Dinas Pariwisata akan mengevaluasinya dari 22 hingga 24 Januari 2018. Setelah dievaluasi dan dipresentasikan, pemenangnya akan diumumkan pada 30 Januari 2018.

Menurut Asiantoro, peserta sayembara harus berstatus warga negara Indonesia (WNI). Satu kelompok terdiri maksimal tujuh orang.

Baca juga: Perbaikan Air Mancur Menari Monas Ditargetkan Selesai Akhir 2018

Salah satu anggotanya wajib memiliki kompetensi atau keahlian dalam bidang arsitektur, arsitektur lanskap, atau arkeologi dan memiliki sertifikat keterampilan madya atau utama yang masih berlaku.

Biaya untuk penataan kawasan Monas dianggarkan Rp 150 miliar dalam APBD 2019.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Megapolitan
Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Megapolitan
Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Megapolitan
Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Megapolitan
Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Megapolitan
Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Megapolitan
Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Megapolitan
Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Megapolitan
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Megapolitan
Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Megapolitan
Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X