Kementerian LHK Pasang Nano Bubble di Situ Pladen, Depok

Kompas.com - 19/02/2019, 22:28 WIB
Situ Pladen,  Beji,  Depok,  Kamis (14/2/2019). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVASitu Pladen, Beji, Depok, Kamis (14/2/2019).

DEPOK, KOMPAS.com - Dirjen Pencemaran dan Kerusakan Lingkuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK) telah memasang alat nano bubble di Situ Pladen, Beji, Depok. Sebanyak empat alat plasma nano bubble dipasang di Situ Pladen sejak Sabtu (16/2/2019) lalu.

“Iya sudah dipasang empat nano bubble dari hari Sabtu, dengan adanya ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran di Situ Pladen yang sudah berlangsung lama,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan LHK MR Karliansyah, Selasa.

Baca juga: Menengok Situ Pladen Depok yang Akan Direvitalisasi

Ia mengatakan, nano bubble akan berfungsi untuk menambah oksigen dalam air di Situ Pladen sehingga dapat menghilangkan bau tak sedap di kawasan situ tersebut.

Karliansyah mengatakan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, akan bersurat ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, untuk kerja sama merevitalisasi situ tersebut. 

“Ibu Menteri akan bersurat ke Menteri PUPR untuk melakukan pengerukan semoga bisa cepat direspon,” ujar Karliansyah

Ia mengatakan, pihaknya juga akan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Kami akan bangun IPAL, namun butuh lahan. Selain itu juga akan dibangun ruang terbuka semacam teratai dan akan ditentukan juga batas sempadannya. Jadi perlu kajian dan pengukuran di sana,” ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Megapolitan
Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Megapolitan
Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Megapolitan
Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Megapolitan
Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X