2020, Pembuangan Sampah dari Depok ke Lulut Nambo Akan Diuji Coba 3 Bulan

Kompas.com - 25/06/2019, 20:38 WIB
Sampah di TPA Cipayung,  Depok,  Jumat (28/12/2018). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVASampah di TPA Cipayung, Depok, Jumat (28/12/2018).
Penulis Cynthia Lova
|

DEPOK, KOMPAS.com- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pemindahan sampah dari TPA Cipayung, Depok ke Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional-Lulut Nambo akan berlangsung pada Februari 2020 mendatang.

“Jadi kita target pembangunan selesai pada bulan Februari 2020, nah Depok mulai bisa buang sampah ke Lulut untuk uji coba selama tiga bulan,” ujar Analisis Perencanaan dan Pelaporan Unit Pelayanan Teknis Daerah Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Lufiandi, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/6/2019).

Ia mengatakan, saat ini pihaknya tengah lakukan pembangunan untuk memenuhi seluruh fasilitas TPPAS Lulut Nambo dengan Sanitary Landfill.

Baca juga: Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo


Sanitary Landfill adalah sistem pengelolaan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya dan menimbunnya dengan tanah.

“Sebenarnya IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) sudah ada, hanya kami ingin membangun pabrik pengolahannya di dalam TPPAS. Jadi supaya residu yang dibuang bisa sesedikit mungkin, karena kalau dibuang langsung resikonya bisa cepet penuh, itu yang jadi target kita,” ucap Lufiandi.

Selain itu, Lufiandi mengatakan, pihaknya juga sedang dalam proses memenuhi persyaratan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) terhadap warga sekitar.

Baca juga: Perayaan Ultah DKI di HI Hasilkan 73 Ton Sampah

“Jadi sebisa mungkin kami sedang meminimalisir sebisa mungkin kalau bisa tidak menimbulkan dampak apapun,” ujarnya.

Setelah semua fasilitas selesai dibangun, pihaknya langsung mulai melakukan commissioning atau pengujian alat sebelum dibuka secara resmi pada Juni 2020.

Namun, Lufiandi mengatakan, selama commissioning tersebut pemerintah daerah belum boleh membuang sampah sebanyak kuota yang diberikan

“Tidak 100 persen full beroperasi, awalnya mungkin 30 persen, kemudian bertahap di bulan selanjutnya, untuk menguji alat, kalau ada yang enggak sesuai diperbaiki lagi sampai siap semuanya,” kata Lufiandi.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Sidang Tahunan MPR, Polisi: Tidak Usah Demo, Lagi Covid-19

Ada Sidang Tahunan MPR, Polisi: Tidak Usah Demo, Lagi Covid-19

Megapolitan
Cekcok di Pesawat, Pimpinan KPK Pamolangi Nawawi Laporkan Putra Amien Rais ke Polisi

Cekcok di Pesawat, Pimpinan KPK Pamolangi Nawawi Laporkan Putra Amien Rais ke Polisi

Megapolitan
Mendiang Kadis Parekraf di Mata Anies dan Ariza: Pribadi yang Baik serta Berdedikasi

Mendiang Kadis Parekraf di Mata Anies dan Ariza: Pribadi yang Baik serta Berdedikasi

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Sediakan Banyak Alternatif Pengganti Kantong Plastik

Pemprov DKI Diminta Sediakan Banyak Alternatif Pengganti Kantong Plastik

Megapolitan
Fakta Kantor BMKG Ditutup Sementara akibat Covid-19: WFH Diterapkan, Peringatan Dini Bencana Tetap Berjalan

Fakta Kantor BMKG Ditutup Sementara akibat Covid-19: WFH Diterapkan, Peringatan Dini Bencana Tetap Berjalan

Megapolitan
Ada Sidang Tahunan di DPR, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas

Ada Sidang Tahunan di DPR, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas

Megapolitan
PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang Lagi: Positivity Rate 8,7 Persen, Kini CFD Ditiadakan

PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang Lagi: Positivity Rate 8,7 Persen, Kini CFD Ditiadakan

Megapolitan
Fakta-fakta Pengusaha Pelayaran Tewas Ditembak di Kelapa Gading

Fakta-fakta Pengusaha Pelayaran Tewas Ditembak di Kelapa Gading

Megapolitan
UPDATE 13 Agustus: Bertambah 34, Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi Capai 682

UPDATE 13 Agustus: Bertambah 34, Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi Capai 682

Megapolitan
Pembangunannya Sempat Terhambat, Jalur DDT Manggarai-Cikarang Diharapkan Rampung 2021

Pembangunannya Sempat Terhambat, Jalur DDT Manggarai-Cikarang Diharapkan Rampung 2021

Megapolitan
Lokasi Samsat Keliling di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok Hari Ini

Lokasi Samsat Keliling di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok Hari Ini

Megapolitan
HUT Ke-75 RI, Ancol Gelar Pengibaran Bendera di Akuarium Besar Sea World

HUT Ke-75 RI, Ancol Gelar Pengibaran Bendera di Akuarium Besar Sea World

Megapolitan
Kasus Covid-19 Tinggi, Pemkot Bogor Imbau Perlombaan 17 Agustus Tidak Digelar

Kasus Covid-19 Tinggi, Pemkot Bogor Imbau Perlombaan 17 Agustus Tidak Digelar

Megapolitan
Kisah Relawan Sapu Ranjau Paku, Kumpulkan 4 Ton hingga Pernah Ditabrak Motor

Kisah Relawan Sapu Ranjau Paku, Kumpulkan 4 Ton hingga Pernah Ditabrak Motor

Megapolitan
Warga Abai, Pemkot Setengah Hati, Pandemi Covid-19 di Depok bagai Bom Waktu?

Warga Abai, Pemkot Setengah Hati, Pandemi Covid-19 di Depok bagai Bom Waktu?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X