Terintegrasi dengan MRT, Transjakarta dari BSD dan Bintaro Akan Dilayani Bus Premium

Kompas.com - 18/02/2019, 21:49 WIB
Bus Royaltrans milik PT Transjakarta yang rencananya digunakan untuk melayani warga perumahan. Foto diambil di Kementerian Perhubungan, Kamis (24/8/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Bus Royaltrans milik PT Transjakarta yang rencananya digunakan untuk melayani warga perumahan. Foto diambil di Kementerian Perhubungan, Kamis (24/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Transjakarta akan mengoperasikan rute BSD-Stasiun MRT Fatmawati dan Bintaro-Stasiun MRT Fatmawati mulai 12 Maret 2019, tepat saat MRT Jakarta mulai diuji coba operasi untuk publik.

Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan, dua rute itu akan dilayani menggunakan bus premium transjakarta, yakni Royaltrans.

"Yang dari Bintaro, BSD, itu direncanakan akan ada yang dengan Royaltrans," kata Agung di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019).

Baca juga: Uji Coba di Bekasi, Bus Royaltrans Dilengkapi Wi-Fi hingga TV

Direktur Operasional PT Transjakarta Daud Joseph menyampaikan, untuk tahap pertama, PT Transjakarta akan mengoperasikan dua bus Royaltrans di masing-masing rute. Jumlah armada di masing-masing rute akan ditambah sesuai banyaknya penumpang.

Untuk rute BSD-Stasiun Fatmawati, titik awal dimulai dari Giant BSD, menuju Rawa Buntu, kemudian masuk ke Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR), hingga akhirnya tiba Stasiun Fatmawati.

Sementara untuk rute Bintaro, titik awal dimulai dari Bintaro Trade Center melalui Tol JORR menuju Stasiun Fatmawati.

"Rute non-BRT risikonya macet, tapi minimal kompensasinya adalah kenyamanan, makanya bus-bus yang saya arahkan ke titik itu adalah bus royal, tarifnya beda," kata Daud.

Baca juga: Pengamat: Jumlah Bus Premium Tangerang-Jakarta Perlu Ditambah

Tarif yang akan dikenakan untuk dua rute itu, kata Daud, berkisar antara Rp 20.000 sampai Rp 25.000. Penumpang nantinya harus kembali merogoh kocek jika ingin melanjutkan perjalanan menggunakan MRT Jakarta dari Stasiun Fatmawati.

Meskipun tarif bus Royaltrans cukup mahal, Daud menyebut tarif itu masih lebih murah dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.

"Kalau dengan orang yang menggunakan kendaraan pribadi, perbandingannya masih jauh lebih murah. Kendaraan pribadi dari BSD misalnya, bayar tol, sopir, BBM, cicilan mobil. Ini (Royaltrans) tinggal duduk manis sampai Fatmawati," ucap Daud.

Selain dua rute itu, PT Transjakarta akan membuka empat rute baru pada waktu yang sama, yakni rute Pondok Cabe-Stasiun Lebak Bulus, Cinere-Stasiun Lebak Bulus, Jatijajar-Stasiun Lebak Bulus, dan Jatijajar-Stasiun Fatmawati.

Empat rute itu akan dilayani menggunakan bus transjakarta reguler dengan tarif Rp 3.500 untuk sekali perjalanan.

"Contoh Jatijajar-Lebak Bulus, itu rutenya reguler, Rp 3.500. Kenapa? Karena ini rute yang selama ini dilayani oleh rute-rute kendaraan yang juga reguler," ujar Daud.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Megapolitan
Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Megapolitan
Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Megapolitan
Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Megapolitan
Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Megapolitan
Asal-usul Jalan Perniagaan, Perkampungan Masyarakat Keturunan Tionghoa di Jakarta

Asal-usul Jalan Perniagaan, Perkampungan Masyarakat Keturunan Tionghoa di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X