Keluhan Warga Sekitar Lautan Sampah di Bekasi, Susah Tidur dan Nyamuk

Kompas.com - 08/01/2019, 15:49 WIB
Alat berat angkut sampah di Kali Pisang Batu, Desa Pqhlawan Setia, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Senin (7/1/2019). KOMPAS.com/DEAN PAHREVIAlat berat angkut sampah di Kali Pisang Batu, Desa Pqhlawan Setia, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Senin (7/1/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Maria, warga yang tinggal di sekitar Kali Pisang Batu di Desa Pahlawan Setia, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi mengaku susah tidur pada malam hari karena terganggu banyaknya nyamuk dan bau imbas sampah di kali tersebut.

Maria mengatakan, pada pagi dan siang hari nyamuk dan lalat tidak begitu banyak mengerubungi rumah di sekitar bantaran kali.

Namun ketika malam hari, nyamuk sangat menganggu warga yang hendak beristirahat.

Baca juga: Melihat Sampah Penuhi Kali Pisang Batu Bekasi...

"Merusak pemandangan. Enggak pernah penyakit, (tapi) dari baunya mengganggu. Lalat dan nyamuk malam banyak. Terganggu sama bau. Gara-gara bau, jadi susah tidur saya," kata Maria kepada Kompas.com, Selasa (8/1/2019).

Senada dengan Maria, warga sekitar kali lainnya yang bernama Acim mengaku sulit tidur di malam hari ketika angin kencang dan membawa bau ke area permukiman warga.

"Kalau malam anginnya lagi kencang, baunya makin menyengat. Nyamuk ganggu banget deh. Anak saya susah tidur," ujar Acim.

Dia berharap sampah di Kali Pisang Batu bisa segera dibersihkan dan tak ada lagi sampah yang menumpuk di kali.

"Ya cepat dibersihin lah, diangkut. Kami mau bantu tapi bagaimana, itu enggak bisa diangkut manual, mesti pakai alat. Kami juga enggak pernah buang (sampah) ke kali itu, tapi kami yang kena," tutur Acim.

Sudah sejak lama lautan sampah nampak memenuhi Kali Pisang Batu di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Pantauan Kompas.com, sampah rumah tangga seperti plastik, botol, bahkan kasur pun tertata rapi seperti "dataran baru" di permukaan kali.

Baca juga: Lautan Sampah di Kali Pisang Batu Bersumber dari Kota Bekasi

Air kali juga nampak hitam pekat serta mengeluarkan bau tak sedap.

Adapun sejak Sabtu (5/1/2019) lalu, sampah sudah dikeruk oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi menggunakan dua alat berat dan puluhan truk.

Sampai hari ini, sudah 150 truk mengangkut sampah dari kali tersebut namun sampah masih sangat banyak di sana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 2 Jakarta Diperpanjang, Jemaah di Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta Diperpanjang, Jemaah di Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Satu Sekolah di Jakarta Utara Tetap Gelar PTM Usai Siswanya Positif Covid-19

Satu Sekolah di Jakarta Utara Tetap Gelar PTM Usai Siswanya Positif Covid-19

Megapolitan
Kronologi Pencuri Bobol Kafe di Kemang: Tepergok, Serang Petugas Sekuriti, Berakhir Dihajar Massa

Kronologi Pencuri Bobol Kafe di Kemang: Tepergok, Serang Petugas Sekuriti, Berakhir Dihajar Massa

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Naik, Pernah 0 pada Akhir Desember, Kini di Atas 20 Per Hari

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Naik, Pernah 0 pada Akhir Desember, Kini di Atas 20 Per Hari

Megapolitan
Bantah Datangi Fatia dan Haris Azhar untuk Jemput Paksa, Polisi: Kami Lakukan Tindakan Persuasif

Bantah Datangi Fatia dan Haris Azhar untuk Jemput Paksa, Polisi: Kami Lakukan Tindakan Persuasif

Megapolitan
Pengeroyokan Anggota TNI di Jakarta Utara hingga Tewas, Pelaku Kesal karena Tak Ditanggapi Saat Bertanya

Pengeroyokan Anggota TNI di Jakarta Utara hingga Tewas, Pelaku Kesal karena Tak Ditanggapi Saat Bertanya

Megapolitan
Angka Kemiskinan di Jakarta Turun untuk Pertama Kalinya sejak Pandemi Covid-19

Angka Kemiskinan di Jakarta Turun untuk Pertama Kalinya sejak Pandemi Covid-19

Megapolitan
Pasien Covid-19 Melonjak Lebih dari 2.000 Persen dalam Sebulan, Wisma Atlet Tambah Tower Isolasi

Pasien Covid-19 Melonjak Lebih dari 2.000 Persen dalam Sebulan, Wisma Atlet Tambah Tower Isolasi

Megapolitan
Ada ASN Positif Covid-19, Pemkot Gelar Tes Antigen Massal di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat

Ada ASN Positif Covid-19, Pemkot Gelar Tes Antigen Massal di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat

Megapolitan
Kasus Omicron di Tangsel Bertambah, Penularan lewat Transmisi Lokal

Kasus Omicron di Tangsel Bertambah, Penularan lewat Transmisi Lokal

Megapolitan
Pencopetan di Terminal Pulogadung Terekam Kamera Warga, Pelaku Diduga Kerap Nongkrong di Sana

Pencopetan di Terminal Pulogadung Terekam Kamera Warga, Pelaku Diduga Kerap Nongkrong di Sana

Megapolitan
Pelaku Pembacokan Rentenir hingga Tewas di Tangsel Ditetapkan sebagai Tersangka

Pelaku Pembacokan Rentenir hingga Tewas di Tangsel Ditetapkan sebagai Tersangka

Megapolitan
Selain Fatia, Haris Azhar Juga Dijemput Paksa Polisi untuk Pemeriksaan Pencemaran Nama Baik Luhut

Selain Fatia, Haris Azhar Juga Dijemput Paksa Polisi untuk Pemeriksaan Pencemaran Nama Baik Luhut

Megapolitan
BPBD DKI Jakarta: Waspada Cuaca Ekstrem pada 17-22 Januari 2022

BPBD DKI Jakarta: Waspada Cuaca Ekstrem pada 17-22 Januari 2022

Megapolitan
Kawasan KBT Diajukan Jadi Lokasi Street Race di Jakarta Timur

Kawasan KBT Diajukan Jadi Lokasi Street Race di Jakarta Timur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.