Sopir yang Truknya Ditabrak Polisi Dikeluarkan dari Tahanan

Kompas.com - 19/08/2019, 23:48 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang sopir truk hewan kurban bernama Bahtiar yang ditahan karena memakir truknya di pinggir jalan dan tidak memberi tanda peringatan telah diperbolehkan keluar dari tahanan.

Bahtiar sempat ditahan setelah seorang polisi tewas karena menabrak truknya yang diparkir sembarangan di kawasan Cilandan beberapa waktu lalu.

Kasatlantas Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Lilik Sumardi mengatakan, Bahtiar hanya diwajibkan untuk melapor setiap hari ke Polres Cilandak.

Baca juga: Polisi Tewas Setelah Tabrak Truk Hewan Kurban yang Sedang Berhenti

"Untuk sementara kami wajibkan lapor saja," kata Liliek di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Lilik menjelaskan, Bahtiar dianggap kooperatif selama proses pemeriksaan. Karena selalu berkelakuan baik, polisi mempertimbangkan melepaskan Bahtiar dengan status wajib lapor.

"Ini orang rumahnya ada, KTP-nya ada, rumahnya tetap di situ nggak ngontrak. Terus kesalahanya nggak fatal. Penilaian polisi nggak mungkin dia melarikan diri, jadi bisa tahanan luar," ucap dia.

Namun Lilik memastikan bahwa proses hukum masih berlangsung.

Kejadian tersebut berawal ketika Bahtiar berhenti untuk menurunkan hewan kurban di daerah Cilandak pada 10 Agustus dini hari lalu. Namun, dia tidak memasang segitiga pengaman.

Seorang polisi bernama Brigadir Sahri yang melaju dengan motornya menabrak mobil truk tersebut.

"Kalau umpamanya dia parkir di badan jalan, apalagi malam hari, wajib mengamankan diri dia, wajib mengamankan orang lain," ujarnya.

"Mungkin anggota masih ngantuk atau gimana, dia nabrak truk itu," kata Lilik.

Sahri mengalami luka di bagian hidung, mulut, kaki kiri, dan kanan. Dia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan tetapi nyawa tidak tertolong.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang Pasar Kemiri Kembangan Utara Diminta Patuhi Imbauan Kurangi Aktivitas

Pedagang Pasar Kemiri Kembangan Utara Diminta Patuhi Imbauan Kurangi Aktivitas

Megapolitan
Mulai 12 April, Penumpang Transjakarta, MRT, LRT Wajib Pakai Masker

Mulai 12 April, Penumpang Transjakarta, MRT, LRT Wajib Pakai Masker

Megapolitan
18 Orang Ditangkap karena Berkerumun Saat Ada Wabah Covid-19

18 Orang Ditangkap karena Berkerumun Saat Ada Wabah Covid-19

Megapolitan
Dampak Covid-19, Sebanyak 139.288 Pekerja di Jakarta Kena PHK dan Dirumahkan

Dampak Covid-19, Sebanyak 139.288 Pekerja di Jakarta Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Abaikan Imbauan Pemerintah, Warga Padati Pasar Kemiri Kembangan Utara

Abaikan Imbauan Pemerintah, Warga Padati Pasar Kemiri Kembangan Utara

Megapolitan
[UPDATE]: Sebaran 1.071 Pasien Positif Covid-19 di 191 Kelurahan Jakarta

[UPDATE]: Sebaran 1.071 Pasien Positif Covid-19 di 191 Kelurahan Jakarta

Megapolitan
Dapat Hak Asimilasi Dampak Covid-19, 130 Warga Binaan Lapas Salemba Bebas

Dapat Hak Asimilasi Dampak Covid-19, 130 Warga Binaan Lapas Salemba Bebas

Megapolitan
Ombudsman Jakarta Dukung Gubernur DKI Ajukan PSBB

Ombudsman Jakarta Dukung Gubernur DKI Ajukan PSBB

Megapolitan
Jasa Marga: Kecelakaan yang Menewaskan Wakil Jaksa Agung merupakan Kecelakaan Tunggal

Jasa Marga: Kecelakaan yang Menewaskan Wakil Jaksa Agung merupakan Kecelakaan Tunggal

Megapolitan
Setelah Didata Pemprov DKI, Pendaftar Kartu Pekerja Akan Diverifikasi Pemerintah Pusat

Setelah Didata Pemprov DKI, Pendaftar Kartu Pekerja Akan Diverifikasi Pemerintah Pusat

Megapolitan
Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Polres Jakbar Buat 'Warteg Peduli', Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Polres Jakbar Buat "Warteg Peduli", Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Megapolitan
1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

Megapolitan
Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Megapolitan
Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X