Kompas.com - 02/07/2019, 05:30 WIB
Nana Suryana, anggota PPSU Ujung Menteng menanam sayuran, buah dan bunga memanfaatkan lahan kosong di pinggir Banjir Kanal Timur, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Utara, Kamis (16/5/2019). Menurut Nana duld tempat ini dijadikan tempat pembuangan sampah liar oleh warga. Ia bersama anggota PPSU lainnya berinisiatif membuat penghijauan di kawasan ini. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMONana Suryana, anggota PPSU Ujung Menteng menanam sayuran, buah dan bunga memanfaatkan lahan kosong di pinggir Banjir Kanal Timur, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Utara, Kamis (16/5/2019). Menurut Nana duld tempat ini dijadikan tempat pembuangan sampah liar oleh warga. Ia bersama anggota PPSU lainnya berinisiatif membuat penghijauan di kawasan ini.

Menurut dia, tanaman sayur seperti kangkung dan sawi menjadi primadona pertanian masyarakat di Kanal Banjir Timur.

Pasalnya, masa panen komoditas itu bisa dua kali dalam sebulan.

"Satu panen bisa ngehasilin Rp 450.000 untuk kangkung, bayangin aja lumayan kalau sebulan dua kali panen. Cuman capek di awal, setelah itu cuman siram pagi-sore aja pas pulang kerja masyarakat tuh," kata dia.

Pekerjaan sampingan

Melihat potensi besar dari pemanfaatan lahan di bantaran kanal, warga mulai melirik pertanian sebagai pekerjaan sampingan.

Sejak 2016, warga mulai membuka lahan, merapikan pinggiran sungai agar kontur tanah rata dan bisa ditanami tanaman.

Namun baru serius menekuni bidang pertanian pada 2018 saat Mentan Amran Sulaiman blusukan dan memberikan bantuan berupa bibit sayuran, alat dan mesin pertanian seperti pompa air, alat semprot dan cultivator.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu, Amran menyebutkan terdapat potensi lahan pertanian sepanjang 25 kilometer atau seluas 50 hektare yang dapat dikelola menjadi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

"Bisa dibayangkan ini panjangnya 25 kilometer, kalau ditanami cabai semua bisa mensuplai 30 sampai 50 persen untuk DKI Jakarta," kata Amran beberapa waktu lalu.

Menurut dia, jika lahan bantaran sungai Kanal Banjir Timur dikelola dengan serius, pasokan sayur-sayuran di Jakarta dapat ditingkatkan.

Keuntungan dari KRPL ini selain masyarakat dapat menambah penghasilan dari penjualan cabai dan sayuran.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak perlu lagi mengerahkan tenaga kerja untuk membersihkan alang-alang rumput pinggir sungai.

"Kalau dihitung, pinggir sungai ini 50 hektare, jika produksi 10 ton per hektare, bisa menghasilkan cabai hingga 500 ton. Ini akan menjadi percontohan, nanti akan masuk di daerah lain," katanya.

Ubay (29) salah satu warga Duren Sawit telah merasakan manfaat dari hasil bertani di Kanal Banjir Timur.

Sehari-harinya, ia merupakan salah satu pekerja las di pinggir BKT. Untuk menambah penghasilan, ia menanam cabai dan kangkung di bantaran kali.

Halaman:


Video Rekomendasi

Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Pelaku Ditangkap, Ranjau Paku Masih Bertebaran di Jalan Gatot Soebroto dan Jalan MT Haryono

Satu Pelaku Ditangkap, Ranjau Paku Masih Bertebaran di Jalan Gatot Soebroto dan Jalan MT Haryono

Megapolitan
Dinkes DKI: 15 Persen Remaja Belum Vaksin Covid-19 karena Terhalang Izin Orangtua

Dinkes DKI: 15 Persen Remaja Belum Vaksin Covid-19 karena Terhalang Izin Orangtua

Megapolitan
BPBD: Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

BPBD: Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

Megapolitan
BPBD DKI Gunakan Karakter dan Alur Cerita Mirip Anime Tokyo Revengers untuk Konten Medsos

BPBD DKI Gunakan Karakter dan Alur Cerita Mirip Anime Tokyo Revengers untuk Konten Medsos

Megapolitan
Begini Progres Pembangunan 4 Rusunawa di Jakarta, Sudah Setengah Jadi

Begini Progres Pembangunan 4 Rusunawa di Jakarta, Sudah Setengah Jadi

Megapolitan
UPDATE 25 September: Ada 100 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Kota Tangerang

UPDATE 25 September: Ada 100 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Kota Tangerang

Megapolitan
Masih Ada 605 Kasus Aktif Covid-19 di Depok Saat Ini

Masih Ada 605 Kasus Aktif Covid-19 di Depok Saat Ini

Megapolitan
[Hak Jawab] Alvin Lim Klarifikasi Tuduhan Penculikan Anak dan Pencurian Ponsel

[Hak Jawab] Alvin Lim Klarifikasi Tuduhan Penculikan Anak dan Pencurian Ponsel

Megapolitan
2 Mayat Ditemukan dalam Rumah di Sukmajaya Depok, Polisi Sebut Nihil Tanda Kekerasan

2 Mayat Ditemukan dalam Rumah di Sukmajaya Depok, Polisi Sebut Nihil Tanda Kekerasan

Megapolitan
Ganjil-genap Margonda Depok, Dishub Berencana Sekat Kendaraan di 3 Titik Ini

Ganjil-genap Margonda Depok, Dishub Berencana Sekat Kendaraan di 3 Titik Ini

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Pungli terhadap PKL di Puri Beta Ciledug

Polisi Selidiki Dugaan Pungli terhadap PKL di Puri Beta Ciledug

Megapolitan
PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim Tolak Disebut Dipecat, Pengacara: Yang Benar Diberhentikan Tak Hormat

PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim Tolak Disebut Dipecat, Pengacara: Yang Benar Diberhentikan Tak Hormat

Megapolitan
Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Megapolitan
266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

Megapolitan
Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.