KAI Kerahkan 200 Personel untuk Benahi Aliran Listrik dan Rel di Bogor

Kompas.com - 11/03/2019, 10:28 WIB
Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta PT KAI, Edy Kuswoyo tinjau lokasi kecelakaan kereta di kawasan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (11/3/2019)KOMPAS.com - Walda Marison Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta PT KAI, Edy Kuswoyo tinjau lokasi kecelakaan kereta di kawasan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (11/3/2019)

BOGOR.KOMPAS.com - Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta PT KAI, Edy Kuswoyo mengatakan pihaknya menurunkan 200 personel dalam proses perbaikan aliran listrik rel kereta api di kawasan Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat.

"Siang ini kurang lebih 200 personel baik untuk perbaikan Listrik Aliran Atas (LAA) maupun jalan rel," ujarnya saat ditemui di lokasi amblesnya KRL di Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (11/3/2019).

Dia mengatakan ke 200 personil sudah mulai melakukan perbaikan sejak tadi pagi. Perbaikan pun tidak hanya terfokus pada LAA, beberapa bagian rel kereta juga dilakukan perbaikan oleb pihaknya.

"Sekarang ini sedang perbaikan LAA dan tiang tiang. Kemudian juga nanti ada perbaikan sedikit di jalan relnya agar pelayanan perjalanan kereta api tidak ada gangguan lagi normal kembali," terangnya.

Baca juga: KNKT Bentuk Tim Investigasi untuk Selidiki Sebab KRL Anjlok di Bogor

Lebih lanjut hingga saat ini, pihaknya hanya bisa menggunakan satu jalur untuk akses Jakarta Bogor. Jalur kedua yang masih dalam perbaikan diperkirakan mulai beroperasi siang ini.

"Insya Allah siang ini bisa beroperasi normal dua arah baik ke Jakarta maupun ke arah Bogor," terangnya.

Sebelumnya, kereta commuter line jurusan Jakarta-Bogor mengalami anjlok di rel kereta Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (10/3/2019).

Keterangan saksi mata menyebut, saat kejadian, terdengar suara dentuman keras dari arah rel kereta.

Sebelum anjlok, bagian atap kereta sempat mengenai kabel listrik. Beberapa selang kemudian, bagian gerbong depan terguling keluar dari jalur rel



Terkini Lainnya

Sandiaga Bertemu 5 Sekjen Parpol Koalisi, Bahas Dugaaan Kecurangan di Pilpres

Sandiaga Bertemu 5 Sekjen Parpol Koalisi, Bahas Dugaaan Kecurangan di Pilpres

Nasional
Keluarga Ceritakan Kronologi Tewasnya Anggota FBR dalam Kericuhan Daan Mogot

Keluarga Ceritakan Kronologi Tewasnya Anggota FBR dalam Kericuhan Daan Mogot

Megapolitan
Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Megapolitan
Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Edukasi
Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Regional
Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Megapolitan
Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Nasional
Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Regional
Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Internasional
Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Megapolitan
Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Megapolitan
Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulir C1

Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulir C1

Nasional
Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Regional
Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Megapolitan
Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Nasional

Close Ads X