Lokasi Dugaan Limbah B3 di Maruda Disegel, Dinas LH Tunggu Hasil Uji Lab

Kompas.com - 09/01/2019, 16:48 WIB
Petugas Dinas LH memasang papan peringatan di area temuan gundukan tanah yang diduga limbah B3 di kawasan Marunda, Jakarta Utara, Rabu (9/1/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DPetugas Dinas LH memasang papan peringatan di area temuan gundukan tanah yang diduga limbah B3 di kawasan Marunda, Jakarta Utara, Rabu (9/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil uji laboratorium akan menentukan nasib gundukan tanah yang diduga limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) di Marunda yang disegel Rabu (9/1/2019) ini. Kepala Bidang Pengawasan dan Penataan Hukum Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Mudarisin menyatakan, pihaknya menyegel area itu demi mengamankan gundukan yang diduga limbah tersebut.

"Tugas kami dari pemda pertama adalah memberikan edukasi kepada masyarakat kemudian yang kedua kami mengamankan barang bukti ini supaya tidak dimanfaatkan dulu," kata Mudarisin di Marunda.

Baca juga: Telusuri Limbah B3, Pemkot Jakut Cek Manifes Limbah Perusahaan Sawit

Ia menjelaskan, kasus temuan bahan diduga limbah B3 itu bisa naik ke tahap penyidikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bila hasil uji lab menunjukkan gundukan itu memang limbah B3.

"Penyidik nanti yang memberikan arahan, bahan ini mau diapakan, mau dibawa ke mana itu, penyidik yang menentukan," ujar Mudarisin.

Sampel dari gundukan itu sedang diperiksa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hasilnya diprediksi dapat keluar dalam waktu sepekan.

Kendati hasil uji lab belum keluar, Mudarisin meyakini gundukan tersebut merupakan limbah B3 berupa spent bleaching earth (SBE).

"Kalau dilihat dari bau, kan bau minyak goreng ya. Kemudian pernah juga terjadi kebakaran jadi artinya itu potensi itu adalah SBE," kata dia.

Gundukan tanah yang diduga limbah B3 itu ditemukan di sejumlah titik di kawasan Marunda beberapa bulan terakhir. Limbah itu diduga berjenis spent bleaching earth (SBE) dari industri minyak sawit yang berfungsi menjernihkan cairan minyak goreng.

Baca juga: Dinas LH DKI Periksa 12 Perusahaan Minyak Terkait Limbah B3 di Marunda

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD Minta Pemprov DKI Hentikan Penebangan Pohon di Trotoar

Ketua DPRD Minta Pemprov DKI Hentikan Penebangan Pohon di Trotoar

Megapolitan
DKI Tak Bebaskan Tanah Tahun Ini, Normalisasi Ciliwung Tak Bisa Dikerjakan pada 2021

DKI Tak Bebaskan Tanah Tahun Ini, Normalisasi Ciliwung Tak Bisa Dikerjakan pada 2021

Megapolitan
Cerita Penjaga Warung dan Ojol yang Selamat dari Ulah Geng Motor di Cilincing

Cerita Penjaga Warung dan Ojol yang Selamat dari Ulah Geng Motor di Cilincing

Megapolitan
Sebelum Bunuh Satpam, Geng Motor Rampok Warung dan Bacok Ojol di Cilincing

Sebelum Bunuh Satpam, Geng Motor Rampok Warung dan Bacok Ojol di Cilincing

Megapolitan
Riwayat Jalan Inspeksi yang Dijebol untuk Akses Umum dan Diprotes Warga PIK...

Riwayat Jalan Inspeksi yang Dijebol untuk Akses Umum dan Diprotes Warga PIK...

Megapolitan
DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir, Anies Bilang Fokus Keruk Waduk dan Sungai

DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir, Anies Bilang Fokus Keruk Waduk dan Sungai

Megapolitan
Ada Ancaman Ginjal Diambil, Kepsek SDN Bambu Apus 02 Perketat Keamanan Siswa

Ada Ancaman Ginjal Diambil, Kepsek SDN Bambu Apus 02 Perketat Keamanan Siswa

Megapolitan
Petugas Sekuriti Tewas Dibacok Saat Kejar Geng Motor

Petugas Sekuriti Tewas Dibacok Saat Kejar Geng Motor

Megapolitan
Dampak Pembangunan JPO, Sepanjang Jalan Tanjung Barat dan Lenteng Agung Macet

Dampak Pembangunan JPO, Sepanjang Jalan Tanjung Barat dan Lenteng Agung Macet

Megapolitan
Soal Ayah Perkosa Anak Tiri, Kak Seto Akan Koordinasi dengan Wali Kota dan Kapolres Tangsel

Soal Ayah Perkosa Anak Tiri, Kak Seto Akan Koordinasi dengan Wali Kota dan Kapolres Tangsel

Megapolitan
Gencar Bangun Trotoar, Anies Sebut Pejalan Kaki di Jakarta Paling Rendah Sedunia

Gencar Bangun Trotoar, Anies Sebut Pejalan Kaki di Jakarta Paling Rendah Sedunia

Megapolitan
Pagar di Komplek PIK Dibongkar, Camat Minta Warga Tak Egois dan Bantu Pecah Kemacetan

Pagar di Komplek PIK Dibongkar, Camat Minta Warga Tak Egois dan Bantu Pecah Kemacetan

Megapolitan
Pemprov DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir

Pemprov DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir

Megapolitan
DPRD Minta Anggaran Rp 1,2 Triliun untuk Pembangunan Trotoar Dipangkas

DPRD Minta Anggaran Rp 1,2 Triliun untuk Pembangunan Trotoar Dipangkas

Megapolitan
2 Warga Rumania Ditangkap Terkait Kasus Skimming ATM

2 Warga Rumania Ditangkap Terkait Kasus Skimming ATM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X