Kata Camat tentang Memutus Mata Rantai Pungli di Cengkareng...

Kompas.com - 18/09/2019, 09:14 WIB
Pak ogah gadungan yang sering melakukan pungutan liar di perempatan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat diamankan petugas polisi pada Senin (16/9/2019) siang KOMPAS.com/BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARPak ogah gadungan yang sering melakukan pungutan liar di perempatan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat diamankan petugas polisi pada Senin (16/9/2019) siang

JAKARTA, KOMPAS.com - Wilayah Cengkareng kembali tenar belakangan ini karena maraknya aksi pungutan liar (pungli). Kasus pungli paling baru terjadi di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng atau keluar Tol Cengkareng pada Senin (16/9/2019).

Menanggapi ini, Camat Cengkareng M. Fakih menilai perlu ada upaya untuk menghentikannya.

Tanggung jawab pemerintah

Walau sering kali meresahkan warga dengan aksinya dipinggi jalan, Fakih mengatakan bila mereka tetap tanggung jawa pemerintah untuk dibina.

"Sebenarnya cuma mereka ini umumnya seperti anak-anak punk gitu, mereka orang-orang yang enggak ngerti kadang-kadang orang tuanya kan enggak perhatiin juga. Tetapi ini menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah juga menghadapi orang-orang seperti itu sebenarnya kan gitu," jelas Fakih saat dikonfirmasi, Rabu (18/9/2019).

Pembinaan di Dinas Sosial

Bila para pelaku pungli meresahkan warga, mereka akan dibina melalui Suku Dinas Sosial Jakarta Barat. Namun apabila mereka melakukan tindak pidana dengan memeras beserta ancaman bisa dimasukkan ke penjara.

"Lain halnya kalau misalnya memang sebatas menganggu ketenangan masyarakat masuk ke dalam pembinaan masyarakat kan gitu masuk ranah itu. Kita sering kali melakukan kalau mereka ketangkap kita bawa ke panti dinsos untuk lakukan pembinaan," tambah Fakih.

Baca juga: Kronologi Penangkapan 7 Pak Ogah Pelaku Pungli di Cengkareng

Setelah dibawa dan menjalani pembinaan, para pelaku pungli harus diawasi. Jangan sampai kembali ke jalanan setelah melewati pembinaan.

"Artinya kalau ada pembinaan mereka diberikan keahlian apa sehingga ketika mereka selesai dididik mereka punya keahlian. Entah ngelas kalau yang laki-laki kan gitu punya program jadi jangan hanya tangkap lepas tangkap lepas nggak selesai-selesai," tambah Fakih.

Putus mata rantai

Guna memberantas para pelaku pungli hingga ke akar, Fakih mengajak seluruh elemen pemerintah kota agar memutus mata rantai dengan berani.

Dengan begitu, terobosan-terobosan melalui pembinaan bagi pelaku pungli dapat berjalan dengan baik.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Buru 4 Penjambret HP di Kawasan Kota Tua yang Masih Buron

Polisi Buru 4 Penjambret HP di Kawasan Kota Tua yang Masih Buron

Megapolitan
Dana Bantuan Parpol Naik, Fraksi Nasdem Dituntut Lebih Eksis di DPRD DKI

Dana Bantuan Parpol Naik, Fraksi Nasdem Dituntut Lebih Eksis di DPRD DKI

Megapolitan
Bikin Rute LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Anies Belum Minta Persetujuan Menhub

Bikin Rute LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Anies Belum Minta Persetujuan Menhub

Megapolitan
Puskesmas dan RSUD Menyerah, Damkar Kembangan Turun Tangan Lepaskan Cincin di Jari Nunung

Puskesmas dan RSUD Menyerah, Damkar Kembangan Turun Tangan Lepaskan Cincin di Jari Nunung

Megapolitan
Penjambret HP di Kota Tua Tenggak Miras dan Pakai Sabu Sebelum Beraksi

Penjambret HP di Kota Tua Tenggak Miras dan Pakai Sabu Sebelum Beraksi

Megapolitan
Kata Partygoers soal Penolakan Sekelompok Massa Terhadap DWP di Jakarta

Kata Partygoers soal Penolakan Sekelompok Massa Terhadap DWP di Jakarta

Megapolitan
Berkunjung ke Kebun Belimbing yang Masih Tersisa di Kota Belimbing Depok...

Berkunjung ke Kebun Belimbing yang Masih Tersisa di Kota Belimbing Depok...

Megapolitan
Rusunami DP 0 Rupiah Sepi, Anggota DPRD DKI Minta BI Checking Dipermudah

Rusunami DP 0 Rupiah Sepi, Anggota DPRD DKI Minta BI Checking Dipermudah

Megapolitan
Penjambret HP di Kota Tua Tertangkap, Salah Satunya Masih di Bawah Umur

Penjambret HP di Kota Tua Tertangkap, Salah Satunya Masih di Bawah Umur

Megapolitan
Ular Kobra Berkeliaran di Lingkungan Rumah, Warga Duren Sawit Resah

Ular Kobra Berkeliaran di Lingkungan Rumah, Warga Duren Sawit Resah

Megapolitan
PDI-P Dapat Dana Bantuan Parpol Rp 6,68 Miliar dari Pemprov DKI, Akan Dipakai untuk Apa?

PDI-P Dapat Dana Bantuan Parpol Rp 6,68 Miliar dari Pemprov DKI, Akan Dipakai untuk Apa?

Megapolitan
Garuda Indonesia Akui Insiden Pesawat Berhadapan Karena Kesalahan Pilot

Garuda Indonesia Akui Insiden Pesawat Berhadapan Karena Kesalahan Pilot

Megapolitan
Insiden Dua Pesawat Garuda Nyaris Tabrakan, Pilot Diduga Kerja Overtime

Insiden Dua Pesawat Garuda Nyaris Tabrakan, Pilot Diduga Kerja Overtime

Megapolitan
Anggota DPR Minta Penangguhan Penahanan untuk Lutfi Alfian agar Tidak Gaduh

Anggota DPR Minta Penangguhan Penahanan untuk Lutfi Alfian agar Tidak Gaduh

Megapolitan
Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Dibuka untuk Pengunjung, Pengelola Diminta Antisipasi Tumpukan Antrean

Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Dibuka untuk Pengunjung, Pengelola Diminta Antisipasi Tumpukan Antrean

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X