Warga yang Kehilangan Anggota Keluarga Saat Kecelakaan Tol Cipularang Diimbau Segera Lapor

Kompas.com - 05/09/2019, 16:00 WIB
Kepala Operasional Pelayanan Kedokteran Polri RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo kepada awak media di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (30/8/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIKepala Operasional Pelayanan Kedokteran Polri RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo kepada awak media di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (30/8/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga yang kehilangan anggota keluarga saat kecelakaan Tol Cipularang Senin (2/9/2019) lalu, diimbau untuk melaporkan data antemortem jenazah ke RS Polri guna mempercepat proses identifikasi jenazah.

Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan, sejauh ini pihak rumah sakit baru menerima dua data antemortem jenazah yang ternyata tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan empat jenazah yang ditangani RS Polri Kramat Jati.

Adapun data antemortem ialah data fisik jenazah sebelum meninggal. Data tersebut bisa berupa pakaian yang terakhir dikenakan, tanda lahir, foto diri terakhir, barang bawaan terakhir, cacat tubuh jika punya, tinggi dan berat badan serta lainnya.

Baca juga: Sudah Diperiksa, Identitas 4 Jenazah Korban Kecelakaan Tol Cipularang Belum Teridentifikasi

"Data antemortem yang kami dapatkan kemarin hanya dua, jadi kami masih membutuhkan dua lagi yang sampai saat ini masih kami tunggu. Bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga di kasus Tol Cipularang bisa menghubungi DVI RS Polri untuk menuliskan data-data antemortem sesuai standard DVI," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (5/9/2019).

Edy juga mengimbau warga yang hendak melapor agar menyertakan data antemortem lengkap jenazah kepada pihak rumah sakit.

"Warga itu biasanya hanya datang lapor saja tanpa menyertakan data-data yang kami butuhkan. Misalnya, foto-foto terakhir (jenazah), pakaian yang terakhir digunakan. Syukur-syukur kami punya data CCTV terakhir (yang terdapat jenazah) misal di bandara atau mall yang berkenaan dengan pakaian," ujar Edy.

Baca juga: Kemenhub Sidak Perusahaan Pemilik Truk yang Sebabkan Kecelakaan di Tol Purbaleunyi

Adapun sejauh ini pihak RS Polri sudah memeriksa keempat jenazah, namun hasil pemeriksaan tidak sesuai dengan dua data antemortem yang diterima pihak rumah sakit.

"Kemarin kami sudah periksa empat jenazah tersebut, sudah ada hasil pemeriksaan gigi dari beberapa jenazah. Namun setelah kita rekonsiliasi dengan data antemortem, ternyata belum ada yang match," ujar Edy.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan awal, dipastikan keempat jenazah itu berjenis kelamin wanita dewasa.

Sebelumnya, keempat jenazah tersebut dipindahkan dari RS MH Thamrin Purwakarta ke RS Polri Kramat Jati pada Senin karena tidak memiliki fasilitas freezer untuk menyimpan jenazah.

Adapun kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang KM 91 melibatkan 20 kendaraan dan menewaskan 8 orang pada Senin lalu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Raih Anugerah Pemda Informatif 3 Kali Berturut-turut

Pemprov DKI Raih Anugerah Pemda Informatif 3 Kali Berturut-turut

Megapolitan
Pemasangan Spanduk dan Baliho Liar Umumnya Terjadi di Akhir Pekan

Pemasangan Spanduk dan Baliho Liar Umumnya Terjadi di Akhir Pekan

Megapolitan
11 Anggota TNI Divonis Bersalah karena Aniaya Warga hingga Tewas

11 Anggota TNI Divonis Bersalah karena Aniaya Warga hingga Tewas

Megapolitan
Pura-pura Hendak Beli Pulsa, 2 Pria Rampok Minimarket di Bekasi

Pura-pura Hendak Beli Pulsa, 2 Pria Rampok Minimarket di Bekasi

Megapolitan
Normalisasi Saluran Air di Jalan Panjang Ditargetkan Rampung Desember

Normalisasi Saluran Air di Jalan Panjang Ditargetkan Rampung Desember

Megapolitan
Video Perampokan Minimarket di Bekasi Viral, Pelaku Ancam Karyawan dengan Celurit

Video Perampokan Minimarket di Bekasi Viral, Pelaku Ancam Karyawan dengan Celurit

Megapolitan
Polisi: Begal yang Tewaskan Tukang Ojek Beberapa Kali Lakukan Tindak Kejahatan

Polisi: Begal yang Tewaskan Tukang Ojek Beberapa Kali Lakukan Tindak Kejahatan

Megapolitan
Dibujuk Pacar, Perempuan yang Coba Bunuh Diri di Apartemen Akhirnya Selamat

Dibujuk Pacar, Perempuan yang Coba Bunuh Diri di Apartemen Akhirnya Selamat

Megapolitan
Lukai Polisi Saat Ditangkap, Begal di Jakarta Utara Tewas Ditembak

Lukai Polisi Saat Ditangkap, Begal di Jakarta Utara Tewas Ditembak

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan Bajing Loncat, Modus Saat Terjadi Macet

Polisi Tangkap Komplotan Bajing Loncat, Modus Saat Terjadi Macet

Megapolitan
'Jangan Ada Kriminalisasi Guru Jika Siswa Tertular Covid-19 karena KBM Tatap Muka...'

"Jangan Ada Kriminalisasi Guru Jika Siswa Tertular Covid-19 karena KBM Tatap Muka..."

Megapolitan
UPDATE 25 November: Bertambah 38, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 2.438

UPDATE 25 November: Bertambah 38, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 2.438

Megapolitan
UPDATE 25 November: Bertambah 1.273, Total Ada 130.461 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 25 November: Bertambah 1.273, Total Ada 130.461 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Kepulauan Seribu Punya Pembangkit Listrik Surya Hybrid Terbesar di DKI Jakarta

Kepulauan Seribu Punya Pembangkit Listrik Surya Hybrid Terbesar di DKI Jakarta

Megapolitan
Kisah Adi, Berbisnis Modifikasi Sepeda Listrik hingga Raup Omzet Rp 400 Juta

Kisah Adi, Berbisnis Modifikasi Sepeda Listrik hingga Raup Omzet Rp 400 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X