Artis Lucky Hakim Dilaporkan Balik atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Kompas.com - 13/02/2019, 20:44 WIB
Dini Novianty memberikan keterangan kepada wartawan terkait laporannya terhadap Lucky Hakim di Polda Metro Jaya, Rabu (12/2/2019) KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARIDini Novianty memberikan keterangan kepada wartawan terkait laporannya terhadap Lucky Hakim di Polda Metro Jaya, Rabu (12/2/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com — Artis peran Lucky Hakim dilaporkan balik oleh seorang perempuan bernama Dini Novianti atas kasus pencemaran nama baik.

Dini adalah mitra kerja Lucky yang sebelumnya dituduh menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 8,8 miliar.

Lucky dilaporkan oleh kuasa hukum Dini bernama Rhaditya Putra Perdana di Mapolres Metro Jakarta Selatan, dengan nomor LP/230/K/I/2019 pada 27 Januari 2019.

Dini beserta tim kuasa hukum terpantau hadir di Mapolres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (13/2/2019).

"BAP saja atas tindak lanjut laporan Radit (kuasa hukum Dini)," katanya kepada wartawan di lobi Mapolda Metro Jakarta Selatan.

Baca juga: Tertipu Rp 8 Miliar, Lucky Hakim dan Mantan Istri Lapor Polda Metro Jaya

Ia mengaku kaget ketika Lucky menuduhnya menggelapkan dana Rp 8,8 miliar. Pasalnya, Dini mengaku tidak pernah bekerja sama dengan Lucky.

Dini menyebutkan pada 2016 ia pernah bekerja sama dengan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa bernama PT Raja Arta Pertama selama satu setengah tahun. Namun, tak ada nama Lucky dalam perusahaan tersebut.

"Pak Lucky tidak ada di dalam perusahaan tersebut. Itu yang harus digarisbawahi. Nama Pak Lucky Hakim dalam perusahaan tersebut tidak ada, sebagai pemegang saham pun tidak ada," kata Dini.

Baca juga: Karyawan yang Diduga Gelapkan Uang Lucky Hakim Gunakan KTP Palsu

Dalam kerja samanya dengan perusahaan tersebut, Dini juga mengaku tak pernah menerima uang sebesar Rp 8.8 miliar, baik secara penuh maupun bertahap.

Sebelumnya, Dini dilaporkan oleh Lucky ke Polda Metro Jaya atas dugaan penggelapan uang perusahaan miliknya pada Rabu (9/1/2019) silam.

Menurut Lucky, laporan tersebut ia lakukan setelah terlapor menghilang dan sulit ditemui setelah kedapatan membawa lari bawa uang perusahaan yang ia bangun bersama mantan istrinya Tiara Dewi dan sepupunya.

"Dalam proses berjalannya perusahaan itu, ada mitra kami yang melakukan penggelapan. Diduga dia melakukan penggelapan bersama kawannya di internal karyawan kantor kami," ucap Lucky saat ditemui seusai membuat laporan di Polda Metro Jaya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Bekasi Diimbau Tiadakan Lomba 17-an

Warga Bekasi Diimbau Tiadakan Lomba 17-an

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: 4 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 604

UPDATE 5 Agustus: 4 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 604

Megapolitan
Kritik Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, F-Gerindra: Kembalikan Saja Sistem WFH

Kritik Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, F-Gerindra: Kembalikan Saja Sistem WFH

Megapolitan
Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

Megapolitan
Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

Megapolitan
Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

Megapolitan
Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

Megapolitan
Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

Megapolitan
Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

Megapolitan
Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

Megapolitan
Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

Megapolitan
Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

Megapolitan
Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

Megapolitan
Jubir Ralat Data, Ada Dua Pegawai PN Jakarta Barat yang Terpapar Covid-19

Jubir Ralat Data, Ada Dua Pegawai PN Jakarta Barat yang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Sepasang Lansia di Warakas Ditemukan Tewas di Dalam Rumah yang Terkunci

Sepasang Lansia di Warakas Ditemukan Tewas di Dalam Rumah yang Terkunci

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X