Ada Dua ASN Ingin Maju Pilkada Tangsel 2020, Ini Komentar Airin

Kompas.com - 17/09/2019, 12:54 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, selepas mendampingi Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo menghadiri acara HUT ke-9 Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di Pesantren Bahrul Ulum, Jalan Pesantren, Parigi Baru, Pondok Aren, Tangsel, Selasa (17/9/2019). KOMPAS.com/MUHAMAD ISA BUSTOMIWali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, selepas mendampingi Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo menghadiri acara HUT ke-9 Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di Pesantren Bahrul Ulum, Jalan Pesantren, Parigi Baru, Pondok Aren, Tangsel, Selasa (17/9/2019).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany meminta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak terlalu sibuk dalam Pilkada 2020.

Mereka harus fokus dalam tugas pokok dan fungsi masing-masing.

"Fokus bekerjalah sesuai dengan tupoksinya. Dalam apel kan itu ada pembacaan Pancasila, pembacaan UUD 1945, pembacaan tentang korpri, dan tentang komitmen ASN," kata Airin di Jalan Pesantren, Parigi Baru, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (17/9/2019).

"Itu jangan cuma dibaca tapi dipelajari, memaknai, pahami dan laksanakan," tambah dia


Sampai saat ini setidaknya ada dua ASN Pemkot Tangerang Selatan yang mendaftarkan diri sebagai calon wali kota Tangerang Selatan.

Mereka, yakni Sekda Tangerang Selatan Muhamad dan Lurah Cipayung Tomi Patria. Keduanya mendaftarkan diri melalui PDI-P.

Sementara Airin tidak bisa lagi maju dalam Pilkada 2020 karena sudah menjabat dua periode.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemilik Mobil B 1 RI Bergelar Doktor Mengaku Beli Undangan Pelantikan Presiden agar Dinilai Terpandang

Pemilik Mobil B 1 RI Bergelar Doktor Mengaku Beli Undangan Pelantikan Presiden agar Dinilai Terpandang

Megapolitan
Bom Katapel, Monyet, dan Abdul Basith pada Upaya Penggagalan Pelantikan Presiden

Bom Katapel, Monyet, dan Abdul Basith pada Upaya Penggagalan Pelantikan Presiden

Megapolitan
Fraksi Gerindra DKI Pastikan Sandiaga Tak Akan Jadi Wagub DKI Lagi

Fraksi Gerindra DKI Pastikan Sandiaga Tak Akan Jadi Wagub DKI Lagi

Megapolitan
[POPULER MEGAPOLITAN]: Tak Punya Anggaran untuk Ganti Foto Presiden dan Wakil Presiden I Beli Undangan Pelantikan Presiden agar Dinilai Terpandang

[POPULER MEGAPOLITAN]: Tak Punya Anggaran untuk Ganti Foto Presiden dan Wakil Presiden I Beli Undangan Pelantikan Presiden agar Dinilai Terpandang

Megapolitan
Saat Puluhan Slankers Terlunta Usai Nonton Konser Pelantikan Jokowi

Saat Puluhan Slankers Terlunta Usai Nonton Konser Pelantikan Jokowi

Megapolitan
Duduk Soal Klaim Penggelapan Dana Koperasi Pegawai Pos Indonesia Cabang Bekasi

Duduk Soal Klaim Penggelapan Dana Koperasi Pegawai Pos Indonesia Cabang Bekasi

Megapolitan
BMKG: Suhu di Jakarta Hari Ini Dipredikisi Capai 35 Derajat Celcius

BMKG: Suhu di Jakarta Hari Ini Dipredikisi Capai 35 Derajat Celcius

Megapolitan
Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk, DKI Ingatkan Kabel Udara Harus Ditertibkan

Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk, DKI Ingatkan Kabel Udara Harus Ditertibkan

Megapolitan
F-Gerindra Minta Ketua DPRD DKI Dorong Digelarnya Rapimgab Pemilihan Wagub

F-Gerindra Minta Ketua DPRD DKI Dorong Digelarnya Rapimgab Pemilihan Wagub

Megapolitan
IRT Jadi Penyandang Dana Kelompok Peluru Katapel untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

IRT Jadi Penyandang Dana Kelompok Peluru Katapel untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Megapolitan
Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Megapolitan
NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Megapolitan
52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X