Kompas.com - 26/12/2018, 16:58 WIB
Ruang Instalasi Gawat Darurat (IDG) RSUD Tarakan, Cideng, Jakarta Pusat pada Senin (24/12/2018). Kompas.com/RIMA WAHYUNINGRUMRuang Instalasi Gawat Darurat (IDG) RSUD Tarakan, Cideng, Jakarta Pusat pada Senin (24/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 22 korban luka-luka akibat tsunami Selat Sunda dirawat di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. 

Direktur Utama RSUD Tarakan drg. Dian Ekowati mengatakan, seluruh biaya pengobatan korban tsunami Selat Sunda telah ditanggung Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Saat ini, korban bencana tsunami yang datang ke RSUD Tarakan, biayanya ditanggung Pemprov DKI," ujar Dian di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2018).

Baca juga: 27 Karyawan RSUD Tarakan Meninggal Dunia akibat Tsunami Selat Sunda

Dian mengatakan, sebagian besar korban menderita luka benturan pada kepala dan patah tulang tangan, kaki, serta tulang panggul.

"Sampai hari ini warga yang dirujuk ke RSUD Tarakan sudah ada yang kami operasi, ada juga yang langsung rawat inap. Operasi dilakukan karena patah tulang," kata Dian.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Selasa (25/12/2018) pukul 13.00, jumlah korban meninggal dunia akibat tsunami Selat Sunda meningkat menjadi 429 orang, 1.485 orang luka-luka, dan 154 orang hilang.

Baca juga: 83 Karyawan dan Keluarga Koperasi RSUD Tarakan Jadi Korban Tsunami Selat Sunda

BNPB juga mencatat, sebanyak 16.802 orang yang mengungsi di sejumlah daerah.

Selain korban jiwa, tsunami yang terjadi Sabtu (22/12/2018) itu menyebabkan sejumlah kerusakan.

Tercatat, sebanyak 882 unit rumah rusak, 73 penginapan berupa hotel dan vila rusak, dan 60 warung rusak.

Baca juga: 15 Korban Tewas Tsunami Selat Sunda Dibawa ke RSUD Tarakan

Selain itu, tercatat 434 perahu kapal rusak, 24 kendaraan roda 2 rusak, 41 kendaraan roda 2 rusak, 1 dermaga rusak, dan 1 selter rusak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Plastik Berisi Sampah di Perbatasan Jaksel, Dibuang Subuh Saat Orang Berangkat Kerja

Banyak Plastik Berisi Sampah di Perbatasan Jaksel, Dibuang Subuh Saat Orang Berangkat Kerja

Megapolitan
Formula E Belum Dapat Sponsor, Jakpro Pakai Dana Talangan untuk Bangun Sirkuit

Formula E Belum Dapat Sponsor, Jakpro Pakai Dana Talangan untuk Bangun Sirkuit

Megapolitan
Pakar Sebut Kemampuan Berpikir Rasional Pengeroyok Kakek 89 Tahun Mengalami Penumpulan

Pakar Sebut Kemampuan Berpikir Rasional Pengeroyok Kakek 89 Tahun Mengalami Penumpulan

Megapolitan
Detik-detik Neira J Kalangi Hirup Udara Bebas, Air Matanya Tumpah di Pelukan Sang Ayah

Detik-detik Neira J Kalangi Hirup Udara Bebas, Air Matanya Tumpah di Pelukan Sang Ayah

Megapolitan
Mobil Kecelakaan di Jalan Prapanca Kebayoran Baru, Lalu Lintas Macet

Mobil Kecelakaan di Jalan Prapanca Kebayoran Baru, Lalu Lintas Macet

Megapolitan
Hari Ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Dipanggil BK Terkait Dugaan Malaadministrasi Interpelasi Formula E

Hari Ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Dipanggil BK Terkait Dugaan Malaadministrasi Interpelasi Formula E

Megapolitan
Wagub Sebut Kerumunan di MoI karena Panitia Tak Antisipasi Animo Komunitas Anime

Wagub Sebut Kerumunan di MoI karena Panitia Tak Antisipasi Animo Komunitas Anime

Megapolitan
Kecurigaan Keluarga Kakek yang Tewas Dikeroyok dan Hasil Penyelidikan Sementara Polisi

Kecurigaan Keluarga Kakek yang Tewas Dikeroyok dan Hasil Penyelidikan Sementara Polisi

Megapolitan
Gandeng Dompet Dhuafa, Sunpride Salurkan 200 Kotak Buah untuk Korban Banjir di Tegal Alur

Gandeng Dompet Dhuafa, Sunpride Salurkan 200 Kotak Buah untuk Korban Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Wagub DKI: 2 RT di Jakarta Masuk Zona Merah Covid-19

Wagub DKI: 2 RT di Jakarta Masuk Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Upaya Pemkot Jaksel Kurangi Tumpukan Sampah, Kelola Minyak Jelantah hingga Budi Daya Ulat

Upaya Pemkot Jaksel Kurangi Tumpukan Sampah, Kelola Minyak Jelantah hingga Budi Daya Ulat

Megapolitan
Laporkan Suami KDRT, Neira J Kalangi Malah Dibui karena UU ITE

Laporkan Suami KDRT, Neira J Kalangi Malah Dibui karena UU ITE

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 318, Pasien Dirawat Bertambah 296

UPDATE 25 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 318, Pasien Dirawat Bertambah 296

Megapolitan
Sidang Kasus Terorisme Munarman Digelar Hari Ini, JPU Akan Hadirkan 4 Saksi

Sidang Kasus Terorisme Munarman Digelar Hari Ini, JPU Akan Hadirkan 4 Saksi

Megapolitan
Kakek 89 Tahun Dikeroyok hingga Tewas karena Provokasi, Terungkap Peran 5 Tersangka

Kakek 89 Tahun Dikeroyok hingga Tewas karena Provokasi, Terungkap Peran 5 Tersangka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.