Rangkaian Kereta LRT Jakarta Dapat Sertifikasi Layak Operasi Kemenhub

Kompas.com - 19/12/2018, 13:16 WIB
Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono saat memberikan keterangan kepada wartawan di Stasiun Velodrome, Rabu (15/8/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DDirektur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono saat memberikan keterangan kepada wartawan di Stasiun Velodrome, Rabu (15/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono mengatakan, seluruh rangkaian kereta light rail transit (LRT) telah mendapatkan sertifikasi layak operasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Sebanyak delapan rangkaian kereta milik PT LRT Jakarta akan beroperasi mulai awal 2019.

"Akhir minggu lalu kami sudah dapatkan semua izin atau sertifikasi layak operasi semua kereta. Waktu itu baru empat trainset sudah layak operasi, per minggu lalu empat rangkaian kereta lanjutan layak operasi oleh Kemenhub," ujar Allan saat diskusi bersama wartawan saat pemaparan kesiapan operasi dan pelayanan LRT Jakarta, di Gedung Thamrin City, Jakarta Pusat, Rabu (19/12/2018).

Baca juga: Satu Kartu Pembayaran untuk MRT, LRT, dan Transjakarta Disiapkan

Namun, pihaknya masih terus melakukan uji coba untuk melihat kesiapan dan konektifitas antar kereta dan jaringan antar stasiun.

Direktur Proyek LRT Jakarta PT Jakarta Propertindo Iwan Takwin mengatakan, hingga saat ini, pengerjaan enam stasiun LRT telah mencapai 94 persen hingga 97 persen.

Pengerjaan stasiun bervariasi karena luas yang berbeda-beda.

Baca juga: Tarif MRT dan LRT Jakarta Akan Segera Diumumkan

"Memang bervariasi konstruksi stasiun karena kami berintegrasi dengan permukiman, area komersial milik umum," ujar Iwan.

Proyek LRT Jakarta terbentang sepanjang 5,8 kilometer dari Velodrome, Jakarta Timur hingga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Proyek tersebut awalnya ditargetkan selesai sebelum perhelatan Asian Games 2018 yang digelar 18 Agustus. Namun, rencana tersebut diundur hingga awal 2019.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Megapolitan
UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

Megapolitan
Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Megapolitan
Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Megapolitan
Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Megapolitan
Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Megapolitan
Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Megapolitan
FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

Megapolitan
Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X