Margonda Banjir, Pemkot Depok Bilang karena Sampah

Kompas.com - 29/04/2019, 20:44 WIB
Kendaraan roda dua masih menggunakan jalur cepat yang diperuntukan bagi kendaraan pribadi roda empat di Jalan Margonda Raya, Depok, Kamis (15/2/2018). KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNAKendaraan roda dua masih menggunakan jalur cepat yang diperuntukan bagi kendaraan pribadi roda empat di Jalan Margonda Raya, Depok, Kamis (15/2/2018).
Penulis Cynthia Lova
|

DEPOK, KOMPAS.com - Hujan yang mengguyur Kota Depok akhir-akhir ini menyebabkan Jalan Margonda dan Jalan Arif Rahman Hakim kerap terendam banjir.

Pada Jumat (26/4/2019), Jalan Arif Rahman Hakim terendam banjir sehingga arus lalu lintas di kawasan tersebut padat.

Sementara itu, pada Minggu (28/4/2019), berdasarkan informasi dari @depok24jam, Jalan Margonda Raya pun terendam banjir.

Baca juga: Kasus Emak-emak yang Tewas Kecelakaan di Margonda Dihentikan

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Depok Citra Indah Yulianti mengatakan, banjir tersebut disebabkan sampah warga yang berada di drainase atau saluran air.

“Iya karena sampah. Warga belum memiliki kesadaran untuk membuang sampah di tempatnya,” ucap Citra kepada Kompas.com, Senin (29/4/2019).

Menurut dia, pihaknya setiap hari rutin mengangkut sampah di sejumlah titik saluran air yang ada di Depok.

Adapun saluran yang biasa dibersihkan Pemkot Depok yakni saluran Balaikota, saluran Stasiun Depok, saluran Terminal Depok, saluran belakang Depok Mall, dan saluran Dealer Nissan Depok Town Square.

“Nih contoh kecil depan Balai Kota Depok tidak tahu sampah dari mana setiap hari banyak sampah terus padahal tiap hari udah kita angkutin, mulai dari sampah kasur, kursi, bangkai anjing, dan bangkai ayam,” ucap dia.

Ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan pula banjir tersebut disebabkan semakin banyaknya pembangunan apartemen dan restoran yang ada di kawasan tersebut.

“Yah kalau tidak dikelola dan ditata saluran drainase, pengelolaan limbah, pengelolaan air hujan bisa juga sebabkan banjir,” ucap dia.

Baca juga: Ada Kampanye Jokowi di Depok, Jalan Margonda Macet

Oleh karena itu, Pemkot Depok mewajibkan para pengelola apartemen dan restoran memiliki resapan limbah sendiri.

"Buat lubang biopori sebanyak banyaknya dan harus melaksanakan semua implementasi dari hasil rekomendasi kita untuk mencegah banjir. Untuk berapa yang sudah ditegur datanya ada di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Depok,” ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kekeringan di Jakarta, Warga Munjul Minta Pemprov Berikan Tangki Air dan Sumur

Kekeringan di Jakarta, Warga Munjul Minta Pemprov Berikan Tangki Air dan Sumur

Megapolitan
Rentetan Kejadian Penyiraman Cairan Kimia, Diracik Sambil Ngopi di Samping Kantor Polisi

Rentetan Kejadian Penyiraman Cairan Kimia, Diracik Sambil Ngopi di Samping Kantor Polisi

Megapolitan
Gubernur dan DPRD DKI Terancam Tak Digaji 6 Bulan jika Tak Sahkan APBD 2020 hingga 30 November

Gubernur dan DPRD DKI Terancam Tak Digaji 6 Bulan jika Tak Sahkan APBD 2020 hingga 30 November

Megapolitan
Digugat OC Kaligis, Bambang Widjojanto: Lagi Cari Panggung

Digugat OC Kaligis, Bambang Widjojanto: Lagi Cari Panggung

Megapolitan
Pelamar CPNS Kabupaten Tangerang Sudah Tembus 2.670 Orang

Pelamar CPNS Kabupaten Tangerang Sudah Tembus 2.670 Orang

Megapolitan
Limpasan Air Turun dari Jalan Tol Becakayu Saat Hujan Kemarin

Limpasan Air Turun dari Jalan Tol Becakayu Saat Hujan Kemarin

Megapolitan
AKBP Benny Alamsyah, Ditegur karena Foto dengan Vitalia Sesha hingga Pakai Narkoba

AKBP Benny Alamsyah, Ditegur karena Foto dengan Vitalia Sesha hingga Pakai Narkoba

Megapolitan
PA 212 Klaim Dapat Izin Anies Selenggarakan Reuni Akbar di Monas, DKI Bilang Masih Akan Dibahas

PA 212 Klaim Dapat Izin Anies Selenggarakan Reuni Akbar di Monas, DKI Bilang Masih Akan Dibahas

Megapolitan
OC Kaligis Gugat Anies Baswedan karena Tunjuk BW Jadi Anggota TGUPP

OC Kaligis Gugat Anies Baswedan karena Tunjuk BW Jadi Anggota TGUPP

Megapolitan
Konsep Mirip Stadion Premiere League, Begini Cara JIS Antisipasi Penonton Terjun ke Lapangan

Konsep Mirip Stadion Premiere League, Begini Cara JIS Antisipasi Penonton Terjun ke Lapangan

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Batasi Jumlah Pedagang yang Jualan Saat CFD

Pemprov DKI Belum Batasi Jumlah Pedagang yang Jualan Saat CFD

Megapolitan
Sepekan Sebelum Bunuh Diri, Pilot Wings Air Kerap Mengurung Diri di Kamar Indekos

Sepekan Sebelum Bunuh Diri, Pilot Wings Air Kerap Mengurung Diri di Kamar Indekos

Megapolitan
Dihampiri Samsat dan BPRD, Tukang Bangunan Kaget Disebut Nunggak Pajak Mobil Mewah

Dihampiri Samsat dan BPRD, Tukang Bangunan Kaget Disebut Nunggak Pajak Mobil Mewah

Megapolitan
Rel Antara Stasiun Pasar Minggu dan UI Sempat Patah, KRL Sudah Bisa Melintas

Rel Antara Stasiun Pasar Minggu dan UI Sempat Patah, KRL Sudah Bisa Melintas

Megapolitan
KCI Siapkan KRL sebagai Feeder untuk Pangkas Waktu Tempuh Rangkasbitung-Tanah Abang dan Cikarang-Jakarta Kota

KCI Siapkan KRL sebagai Feeder untuk Pangkas Waktu Tempuh Rangkasbitung-Tanah Abang dan Cikarang-Jakarta Kota

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X