Sidang Kilat Bebasnya Dua Anak yang Diduga Terlibat Kerusuhan 22 Mei

Kompas.com - 07/08/2019, 15:50 WIB
Sejumlah massa aksi terlibat kericuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/209). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj. NOVA WAHYUDISejumlah massa aksi terlibat kericuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/209). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua dari sepuluh anak yang ditangkap saat kerusuhan 22 Mei divonis bebas oleh hakim saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa (6/8/2019) ini.

Proses persidangan ini diambil setelah diversi kedua belah pihak korban (polisi) dan terdakwa gagal.

Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Setelah dinyatakan diversi gagal, mereka pun akhirnya menjalani proses hukum selanjutnya dan berlanjut dengan persidangan.

Baca juga: Ini Alasan Hakim Bebaskan Dua Orang Anak yang Ditangkap Saat 22 Mei


Proses persidangan itu berlangsung dengan agenda pembacaan dakwaan, pemeriksaan empat saksi (polisi), tuntutan pledoi, dan langsung pembacaan putusan oleh hakim.

Semua dilakukan serentak pada hari yang sama, tepatnya, selama dua jam. Dalam sidang yang terbilang cukup kilat ini, hakin memutuskan kedua anak tersebut bebas.

Berikut fakta yang dihimpun Kompas.com terkait bebasnya dua anak yang diduga korban penangkapan peristiwa kerusuhan 22 Mei:

1. Dakwaan penganiayaan tak terbukti

Sebelumnya, dua anak itu yakni Dua anak berinisial R dan G didakwa pasal penganiayaan secara berkelompok yakni pasal 212, 214, dan 218 KUHP. Namun, dua pasal pertama terkait penganiayaan secara berkelompok ini nyatanya tidak terbukti.

Polisi yang saat itu diasumsikan jadi korban dua anak ini pun hanya luka ringan dan saat ini sudah beraktivitas kembali. Hal tersebut juga sudah dibuktikan hakim dengan memeriksa empat saksi (polisi) yang hadir.

Baca juga: Divonis Bebas, Dua Anak yang Ditangkap Saat 22 Mei Tak Terbukti Keroyok Polisi

Jadi, hanya pasal 218 KUHP tentang unjuk rasa yang terbukti dilakukan kedua anak itu. Kedua anak itu dinilai sudah memenuhi unsur pidana dalam pasal itu yakni tak menggubris perintah kepolisian untuk membubarkan diri di tengah kerumunan massa yang rusuh waktu itu.

2. Hakim terima pleidoi

Selain itu, hakim juga menerima seluruh pleidoi yang dibacakan kedua terdakwa. Hakim pun membebaskan kedua anak yang telah didakwa berbuat rusuh tersebut. 

Pleidoi yang dibacakan secara lisan dalam sidang tertutup itu menyebutkan sejumlah faktor keringanan yang hukum yang berhak diterima kedua anak ini seperti keduanya belum pernah dihukum dan masih belia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Pencurian Kabel PLN pada Kasus Bocah Tewas Tersetrum

Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Pencurian Kabel PLN pada Kasus Bocah Tewas Tersetrum

Megapolitan
Tol Kunciran-Serpong Diresmikan, Warga: Senang, Mau ke Mana-mana Jadi Cepat

Tol Kunciran-Serpong Diresmikan, Warga: Senang, Mau ke Mana-mana Jadi Cepat

Megapolitan
Tangan Jahil Beraksi Tiap Malam, Coret-coret Makam di TPU Menteng Pulo 2

Tangan Jahil Beraksi Tiap Malam, Coret-coret Makam di TPU Menteng Pulo 2

Megapolitan
Proyek Saluran Air Rusak Rumah Warga Cakung, Pemkot Minta Kontraktor Perbaiki

Proyek Saluran Air Rusak Rumah Warga Cakung, Pemkot Minta Kontraktor Perbaiki

Megapolitan
Cinta Mega Ingin Dewan Satukan Persepsi Sebelum Ungkap Anggaran, Pengamat: Paradigma Usang

Cinta Mega Ingin Dewan Satukan Persepsi Sebelum Ungkap Anggaran, Pengamat: Paradigma Usang

Megapolitan
Lantai 5 Mal Lokasari Plaza di Taman Sari Jakbar Terbakar

Lantai 5 Mal Lokasari Plaza di Taman Sari Jakbar Terbakar

Megapolitan
Warga Keluhkan Proyek Saluran Air di Cakung, Pemkot Salahkan Kontraktor

Warga Keluhkan Proyek Saluran Air di Cakung, Pemkot Salahkan Kontraktor

Megapolitan
Tanpa PSI, Komisi C DPRD DKI Gelar Konpers Bela Anggaran Komputer Rp 128,9 Miliar

Tanpa PSI, Komisi C DPRD DKI Gelar Konpers Bela Anggaran Komputer Rp 128,9 Miliar

Megapolitan
Seorang Pelajar Tewas dalam Laka Lantas Mobil Vs Sepeda Motor

Seorang Pelajar Tewas dalam Laka Lantas Mobil Vs Sepeda Motor

Megapolitan
Cara Mengganti E-KTP Setelah Pindah Domisili

Cara Mengganti E-KTP Setelah Pindah Domisili

Megapolitan
Wali Kota Tangsel Berharap Tol Kunciran-Serpong Bisa Atasi Macet

Wali Kota Tangsel Berharap Tol Kunciran-Serpong Bisa Atasi Macet

Megapolitan
Masuk Musim Hujan, Pemkot Jakpus Pangkas 9.302 Pohon di 8 Kecamatan

Masuk Musim Hujan, Pemkot Jakpus Pangkas 9.302 Pohon di 8 Kecamatan

Megapolitan
Komisi D DPRD DKI: Rusunami DP 0 Bukan Jawaban Kebutuhan Masyarakat

Komisi D DPRD DKI: Rusunami DP 0 Bukan Jawaban Kebutuhan Masyarakat

Megapolitan
Dua Pria Bawa Samurai Rampok Minimarket di Batu Ceper

Dua Pria Bawa Samurai Rampok Minimarket di Batu Ceper

Megapolitan
Viral, Pemalakan Sopir Mobil Bongkar Muat Sembako dengan Karcis Parkir Berlogo Ormas

Viral, Pemalakan Sopir Mobil Bongkar Muat Sembako dengan Karcis Parkir Berlogo Ormas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X