Kolong Tol JORR Bekasi Sering Banjir, Pelebaran Saluran Terhambat Kabel Utilitas

Kompas.com - 26/04/2019, 12:19 WIB
Tampak Banjir setinggi lutut orang dewasa menggenang di kolong Tol JORR Jalan KH.Noer Ali, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Senin (26/11/2018). KOMPAS.com/ DEAN PAHREVITampak Banjir setinggi lutut orang dewasa menggenang di kolong Tol JORR Jalan KH.Noer Ali, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Senin (26/11/2018).
Penulis Dean Pahrevi
|

BEKASI, KOMPAS.com - Permasalahan banjir di kolong Tol JORR ketika curah hujan tinggi di Kota Bekasi masih belum teratasi.

Banjir masih kerap menggenang jalan tersebut saat hujan turun dan melumpuhkan akses jalan dari Jakarta menuju Kota Bekasi.

Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Yudianto mengatakan, saat ini tengah dilakukan pelebaran saluran di bawah jalan kolong tol tersebut guna melancarkan aliran air yang melimpah ketika hujan.

Namun, banyak kabel utilitas di bawah jalan kolong Tol JORR di bawah saluran menghambat proses pelebaran saluran itu.

"Pengerjaannya manual tidak bisa pakai alat berat karena banyak utilitas di bawah (jalan kolong Tol JORR). Jadi (pengerjaan) cukup lama karena manual," kata Yudianto saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/4/2019).

Baca juga: Ciliwung Meluap, Banjir Rendam 17 Titik di Jakarta Ini

Dia menambahkan, terdapat sekitar 60 kabel utilitas milik sejumlah perusahaan seperti PT. PLN (Persero), PT. Telkom, pipa PDAM, dan lainnya yang menghambat pengerjaan pelebaran saluran. Sehingga pengerjaannya dilakukan secara manual menggunakan cangkul.

"Sekarang (pengerjaannya) baru 30 persen ya, karena manual jadi lama. Wajar kalau masih banjir karena air yang datang belum terkoneksi dengan saluran baru," ujar Yudianto.

Dia menjelaskan, kapasitas gorong-gorong atau saluran di jalan tersebut yang saat ini hanya 40x40 sentimeter sepanjang 30 meter tidak bisa menampung air dari Kali Cakung jika sedang melimpah.

Untuk itu pelebaran saluran akan dilakukan tiga kali lipat dari ukuran yang saat ini, sehingga aliran air bisa lancar nantinya.

Baca juga: Banjir Rendam 17 Titik di Jakarta, Apa Komentar Gubernur Anies?

Adapun pelebaran saluran tersebut dilakukan oleh PT KKDM selaku penggarap proyek tol Becakayu. Hal itu sesuai kesepakatan antara Pemkot Bekasi dan PT KKDM bahwa yang berkaitan dengan Jalan KH. Noer Ali atau jalan di samping saluran sungai Kalimalang menjadi tanggung jawab PT. KKDM.

Sebelumnya, banjir kerap melanda Jalan KH. Noer Ali, Kota Bekasi tepatnya di kolong Tol JORR. Banjir setinggi 60 sentimeter menggenang jalan tersebut ketika curah hujan tinggi. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju pusat Kota Bekasi lumpuh dan menyebabkan kemacetan panjang.

Saat ini ketika banjir datang melanda jalan tersebut, petugas dari DBMSDA Kota Bekasi langsung menyedot air dengan mesin pompa dan dialihkan ke kolam di samping jalan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditanya Kinerja Ruhamaben di BUMD Tangsel, Benyamin Davnie Enggan Beri Penilaian

Ditanya Kinerja Ruhamaben di BUMD Tangsel, Benyamin Davnie Enggan Beri Penilaian

Megapolitan
Benyamin Davnie Akui Belum Tindak Semua Bangunan yang Langgar Aturan di Tangsel

Benyamin Davnie Akui Belum Tindak Semua Bangunan yang Langgar Aturan di Tangsel

Megapolitan
Sampai Saat Ini, Benyamin-Pilar Klaim Tak Pernah Ada Konflik Agama di Tangsel

Sampai Saat Ini, Benyamin-Pilar Klaim Tak Pernah Ada Konflik Agama di Tangsel

Megapolitan
Tutup Debat Kandidat Putaran kedua, Azizah-Ruhamaben Duet Lagu Kampanye

Tutup Debat Kandidat Putaran kedua, Azizah-Ruhamaben Duet Lagu Kampanye

Megapolitan
Serap Aspirasi Masyarakat, Benyamin-Pilar akan Bekerja di Kantor RT/RW

Serap Aspirasi Masyarakat, Benyamin-Pilar akan Bekerja di Kantor RT/RW

Megapolitan
Gambar Paslon 1 Dicopot Satop PP, Azizah: Yang Melanggar Harus ditindak Tegas

Gambar Paslon 1 Dicopot Satop PP, Azizah: Yang Melanggar Harus ditindak Tegas

Megapolitan
Benyamin Sebut Pemkot Tangsel Sudah Sediakan Wi-Fi di Masjid Hingga Perpustakaan

Benyamin Sebut Pemkot Tangsel Sudah Sediakan Wi-Fi di Masjid Hingga Perpustakaan

Megapolitan
Jika Menang Pilkada Tangsel, Muhammad-Sara Akan Rutin 'Ngopi' Bareng Warga

Jika Menang Pilkada Tangsel, Muhammad-Sara Akan Rutin "Ngopi" Bareng Warga

Megapolitan
Satpol PP Segel Bank di Kembangan karena Tak Laporkan Temuan 2 Karyawan Positif Covid-19

Satpol PP Segel Bank di Kembangan karena Tak Laporkan Temuan 2 Karyawan Positif Covid-19

Megapolitan
Pilar Saga Ichsan Banggakan Tangsel Jadi Role Model Pemerintah Kota yang Terbuka

Pilar Saga Ichsan Banggakan Tangsel Jadi Role Model Pemerintah Kota yang Terbuka

Megapolitan
Jika Terpilih, Azizah-Ruhamaben Bakal Buat Aplikasi untuk Serap Aspirasi Warga

Jika Terpilih, Azizah-Ruhamaben Bakal Buat Aplikasi untuk Serap Aspirasi Warga

Megapolitan
Soal Tangsel Kota Kelas Dunia, Azizah: Punya Jaminan Sosial dan Hidup Sehat

Soal Tangsel Kota Kelas Dunia, Azizah: Punya Jaminan Sosial dan Hidup Sehat

Megapolitan
Benyamin - Pilar Saga Klaim Bakal Tutup Celah Korupsi di Tangsel jika Terpilih

Benyamin - Pilar Saga Klaim Bakal Tutup Celah Korupsi di Tangsel jika Terpilih

Megapolitan
[DEBAT PILKADA TANGSEL] Davnie: Tangsel adalah Indonesia Skala Kecil

[DEBAT PILKADA TANGSEL] Davnie: Tangsel adalah Indonesia Skala Kecil

Megapolitan
Kurang dari Dua Menit, Satu Motor di Pasar Minggu Raib Digondol Maling

Kurang dari Dua Menit, Satu Motor di Pasar Minggu Raib Digondol Maling

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X