Saat Pertama Kali Polwan Pakai Moge, Warga Jakarta Heboh sampai Bikin Macet

Kompas.com - 05/09/2019, 05:30 WIB
Jamilah (kanan) dan Siswanti (kiri) datang ke markasnya di Kodak siang hari sehabis melaksanakan tugas. Foto diambil pada 14 Oktober 1981. KOMPAS/MUHAMMAD SUDARTO (DAR)Jamilah (kanan) dan Siswanti (kiri) datang ke markasnya di Kodak siang hari sehabis melaksanakan tugas. Foto diambil pada 14 Oktober 1981.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Polisi wanita mulai bertransformasi menjadi lebih modern. Polwan tak lagi hanya menangani perkara kejahatan terhadap wanita dan anak. Kini, sudah bisa kita lihat polwan-polwan yang mengemudi motor besar.

Merekalah Brigade Motor (BM) Polisi Wanita. Bagaimana BM Polisi Wanita ini bermula?

BM Polwan dihadirkan di Ibukota pertama kali pada Oktober 1981 dengan jumlah anggota sebanyak sebelas orang BM Polantas Kodak Jaya.

Tahun itu, Satpolantas Kodak Metro mendapatkan 44 orang anggota Polwan dari Pendidikan Sekolah Calon Bintara Polwan di Ciputat, Jakarta Selatan.


Baca juga: Kisah Enam Prajurit Wanita Bukittinggi, Polwan Pertama di Indonesia

Peluncuran BM Polwan itu mengalihkan perhatian para pengendara yang melintas dan membuat macet jalan-jalan protokol.

Sersan Dua Siswanti, anggota Brigade Motor Polisi Wanita Lalulintas Kodak Metro Jaya. Terkait foto dan berita yang dimuat Jumat, Kompas 16-10-1981.KOMPAS/MUHAMMAD SUDARTO (DAR) Sersan Dua Siswanti, anggota Brigade Motor Polisi Wanita Lalulintas Kodak Metro Jaya. Terkait foto dan berita yang dimuat Jumat, Kompas 16-10-1981.
Bukan karena mereka tidak mampu mengatur lalu lintas, tetapi banyak pengguna jalan yang sengaja melambatkan kendaraan.

Pengendara ingin meyakinkan diri bahwa petugas-petugas itu benar adalah wanita.

"Kadang-kadang timbul juga rasa jengkel, karena lampu sudah warna hijau, mata si pengemudi masih tetap memandang saya," tutur Sersan Dua Jamilah kepada Harian Kompas dalam berita berjudul "Hey, Ada Pahlawan Aljazair", edisi 16 Oktober 1981.

Baca juga: Mengenal Kompol Ocha, Polwan Berprestasi Pengungkap Penyelundupan Sabu Internasional

Menelusuri Harian Kompas edisi 16 Oktober 1981, BM Polwan saat itu dideskripsikan mengenakan seragam yang sama dengan polisi lalu lintas yang berkendaraan motor.

BM Polwan mengenakan sabuk putih dengan sarung pistol putih, dilengkapi borgol dan tempat peluru. Mengenakan helm dan bersepatu boots tinggi dengan celana panjang yang ketat.

Mereka menggunakan motor yang cukup berat, yaitu Yamaha 350 CC yang biasa digunakan Polantas Pria.

Pada saat itu, BM Polwan masih terasa asing bagi masyarakat ibukota. Pengendara sering kali memanggil mereka dengan panggilan "Pak" sebelum ditegur dan mendengar suara wanita dari balik helm si polisi.

Pendidikan BM Polwan

Pendidikan Bintara Polwan memakan waktu sembilan bulan, ditambah satu bulan untuk pendidikan khusus seperti BM, PJR (Patroli Jalan Raya) dan PK (Patroli Kota).

Setiap anggota BM Polwan Lantas sejak menempuh pendidikannya dilatih untuk mencintai sepeda motor.

Kemampuan mereka dalam mengendarai sepeda motor juga tidak kalah dengan rekan pria. Memotong perjalanan pengendaran, bermanuver zig-zag dan membentuk putaran merupakan salah satu teknis dasar yang harus mereka kuasai.

Baca juga: Kisah Bripda Linda dan Bripda Vellycia, Dua Srikandi Penjaga Malam di Utara Jakarta

Selain itu, rata-rata BM Polwan juga dilatih keahlian bela diri.

