Dalam Rekaman Video, Eggi Sudjana Berterima Kasih kepada Sufmi Dasco

Kompas.com - 24/06/2019, 18:02 WIB
Tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana (berbaju oranye baju seragam tahanan) bersama anggota Komisi 3 DPR RI, Sufmi Dasco, terekam dalam sebuah video yang diterima Kompas.com dari advokat Damai Hari Lubis. Tangkapan layar video advokat Damai Hari LubisTersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana (berbaju oranye baju seragam tahanan) bersama anggota Komisi 3 DPR RI, Sufmi Dasco, terekam dalam sebuah video yang diterima Kompas.com dari advokat Damai Hari Lubis.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana menyampaikan ucapan terima kasih kepada anggota Komisi 3 DPR RI, Sufmi Dasco. Eggi berterima kasih atas kesedian Dasco menjadi penjamin dalam permohonan penangguhan penahanan dirinya.

Ucapan terima kasih Eggi itu direkam dalam sebuah video yang diterima Kompas.com dari advokat Damai Hari Lubis, anggota tim kuasa hukum Eggi. Peristiwa dalam rekaman itu terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, Senin (24/6/2019).

Dalam video tersebut, Eggi masih mengenakan baju tahanan berwarna oranye. 

Baca juga: Pengacara Klaim Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

“Dari saya, khusus dengan hormat dan karena izin Allah, digerakkan hatinya Bung Dasco, Bung Habiburokhman, Pak Priyadi, Pak Lieus, Pak Kenken, dan istri saya, berupaya supaya saya bisa bebas, dibalas kebaikan oleh Allah,” kata Eggi dalam video itu.

Pengacara Eggi, Hendarsam Marantoko mengeklaim penangguhan penahanan kliennya telah dikabulkan penyidik Polda Metro Jaya. Eggi rencananya akan dibebaskan hari ini.

“Teman-teman semua, saya dengan Bang Dasco, dengan Bang Eggi. Alhamdulillah hari ini Bang Eggi, insya Allah hari ini penangguhannya dikabulkan, atas jaminan dari Bang Dasco, ada Bang Lieus juga, ada Bang Habiburokhman. Terima kasih Pak Dasco atas usahanya mati-matian membela para tokoh dan masyarakat pendukung Pak Prabowo," kata Hendarsam.

Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, penyidik masih melakukan penilaian untuk menangguhkan penahanan Eggi Sudjana. Argo belum mendapat informasi dari penyidik soal apakah penahan Eggi ditangguhkan atau tidak.

Argo menambahkan, banyak pihak yang sudah mengajukan menjadi penjamin Eggi. Namun, lanjut dia, keputusan akhir tetap berada di tangan penyidik karena penyidiklah yang bertanggung jawab mengenai penangguhan penahanan Eggi.

"Jadi hingga saat ini kami belum dapat info dari penyidik apakah Pak Eggi sudah ditangguhkan apa belum ditangguhkan. Kami masih tunggu informasi dari penyidik," kata Argo di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin.

Baca juga: Apa Kata Polisi soal Klaim Dikabulkannya Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana?

Eggi telah mengajukan penangguhan penahanan lewat Direktur Hukum dan Advokasi Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang juga Komisi 3 DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, pada 4 Juni 2019. 

Sementara itu, Polda Metro Jaya memperpanjang masa penahanan Eggi selama 40 hari. Masa penahanan Eggi sebelumnya habis pada 2 Juni 2019. Dia ditahan untuk waktu 20 hari sejak 14 Mei lalu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Megapolitan
Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Megapolitan
Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

Megapolitan
Kantor Wali Kota Jakbar Baru Pasang Foto Jokowi dan Ma'aruf Amin pada Awal November

Kantor Wali Kota Jakbar Baru Pasang Foto Jokowi dan Ma'aruf Amin pada Awal November

Megapolitan
PPP Galang Partai Non-parlemen untuk Bersaing di Pilkada Tangsel 2020

PPP Galang Partai Non-parlemen untuk Bersaing di Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Kadishub Tangsel Diintervensi Saat Tindak Sopir Truk, Benyamin: Sudah Risiko

Kadishub Tangsel Diintervensi Saat Tindak Sopir Truk, Benyamin: Sudah Risiko

Megapolitan
PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

Megapolitan
Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

Megapolitan
Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Megapolitan
Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Megapolitan
Setelah PDI-P dan PKB, Benyamin Davnie Juga Daftar Bakal Calon Walkot Tangsel ke PPP

Setelah PDI-P dan PKB, Benyamin Davnie Juga Daftar Bakal Calon Walkot Tangsel ke PPP

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ninoy Karundeng Bukan Rekayasa

Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ninoy Karundeng Bukan Rekayasa

Megapolitan
Satpol PP Razia Indekost di Kalideres

Satpol PP Razia Indekost di Kalideres

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X