Kenangan Anies Pernah Dipanggil dan Diingatkan Habibie soal Reklamasi

Kompas.com - 12/09/2019, 13:58 WIB
Sejumlah kerabat dan warga berada di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata untuk menghadiri pemakaman almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie di Jakarta, Kamis (12/9/2019). Rencananya, BJ Habibie bakal dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Kamis siang. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYSejumlah kerabat dan warga berada di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata untuk menghadiri pemakaman almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie di Jakarta, Kamis (12/9/2019). Rencananya, BJ Habibie bakal dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Kamis siang.
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengulang kembali ingatannya soal sosok Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie.

Anies mengaku pernah dipanggil Habibie saat publik ramai-ramai membicarakan proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Saat itu, Habibie mengingatkan Anies.

"Waktu kemarin lagi ramai reklamasi, saya dipanggil Pak Habibie. 'Anies, yang dihadapi tuh besar loh Nies, kamu hati-hati. Ini raksasa loh, kamu hati-hati'," ujar Anies menirukan ucapan Habibie di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (12/9/2019).

Baca juga: Berkerumun Sepanjang Jalan, Warga Melambaikan Tangan hingga Hormat Saat Mobil Jenazah BJ Habibie Melintas

Anies menyampaikan, Habibie mengkhawatirkan dirinya saat itu. Anies merasa, Habibie mengkhatirkannya seperti seorang ayah mengkhawatirkan anaknya.

"Dia mengatakan itu sebagai ayah. 'Saya ini ayahmu, kamu anak saya, hati-hati.' Jadi beliau mengkhawatirkan sekali nanti terjadi sesuatu," kata Anies.

Menurut Anies, dia bukan satu-satunya orang yang pernah dipanggil Habibie. Banyak orang lain yang juga pernah dipanggil suami Hasri Ainun Besari itu.

Baca juga: 5 Kalimat Inspiratif BJ Habibie

"Dia itu peduli, beliau itu tidak diam, tapi tidak muncul di publik," ucapnya.

Habibie meninggal dunia pada Rabu (11/9/2019), pukul 18.05 WIB.

Menurut putra Habibie, Thareq Kemal Habibie, sang ayah meninggal dunia karena sudah berusia tua sehingga sejumlah organ dalam tubuhnya mengalami degenerasi. Salah satunya adalah jantung.

Baca juga: Jokowi Ajak Seluruh Masyarakat Indonesia Doakan Almarhum BJ Habibie

Habibie telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto sejak 1 September 2019.

Selama masa perawatan, Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.

Habibie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, disamping makam sang istri, pada siang ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Megapolitan
Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Megapolitan
Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Megapolitan
Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Megapolitan
Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Megapolitan
Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Megapolitan
33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

Megapolitan
Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Megapolitan
Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Megapolitan
Seberangi Kali Pesanggrahan, Seorang Pria Terpeleset dan Hanyut

Seberangi Kali Pesanggrahan, Seorang Pria Terpeleset dan Hanyut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X