Rayuan Pulau Reklamasi

Kompas.com - 14/06/2019, 06:45 WIB
Suasana di Food Street Pulau D, pulau hasil reklamasi Teluk Jakarta, Kamis (13/6/2019). KOMPAS.com/Vitorio MantaleanSuasana di Food Street Pulau D, pulau hasil reklamasi Teluk Jakarta, Kamis (13/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pulau D, pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta, merupakan satu dari empat pulau yang telanjur dibangun oleh pengembang. Total ada 17 pulau yang hendak dibangun. Namun 13 pulau lainya, yang belum dibangun, dicabut izinnya tahun lalu oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Dengan adanya jembatan penghubung antara Pulau D dengan daratan Jakarta, tak heran jika pulau itu mengundang rasa ingin tahu warga Ibu Kota.

Sejumlah warga Jakarta ibarat tersedot ke pulau itu saat siang telah berganti malam. Area Food Street yang berlokasi tak jauh dari jembatan penghubung itu jadi sasaran mereka. Ada puluhan kios makanan yang siap menghidangkan aneka pesanan dan deretan meja makan yang tampak nyaman untuk "nongkrong".

Baca juga: Pulau D Reklamasi yang Berdenyut Malam Hari...

Terdapat pula dua unit toilet ber-AC di masing-masing sudut. Iringan musik, semilir angin, dan naungan lampu-lampu kecil yang menerangi Food Street jadi nilai plus. Beberapa petugas kebersihan juga mondar-mandir membereskan piring kotor.

Saat malam datang, para pengunjung mulai berdatangan dari arah Pantai Indah Kapuk (PIK). Beberapa membawa keluarga, teman, bahkan anjing peliharaan.

Jalan raya di depan Food Street yang buka sejak pukul 17.00 itu pun disulap jadi tempat parkir yang menampung lebih dari 30 mobil pengunjung.

Tanda-tanda pengerjaan proyek di Pulau D, pesisir hasil reklamasi di Teluk Jakarta, Kamis (13/6/2019).KOMPAS.com/Vitorio Mantalean Tanda-tanda pengerjaan proyek di Pulau D, pesisir hasil reklamasi di Teluk Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Seorang pengunjung, Angga (47) menyebut bahwa ia dan keluarganya sengaja datang untuk mencicipi suasana di Food Street Pulau D karena penasaran.

"Baru pertama kali datang, lagi liburan saja anak-anak mau makan di sini. Sering lewat waktu itu, kok ramai, jadi mau cobain suasananya," ujar Angga, Kamis (13/6/2019) malam.

Pengunjung juga dapat berjalan kaki ke arah jembatan penghubung Pulau D dan daratan Jakarta. Di sana, pengunjung dapat berfoto dengan latar belakang kelap-kelip lampu kota dan gedung-gedung bertingkat yang instagrammable.

Hal itu misalnya dilakukan Audi (41), pengunjung asal Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Baca juga: Mengapa Anies Tak Bongkar Bangunan di Pulau Reklamasi?

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Megapolitan
Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Megapolitan
Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Megapolitan
Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Megapolitan
40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

Megapolitan
UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

Megapolitan
Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Megapolitan
Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Megapolitan
Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Megapolitan
Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X