Ketika Seorang Teknisi Ditangkap karena Manfaatkan Pekerjaannya untuk Bobol ATM

Kompas.com - 15/05/2019, 14:46 WIB
Kapolsek Kramat Jati, Jakarta Timur, Kompol Nurdin saat konferensi pers pengungkapan kasus pembobolan ATM di Condet, Selasa (14/5/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKapolsek Kramat Jati, Jakarta Timur, Kompol Nurdin saat konferensi pers pengungkapan kasus pembobolan ATM di Condet, Selasa (14/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com- Polisi membekuk seorang pria bernama Mardiansyah karena dilaporkan membobol tiga mesin ATM yang berada di Jalan Condet Raya, Jakarta Timur.

Kapolsek Kramat Jati Kompol Nurdin mengatakan, Mardianysah merupakan teknisi perbaikan mesin ATM yang memanfaatkan pekerjaannya untuk membobol mesin ATM.

"Pelaku adalah pegawai yang akan melakukan servis kalau ATM itu rusak. Pada tanggal 27 itu, atas perintah pimpinannya, dia melaksanakan pemeriksaan di tiga ATM berbeda," kata Nurdin kepada wartawan, Selasa (14/5/2019).

Baca juga: Teknisi ATM Bobol Uang hingga Puluhan Juta di Condet

Nurdin menuturkan, Mardiansyah sebetulnya didampingi oleh petugas keamanan bernama Haris saat melakukan tugasnya.

Namun, Mardiansyah justru memanfaatkan kelengahan Haris dan mengambil anak kunci mesin-mesin ATM, lalu mengambil uang tunai yang berada dalam mesin ATM.

"Saat dia lengah dan diajak ngobrol, kemudian kunci diambil di tas. Lalu dia buka (mesin ATM) itu sampai dia kembali lagi, dia taruh lagi," kata Nurdin.

Baca juga: Bayar Utang, Motif Teknisi Bobol 3 Mesin ATM di Condet

Setelah mendapat kunci mesin ATM, Mardianysah berpura-pura ke toilet untuk menjauhi Haris. Namun, nyatanya ia justru membobol mesin ATM yang ada di dalam minimarket.

"Dia itu kan teknisi, tidak orang yang curiga karena dia juga petugas itu dengan menggunakan baju seragam," ujar Nurdin.

Uang sebesar Rp 36.050.000 yang didapat Mardiansyah dari aksi pembobolan tiga mesin ATM itu sudah ludes saat ia ditangkap polisi.

"Buat kebutuhan sehari-hari sama bayar utang," katanya singkat sambil menundukan kepala saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolsek Kramat Jati.

Mardiansyah mengaku baru sekali melakukan aksinya meski sudah dua tahun bekerja sebagai teknisi perbaikan mesin ATM.

Adapun aksi Mardiansyah terungkap setelah polisi menerima laporan pembobolan ATM dan memeriksa rekaman CCTV yang menangkap aksi Mardiansyah saat membobol ATM.

Akibat perbuatannya, Mardiansyah dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyandang Disabilitas hingga Lansia di Jakut Bisa Urus e-KTP di Rumah, Begini Caranya

Penyandang Disabilitas hingga Lansia di Jakut Bisa Urus e-KTP di Rumah, Begini Caranya

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Megapolitan
Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Tambah Layanan Bike Sharing di Ibu Kota

Pemprov DKI Bakal Tambah Layanan Bike Sharing di Ibu Kota

Megapolitan
Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Megapolitan
Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Megapolitan
Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Putuskan untuk Menarik Commitment Fee Formula E

Pemprov DKI Belum Putuskan untuk Menarik Commitment Fee Formula E

Megapolitan
Benyamin Davnie Targetkan Dapat Dukungan 4 Partai dalam Pilkada Tangsel

Benyamin Davnie Targetkan Dapat Dukungan 4 Partai dalam Pilkada Tangsel

Megapolitan
Pendapatan Kota Tangerang Sempat Anjlok 90 Persen akibat Covid-19, Anggaran Pendidikan Terancam Dialihkan

Pendapatan Kota Tangerang Sempat Anjlok 90 Persen akibat Covid-19, Anggaran Pendidikan Terancam Dialihkan

Megapolitan
Tak Ada Juknis dari Pemerintah, Penyelenggaraan MPLS Disebut Tanpa Standar yang Jelas

Tak Ada Juknis dari Pemerintah, Penyelenggaraan MPLS Disebut Tanpa Standar yang Jelas

Megapolitan
Pegawai Dishub Depok yang Cegat Ambulans Akan Dilaporkan ke Badan Kepegawaian

Pegawai Dishub Depok yang Cegat Ambulans Akan Dilaporkan ke Badan Kepegawaian

Megapolitan
Pilotnya Terjerat Narkoba, Citilink Lakukan Tes Urine ke Karyawan

Pilotnya Terjerat Narkoba, Citilink Lakukan Tes Urine ke Karyawan

Megapolitan
Benyamin Davnie Klaim Dapat Dukungan dari PPP untuk Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Benyamin Davnie Klaim Dapat Dukungan dari PPP untuk Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Megapolitan
Hari Pertama Pengenalan Sekolah, Apa Saja Kegiatan dan Materi yang Diberikan?

Hari Pertama Pengenalan Sekolah, Apa Saja Kegiatan dan Materi yang Diberikan?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X