Kompas.com - 18/02/2019, 13:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasca kebakaran, rumah Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dijaga ketat petugas pengamanan dalam (pamdal) DPR.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, sejumlah petugas berseragam hitam terlihat menjaga gerbang rumah Bambang. 

Awak media juga tidak diperbolehkan mendekati rumah tersebut dan hanya bisa mengambil gambar dari jauh.

Selain dijaga ketat oleh pamdal, saat ini petugas kebersihan juga tengah membersihkan sisa-sisa kebakaran.

Baca juga: Kebakaran di Rumah Bambang Soesatyo Diduga karena Korsleting Listrik

Terlihat puing-puing sisa kebakaran diangkut ke luar rumah dan diletakkan di trotoar depan rumah Bambang.

Puing-puing kebakaran di rumah Ketua DPR Bambang Soesatyo dibersihkan, Senin (18/2/2019)KOMPAS.com/Ryana Aryadita Puing-puing kebakaran di rumah Ketua DPR Bambang Soesatyo dibersihkan, Senin (18/2/2019)
Sebuah truk oranye dari Dinas Kebersihan jiga terparkir untuk mengangkut puing-puing sisa kebakaran.

Salah satu petugas Unit Pemeriksaan Kebakaran Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur Basri mengatakan, pihaknya masih membersihkan rumah Bambang.

Baca juga: Rumah Ketua DPR Bambang Soesatyo Kebakaran

"Di dalam katanya masih dibersihkan. Tadi saya mau ke dalam juga belum bisa," kata Basri, Senin (18/2/2019). 

Sebelumnya, rumah Ketua DPR Bambang Soesatyo terbakar pada Minggu (17/2/2019) malam.

Petugas Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta melaporkan kebakaran terjadi pada pukul 23.27.

Petugas langsung meluncur ke rumah Bambang di Jalan Baladewa Nomor B11 Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kebakaran ini terjadi diduga karena korsleting dari ruang olahraga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Cilodong Depok Tangkap Maling Pakaian Dalam Ibu-ibu yang Dijemur

Warga Cilodong Depok Tangkap Maling Pakaian Dalam Ibu-ibu yang Dijemur

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut Penghuni Rusunawa Harus Punya KTP Jakarta

Pemprov DKI Sebut Penghuni Rusunawa Harus Punya KTP Jakarta

Megapolitan
Mobil Tabrak Lapak Penjual Bakso di Bogor, Nenek dan Cucunya Terluka

Mobil Tabrak Lapak Penjual Bakso di Bogor, Nenek dan Cucunya Terluka

Megapolitan
Cerita Penghuni Indekos di Tambora saat Kebakaran, Dengar Teriakan yang Dikira Perayaan 17 Agustus

Cerita Penghuni Indekos di Tambora saat Kebakaran, Dengar Teriakan yang Dikira Perayaan 17 Agustus

Megapolitan
Guru Diduga Aniaya Murid di SMKN 1 Jakarta, DPRD DKI Bakal Panggil Dinas Pendidikan

Guru Diduga Aniaya Murid di SMKN 1 Jakarta, DPRD DKI Bakal Panggil Dinas Pendidikan

Megapolitan
Pengacara Keluarga hingga Refly Harun Hadiri Solidaritas 4.000 Lilin untuk Brigadir J di TIM

Pengacara Keluarga hingga Refly Harun Hadiri Solidaritas 4.000 Lilin untuk Brigadir J di TIM

Megapolitan
Ini Tanggapan Transjakarta Terkait Keberadaan Kedai Kopi di Halte Harmoni

Ini Tanggapan Transjakarta Terkait Keberadaan Kedai Kopi di Halte Harmoni

Megapolitan
Soal Penggantian Nama Jalan Cikarang-Cibarusah, Pemkab Bekasi Segera Surati Pemprov Jabar

Soal Penggantian Nama Jalan Cikarang-Cibarusah, Pemkab Bekasi Segera Surati Pemprov Jabar

Megapolitan
Wagub DKI soal Kedai Kopi di Halte Harmoni: Awalnya agar Warga Bisa Ngopi dan Internetan Saat Tunggu Bus

Wagub DKI soal Kedai Kopi di Halte Harmoni: Awalnya agar Warga Bisa Ngopi dan Internetan Saat Tunggu Bus

Megapolitan
Guru SMKN 1 Jakarta Diduga Aniaya Murid, Wagub DKI: Tak Dibenarkan Tenaga Pendidik Menganiaya

Guru SMKN 1 Jakarta Diduga Aniaya Murid, Wagub DKI: Tak Dibenarkan Tenaga Pendidik Menganiaya

Megapolitan
Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa

Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa

Megapolitan
6 Penghuni Indekos di Tambora Tewas Terbakar, Polisi Masih Identifikasi Korban

6 Penghuni Indekos di Tambora Tewas Terbakar, Polisi Masih Identifikasi Korban

Megapolitan
Ada Kedai Kopi di Halte Harmoni, Pembeli dan Penumpang Transjakarta Berdempetan, Antrean Mengular

Ada Kedai Kopi di Halte Harmoni, Pembeli dan Penumpang Transjakarta Berdempetan, Antrean Mengular

Megapolitan
Klaim Peminat Rusunawa Tinggi, Pemprov DKI: Waiting List-nya Banyak

Klaim Peminat Rusunawa Tinggi, Pemprov DKI: Waiting List-nya Banyak

Megapolitan
Wagub DKI Akan Minta PT Transjakarta Evaluasi Keberadaan Kedai Kopi di Halte Harmoni

Wagub DKI Akan Minta PT Transjakarta Evaluasi Keberadaan Kedai Kopi di Halte Harmoni

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.