Penyelundupan 500 Kg Ganja, Rencananya Akan Diedarkan ke Seluruh Indonesia

Kompas.com - 13/08/2019, 15:13 WIB
Deputi Bidang Pemberantasa Badan Narkotika Nasional Irjen Arman Depari di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (23/7/2019). DEAN PAHREVI/KOMPAS.comDeputi Bidang Pemberantasa Badan Narkotika Nasional Irjen Arman Depari di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (23/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan 500 kilogram ganja yang diselundupkan melalui Pelabuhan Tanjung Priok rencananya akan diedarkan ke seluruh Indonesia.

"Ini bakal diedarkan di seluruh Indonesia khususnya Pulau Jawa," kata Arman saat dikonfirmasi, Selasa (13/8/2019).

Bahkan, kata dia, barang haram yang berasal dari Aceh tersebut bisa saja dikirimkan kembali ke Pulau Sumatera apabila ada pesanan.

Arman juga mengatakan ratusan kilogram tersebut awalnya akan dikirimkan pelaku dari Aceh ke sebuah gudang yang ada di kawasan Ciledug, Tangerang.

Baca juga: Penyergapan di Pelabuhan Tanjung Priok, BNN Amankan 445 Bungkus Ganja Kering

"Bilamana ada pesanan maka didistribusikan melalui gudang tersebut sesuai permintaan," ucapnya.

Adapun hingga saat ini, BNN telah menangkap empat orang dalam kasus tersebut. Tersangka pertama diamankan di Pelabuhan Tanjung Priok saat hendak menjemput paket ganja itu.

Tersangka kedua diamankan di kawasan Ciledug, tempat penyimpanan ganja tersebut. Sementara satu orang lainnya yang berperan sebagai pengirim diamankan di Aceh.

BNN juga telah menangkap pengendali peredaran ganja tersebut di Banten.

Arman mengatakan penyergapan yang dilakukannya pada Senin malam itu merupakan pengembangan dari terungkapnya penyelundupan ganja dalam kompresor di Kramat Jati, Jakarta Timur.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Grafik 12 Juli: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE Grafik 12 Juli: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Megapolitan
Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Megapolitan
Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Megapolitan
PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

Megapolitan
Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Megapolitan
Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Megapolitan
Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Megapolitan
Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Megapolitan
Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Megapolitan
Anies Sebut Persebaran Covid-19  di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Anies Sebut Persebaran Covid-19 di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Megapolitan
Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Megapolitan
Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

Megapolitan
Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X