Imigrasi Jakpus Telusuri Keterlibatan Dua Pencari Suaka dalam Pusaran Prostitusi

Kompas.com - 08/08/2019, 14:41 WIB
Tiga orang imigran yang merupakan pencari suaka diamankan Satpol PP setelah tertangkap bersama wanita di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019). Dok. Kasatgas Satpol PP Sawah Besar Tiga orang imigran yang merupakan pencari suaka diamankan Satpol PP setelah tertangkap bersama wanita di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Imigrasi Jakarta Pusat menelusuri dua dari tiga orang warga negara asing (WNA) pencari suaka yang diduga terjerat kasus prostitusi di bawah umur.

Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Pusat Is Edy Eko Putranto mengatakan pihaknya akan mendalami lebih lanjut apakah dua pencari suaka ini terlibat dalam prostitusi.

"Kalau terbukti kami akan menyerahkan pada UNHCR selaku pihak yang berwenang dan menyerahkan ke penanggung jawab shelter pengungsian sebagai koreksi bagi mereka karena dua orang ini menetap di Shelter Mampang, Jakarta Selatan," katanya di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019).

Adapun tiga orang WNA yang diamankan Satpol PP, yakni HA (17), SM (15) WNA asal Afghanistan dan DC (42) WNA asal Nigeria. Awalnya tiga WNA ini ditemukan Satpol PP di salah satu hotel kawasan Jakarta Pusat.

Baca juga: 1 dari 3 Pencari Suaka yang Ketahuan Berbuat Mesum Dideportasi

Tiga WNA ini ditemukan bersama pasangannya masing-masing. Dua orang WNA asal Afghanistan bersama pasangannya di dalam satu kamar, sementara satu WNA asal Nigeria ditemukan di satu kamar lain bersama pasangannya.

Dalam pemeriksaannya, satu WNA asal Nigeria ini melanggar peraturan keimigrasian terkait izin tinggal atau overstay melebihi enam bulan.

Sementara dua WNA sisanya adalah pencari suaka yang masih di bawah umur dan masih di bawah naungan UNHCR.

Keduanya ditangkap ketika diduga melakukan tindakan mesum di sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat.

Setelah kejadian ini, WNA asal Nigeria yang melebihi izin tinggal atau overstay akan dideportasi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas GrabWheel Ditempatkan di JPO Hingga Pukul 02.00 WIB, Sosialisasi Aturan Penggunaan Skuter Listrik

Petugas GrabWheel Ditempatkan di JPO Hingga Pukul 02.00 WIB, Sosialisasi Aturan Penggunaan Skuter Listrik

Megapolitan
Kronologi Kecekalaan Mobil Camry dengan Skuter Listrik GrabWheel

Kronologi Kecekalaan Mobil Camry dengan Skuter Listrik GrabWheel

Megapolitan
Polisi Tembak Mati Pengedar Narkoba yang Ingin Merebut Senjata

Polisi Tembak Mati Pengedar Narkoba yang Ingin Merebut Senjata

Megapolitan
Ini Enam Kecelakaan Fatal yang Libatkan Skuter Listrik di Berbagai Negara dalam Setahun Terakhir

Ini Enam Kecelakaan Fatal yang Libatkan Skuter Listrik di Berbagai Negara dalam Setahun Terakhir

Megapolitan
Marak Skuter Listrik Melintas Jembatan Penyeberangan, Grab Pasang Tanda Larang Mengendarai GrabWheels di Setiap JPO

Marak Skuter Listrik Melintas Jembatan Penyeberangan, Grab Pasang Tanda Larang Mengendarai GrabWheels di Setiap JPO

Megapolitan
Polisi Imbau Skuter Listrik Tidak Digunakan di Jalan Raya

Polisi Imbau Skuter Listrik Tidak Digunakan di Jalan Raya

Megapolitan
Bekasi Punya Kapal Sampah, Kali Bekasi Akan Disekat

Bekasi Punya Kapal Sampah, Kali Bekasi Akan Disekat

Megapolitan
Asal Mula Warga Turunan Arab Penuhi Kawasan Condet

Asal Mula Warga Turunan Arab Penuhi Kawasan Condet

Megapolitan
Nyamar Jadi Polisi Gadungan, Bocah 13 Tahun yang Ditangkap di Ciputat Bercita-cita Jadi Polisi

Nyamar Jadi Polisi Gadungan, Bocah 13 Tahun yang Ditangkap di Ciputat Bercita-cita Jadi Polisi

Megapolitan
Kapal Buatan Jerman Disebut untuk Bantu Pemkot Bekasi Jangkau Sampah di Kali

Kapal Buatan Jerman Disebut untuk Bantu Pemkot Bekasi Jangkau Sampah di Kali

Megapolitan
Nunung dan Suami Dituntut Rehabilitasi Selama 1 Tahun 6 Bulan, Ini Hal Meringankan Menurut Jaksa

Nunung dan Suami Dituntut Rehabilitasi Selama 1 Tahun 6 Bulan, Ini Hal Meringankan Menurut Jaksa

Megapolitan
Penabrak Pengguna Skuter Listrik Tanggung Biaya Rumah Sakit Seluruh Korban

Penabrak Pengguna Skuter Listrik Tanggung Biaya Rumah Sakit Seluruh Korban

Megapolitan
Ini Alasan Pengguna Skuter Listrik yang Ditabrak Mobil Tak Melintas di Trotoar

Ini Alasan Pengguna Skuter Listrik yang Ditabrak Mobil Tak Melintas di Trotoar

Megapolitan
Mantan Staf Ahok Laporkan Dua Akun Twitter ke Polisi

Mantan Staf Ahok Laporkan Dua Akun Twitter ke Polisi

Megapolitan
211 Hektare Aset Pemprov DKI Bermasalah

211 Hektare Aset Pemprov DKI Bermasalah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X