Buka Jastip, Reseller Ini Jual Kaus Uniqlo x BT21 Rp 300.000

Kompas.com - 21/06/2019, 21:37 WIB
Antrean pengunjung Senayan City untuk mendapatkan koleksi Uniqlo X BT21.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Antrean pengunjung Senayan City untuk mendapatkan koleksi Uniqlo X BT21.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengunjung rela mengantre membeli kaus Uniqlo T-shirt (UT) x BT21 untuk dijual kembali. 

Seperti yang terlihat di gerai Uniqlo Mal Pondok Indah, Jakarta Selatan, beberapa pengunjung membeli kaus karena membuka jasa titip atau jastip

Lala (20), pengunjung asal Pondok Indah mengaku membeli kaus ini untuk dijualnya kembali.

Sebab, menurut dia, hal tersebut dapat membuahkan keuntungan.


Baca juga: Remaja Ini Rela Antre Panjang Beli Kaus Uniqlo x BT21 untuk Dipakai Nonton Konser BTS

"Kalau saya jujur saja buat jastip sih, Mbak. Lumayan nanti saya jual Rp 300.000 pasti banyak yang mau," ucap Lala di Pondok Indah Mal, Jakarta Selatan, Jumat.

Lala mengatakan, dirinya juga akan datang lagi pada Sabtu (22/6/2019) esok pagi untuk mencari kaus ukuran M dan L.

"Besok juga ke sini lagi, ini mah tinggal sedikit ya. Besok pasti saya ke sini lagi pagi," ujarnya.

Baca juga: Cerita Penggemar BTS, Antre 7 Jam Tak Kebagian Kaus Uniqlo x BT21

Senada dengan Lala, Lina (19) mengaku membeli kaus BT21 untuk dijual kembali ke temannya.

Ia mengaku akan menjual kaus itu dengan harga Rp 200.000.

Uniqlo UT BT21 CollectionUniqlo Uniqlo UT BT21 Collection
"Jadi (keuntungan) Rp 50.000 buat uang jalan, lumayan. Ini teman saya pada nitip, makanya banyak belinya," kata Lina.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Ini Sejumlah Syarat untuk Huni Rusun Khusus Lansia di Cibubur

Ini Sejumlah Syarat untuk Huni Rusun Khusus Lansia di Cibubur

Megapolitan
Sindikat Penipu yang Jual Apartemen Fiktif di Ciputat Berhubungan Keluarga

Sindikat Penipu yang Jual Apartemen Fiktif di Ciputat Berhubungan Keluarga

Megapolitan
Demo di Depan Istana, Mahasiswa Papua Teriakkan Referendum

Demo di Depan Istana, Mahasiswa Papua Teriakkan Referendum

Megapolitan
Tipu 455 Orang Pembeli, Penjual Apartemen Fiktif di Ciputat Tak Pernah Urus IMB

Tipu 455 Orang Pembeli, Penjual Apartemen Fiktif di Ciputat Tak Pernah Urus IMB

Megapolitan
Uang Pelicin di Balik Alasan Kampus Jadi Surganya Bandar Narkoba

Uang Pelicin di Balik Alasan Kampus Jadi Surganya Bandar Narkoba

Megapolitan
Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Megapolitan
Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Megapolitan
Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Megapolitan
Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Megapolitan
Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Megapolitan
Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Megapolitan
Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Megapolitan
KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

Megapolitan
Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Megapolitan
Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X