Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/05/2019, 17:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - HS (25), tersangka yang mengancam akan memenggal Presiden Joko Widodo menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden melalui surat yang ditulis di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.  Isi surat tersebut ditunjukkan oleh kuasa hukum HS, Sugiarto Atmowijoyo, kepada wartawan.

Surat itu ditulis dengan tulisan tangan dan ditandatangani HS pada 21 Mei 2019.

Baca juga: Digiring Polisi, Perempuan Perekam dan Penyebar Video Ancam Penggal Jokowi Tertunduk

Berikut isi lengkap surat tersebut:

Saya memohon maaf dengan Bapak Ir. H. Joko Widodo yang terhormat atas ucapan saya yang sudah mengancam Bapak Ir. H. Joko Widodo Presiden Republil Indonesia.

Saya tidak ada maksud mengancam bapak untuk membunuh/memenggal kepala Bapak Ir. H. Joko Widodo. Saya memohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan saya atas kesalahan saya yang fatal. Sedianya agar dimaafkan oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo dan masyarakat indonesia.

Demikian surat permohomam maaf ini yang sudah mengancam Presiden Republik Indonesia yaitu Bapak Ir. H. Joko Widodo. Saya sampaikan atas perhatian dan kemurahan hati bapak yang terhormat, saya ucapkan terima kasih.

HS telah ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, pada Minggu dua pekan lalu.

Polisi juga mengamankan barang bukti, di antaranya jaket, tas, dan telepon genggam, di rumahnya di kawasan Palmerah.

HS diduga telah melontarkan ancaman untuk memenggal Presiden Joko Widodo saat dia ikut serta dalam aksi demonsrasi di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin pada 10 Mei 2019.

HS kini dijerat dengan pasal makar, yakni Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP, Pasal 336 dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukumannya adalah seumur hidup.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Tahap Pembuktian Kasus Narkoba Teddy Minahasa Digelar 13 Februari 2023

Sidang Tahap Pembuktian Kasus Narkoba Teddy Minahasa Digelar 13 Februari 2023

Megapolitan
Sampah Menggunung 8 Ton per Hari, DPRD DKI Minta Revitalisasi Pasar Kramat Jati Perhatikan Penanganan Limbahnya

Sampah Menggunung 8 Ton per Hari, DPRD DKI Minta Revitalisasi Pasar Kramat Jati Perhatikan Penanganan Limbahnya

Megapolitan
Petugas Dinas SDA Perbaiki 43 Sumur Resapan di Gambir dan Menteng yang Rusak

Petugas Dinas SDA Perbaiki 43 Sumur Resapan di Gambir dan Menteng yang Rusak

Megapolitan
Kemacetan di Area JIS Saat Konser Dewa 19, Kadishub DKI Klaim Sudah Lakukan Rekayasa Lalin

Kemacetan di Area JIS Saat Konser Dewa 19, Kadishub DKI Klaim Sudah Lakukan Rekayasa Lalin

Megapolitan
Bos Kantor Hukum di Jaksel Dilaporkan Eks Karyawan karena Tahan Ijazah Selama Empat Tahun

Bos Kantor Hukum di Jaksel Dilaporkan Eks Karyawan karena Tahan Ijazah Selama Empat Tahun

Megapolitan
Rawat Anjing hingga Kucing yang Sakit di Rumahnya, Pemilik Pejaten Shelter Diprotes Tetangga

Rawat Anjing hingga Kucing yang Sakit di Rumahnya, Pemilik Pejaten Shelter Diprotes Tetangga

Megapolitan
Dinkes DKI Masih Telusuri Penyebab Satu Anak Jadi Suspek Gagal Ginjal Akut

Dinkes DKI Masih Telusuri Penyebab Satu Anak Jadi Suspek Gagal Ginjal Akut

Megapolitan
Ayah Balita di Rawa Terate Jaktim Tak Tahu Anaknya Dianiaya Ibu Tiri

Ayah Balita di Rawa Terate Jaktim Tak Tahu Anaknya Dianiaya Ibu Tiri

Megapolitan
Warga Bekasi Kejar Maling yang Hendak Curi Motornya, Ternyata Bawa Senjata Api

Warga Bekasi Kejar Maling yang Hendak Curi Motornya, Ternyata Bawa Senjata Api

Megapolitan
DPRD DKI Tunggu Heru Budi Resmi Cabut Rancangan Peraturan ERP

DPRD DKI Tunggu Heru Budi Resmi Cabut Rancangan Peraturan ERP

Megapolitan
Angin Kencang di Depok, 9 Pohon Tumbang dan Atap Rumah Warga Ambruk

Angin Kencang di Depok, 9 Pohon Tumbang dan Atap Rumah Warga Ambruk

Megapolitan
Mirisnya Kondisi Anak yang Ditelantarkan Ibu Kandung di Pelintasan Rel Kereta, Tubuh Penuh Luka Bakar dan Sayatan

Mirisnya Kondisi Anak yang Ditelantarkan Ibu Kandung di Pelintasan Rel Kereta, Tubuh Penuh Luka Bakar dan Sayatan

Megapolitan
Pemprov DKI Serahkan Data Kependudukan ke BPS untuk Entaskan Kemiskinan di Jakarta

Pemprov DKI Serahkan Data Kependudukan ke BPS untuk Entaskan Kemiskinan di Jakarta

Megapolitan
DKI Jakarta Akan Dijadikan Prototipe Wilayah dengan Pengelolaan Data yang Baik

DKI Jakarta Akan Dijadikan Prototipe Wilayah dengan Pengelolaan Data yang Baik

Megapolitan
Uji Coba ETLE 'Drone', Satlantas Tangerang Tangkap 150 Pelanggar Lalu Lintas

Uji Coba ETLE "Drone", Satlantas Tangerang Tangkap 150 Pelanggar Lalu Lintas

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.