BM Polwan diharuskan mencuci sepeda motor dua hari sekali agar tetap bersih.

Saat awal peluncuran itu belum ada parkir motor di asrama mereka yang terletak di sebuah mess di Kodak Metro Jaya, sehingga mereka sering harus bangun tengah malam untuk memeriksa motornya.

Untuk menguatkan fisik, anggota BM kala itu diwajibkan bersenam balok. Balok dengan berat 35 Kg diangkat tiga orang Polwan dan dilempar ke arah tiga orang Polwan lainnya yang bertugas untuk menangkap balok itu.

Dengan begitu, otot-otot BM Polwan pun terbiasa menghadapi beban dan mengendarai motor berat.

Meski harus bertempur dengan jalanan, BM Polwan tidak pernah membawa kosmetik. Hanya sisir saja yang mereka bawa.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI: Baru 16 Persen Trotoar di Jakarta yang Ditata

Pemprov DKI: Baru 16 Persen Trotoar di Jakarta yang Ditata

Megapolitan
Nadiem Jadi Menteri, Pengemudi Ojol: Semoga Keluh Kesah Kita Mudah Didengar Pemerintah

Nadiem Jadi Menteri, Pengemudi Ojol: Semoga Keluh Kesah Kita Mudah Didengar Pemerintah

Megapolitan
Mahasiswa Bubar, Arus Lalu Lintas Sekitar Istana Merdeka Normal Kembali

Mahasiswa Bubar, Arus Lalu Lintas Sekitar Istana Merdeka Normal Kembali

Megapolitan
Anggota Grup WhatsApp Peluru Katapel Dicuci Otak soal Komunisme dan TKA China

Anggota Grup WhatsApp Peluru Katapel Dicuci Otak soal Komunisme dan TKA China

Megapolitan
Ma'ruf Amin Jadi Wakil Presiden, Tetangganya Berharap Abah Senantiasa Diberi Kesehatan

Ma'ruf Amin Jadi Wakil Presiden, Tetangganya Berharap Abah Senantiasa Diberi Kesehatan

Megapolitan
Usai Dilantik, Tak Ada Pengamanan Tambahan di Rumah Ma'ruf Amin di Koja

Usai Dilantik, Tak Ada Pengamanan Tambahan di Rumah Ma'ruf Amin di Koja

Megapolitan
Fraksi PDI-P Dominasi Pimpinan Komisi dan Badan di DPRD DKI dengan 6 Jabatan

Fraksi PDI-P Dominasi Pimpinan Komisi dan Badan di DPRD DKI dengan 6 Jabatan

Megapolitan
Slankers Jawa Tengah yang Terlunta di Bekasi Hanya Bawa Rp 50.000 Saat Berangkat ke Jakarta

Slankers Jawa Tengah yang Terlunta di Bekasi Hanya Bawa Rp 50.000 Saat Berangkat ke Jakarta

Megapolitan
Lahan Penyimpanan Besi Tua di Mustikajaya Bekasi Terbakar

Lahan Penyimpanan Besi Tua di Mustikajaya Bekasi Terbakar

Megapolitan
64 Slankers Terlunta di Bekasi Kehabisan Ongkos Pulang ke Jawa Tengah

64 Slankers Terlunta di Bekasi Kehabisan Ongkos Pulang ke Jawa Tengah

Megapolitan
Istri Sopir Ambulans Jadi Otak Penggelapan Mobil Rental di Tangsel

Istri Sopir Ambulans Jadi Otak Penggelapan Mobil Rental di Tangsel

Megapolitan
Menunggak Iuran BPJS dan Terlilit Hutang, Alasan Pasutri Gelapkan Mobil Rental

Menunggak Iuran BPJS dan Terlilit Hutang, Alasan Pasutri Gelapkan Mobil Rental

Megapolitan
Ini Daftar Pimpinan dan Anggota Empat Badan di DPRD DKI

Ini Daftar Pimpinan dan Anggota Empat Badan di DPRD DKI

Megapolitan
Forum Mahasiswa Bersatu: Jokowi Hanya Umbar Janji Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM

Forum Mahasiswa Bersatu: Jokowi Hanya Umbar Janji Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM

Megapolitan
Grup Peluru Katapel Komunikasi melalui WhatsApp dengan Menggunakan Sandi Khusus

Grup Peluru Katapel Komunikasi melalui WhatsApp dengan Menggunakan Sandi Khusus

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X