Cerita Ahok soal Penolakan Pembangunan MRT Layang

Kompas.com - 01/05/2019, 09:51 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok mengunjungi rumah Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019). KOMPAS.com/Nibras Nada Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok mengunjungi rumah Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menceritakan pengalamannya turut membangun moda raya terpadu ( MRT).

Ia menyinggung pengalaman soal MRT ketika ditanya solusi yang harus diterapkan untuk mengatasi banjir Jakarta.

"Saya enggak tahu teori ini, kita tuh kadang-kadang begini, saya tadi di Jepang, saya sampai videoin, saya ketawa-tawa. Saya enggak tahu mau ngomong siapa, dulu ada yang ngomong ngapain bikin jalan layang-layang, dibongkar, coba lihat di Jepang," ujar Ahok ditemui di rumah Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019).

Baca juga: MRT Beroperasi, Pengembang Berlomba Tawarkan Properti

Menurut dia, rel kereta di Jepang berbentuk layang.

Seperti di Jakarta, separuh rute MRT, yakni dari Senayan hingga Lebak Bulus, berada di rel layang.

"Di Jepang kereta api layang, di atas lho. Dulu kita mau bikin MRT dimaki-maki, ngoceh macam-macam, termasuk jalan layang berapa tingkat katanya salah," katanya. 

Baca juga: Transjakarta Tambah 3 Rute Baru yang Terintegrasi Stasiun MRT

Padahal, kata Ahok, jika Jepang salah dalam membangun, produknya tak akan laris di negara lain.

Kesuksesan maupun kesalahan negara lain dalam pembangunan, seharusnya tinggal dijadikan pembelajaran di Indonesia.

"Jadi di dunia ini enggak ada yang baru, kita negara yang terlambat bangun itu untung, enggak usah teori baru, nyontek saja kesalahan negara lain, kalau negara itu kita contek," ujar Ahok. 

Baca juga: Akankah Diskon Tarif MRT Diperpanjang?

Ketika MRT mulai dibangun pada 2013, sejumlah orang atas nama Masyarakat Peduli MRT menolak MRT di sepanjang Jalan Fatmawati dibangun di konstruksi layang.

Proyek itu dianggap akan merusak tatanan kota di sana.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Warga Jual Paket Bantuan Sembako di Facebook, Ini Penjelasan Penjualnya

Viral Warga Jual Paket Bantuan Sembako di Facebook, Ini Penjelasan Penjualnya

Megapolitan
Pengalaman Dirut Baru Transjakarta Sardjono Jhony: Pilot, CEO Merpati, hingga Bos di Angkasa Pura I

Pengalaman Dirut Baru Transjakarta Sardjono Jhony: Pilot, CEO Merpati, hingga Bos di Angkasa Pura I

Megapolitan
Polri Buka Kembali Layanan Pembuatan dan Perpanjangan SIM, STNK, dan BPKB

Polri Buka Kembali Layanan Pembuatan dan Perpanjangan SIM, STNK, dan BPKB

Megapolitan
Belasan Ribu Orang Langgar PSBB di Jakarta, Total Denda Hampir Rp 600 Juta

Belasan Ribu Orang Langgar PSBB di Jakarta, Total Denda Hampir Rp 600 Juta

Megapolitan
Galaunya Ibu Hamil Gara-gara Corona...

Galaunya Ibu Hamil Gara-gara Corona...

Megapolitan
Anies Sebut Krisis Ekonomi Mulai Terasa di Jakarta Dampak Covid-19

Anies Sebut Krisis Ekonomi Mulai Terasa di Jakarta Dampak Covid-19

Megapolitan
Pemkot Susun Regulasi Penerapan New Normal Kota Bekasi

Pemkot Susun Regulasi Penerapan New Normal Kota Bekasi

Megapolitan
UPDATE 29 Mei Depok: Tambah 4 Pasien Positif, Jumlah PDP dan ODP Turun

UPDATE 29 Mei Depok: Tambah 4 Pasien Positif, Jumlah PDP dan ODP Turun

Megapolitan
Bioskop hingga Tempat Karaoke di Bekasi Akan Beroperasi jika New Normal Diterapkan

Bioskop hingga Tempat Karaoke di Bekasi Akan Beroperasi jika New Normal Diterapkan

Megapolitan
Cerita Ibu Hamil Pilih Periksa di Bidan Selama Pandemi Covid-19

Cerita Ibu Hamil Pilih Periksa di Bidan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Megapolitan
Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Megapolitan
Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X