Nenek yang Gendong Jenazah Cucunya di Cilincing Bingung Bayar Pemakaman

Kompas.com - 18/09/2019, 18:23 WIB
Dian Islamiyati (36) nenek yang gendong jenazah cucunya di Cilincing mengunjungi makam sang cucu, Rabu (18/9/2019). Sebelumnya Dian viral karena diketahui menggendong jenazah cucunya dari Puskesmas Kecamatan Cilincing. Anak Dian yang berinisial IAS (16) menjalani proses persalinan di Puskesmas Kecamatan Cilincing pada Selasa (17/9/2019) siang. Namun, bayi itu meninggal dalam kandungan IAS yang berusia 28 minggu. KOMPAS.com/JIMMY RAMADHAN AZHARIDian Islamiyati (36) nenek yang gendong jenazah cucunya di Cilincing mengunjungi makam sang cucu, Rabu (18/9/2019). Sebelumnya Dian viral karena diketahui menggendong jenazah cucunya dari Puskesmas Kecamatan Cilincing. Anak Dian yang berinisial IAS (16) menjalani proses persalinan di Puskesmas Kecamatan Cilincing pada Selasa (17/9/2019) siang. Namun, bayi itu meninggal dalam kandungan IAS yang berusia 28 minggu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dian Islamiyati (36), nenek yang gendong jenazah cucunya di Jalan Akses Marunda, Cilincing, Jakarta Utara mengaku bingung membayar biaya proses pemakaman jenazah cucunya tersebut.

Saat menguburkan cucu laki-lakinya, Dian sama sekali tidak memegang uang sepeserpun.

"Saya belum bisa bayar sampai sekarang, belum bayar uang pemakaman sama untuk memandikan jenazah cucu," kata Dian si kediamannya di Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (18/9/2019).

Baca juga: Cerita Aiptu Wayan Beri Tumpangan Mobil pada Nenek yang Gendong Jenazah Cucu

Dian mengaku, sampai meninggalkan anaknya yang masih dirawat di Puskesmas Kecamatan Cilincing untuk mencari uang pinjaman.

Saat ini dirinya maupun suami sudah tidak lagi bekerja.

Suami Dian telah pensiun dari pekerjaan sebelumnya sebagai pelaut. Sementara Dian baru mengundurkan diri dari salah satu restoran karena mengurus kehamilan anaknya yang masih berusia 16 tahun.

Baca juga: Kepala Puskemas: Nenek yang Jalan Kaki Bawa Jasad Bayi Tak Pakai Mobil Jenazah karena Buru-buru

Beruntung pihak Puskesmas menggratiskan biaya perawatan dan persalinan anaknya.

Dian hanya membayar uang pemeriksaan laboratorium sebesar Rp 50.000.

"Karena saya belum megang BPJS, otomatis saya harus bayar," ujar Dian.

Saat hendak menguburkan cucunya tersebut, Dian kembali merasa tertolong karena mendapat uang santunan dari polisi.

Uang sebesar Rp 200.000 itu ia pergunakan untuk membeli tujuh papan kayu yang digunakan saat pemakaman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siapa yang Panjat dan Pasang Spanduk di Patung Dirgantara dan Bundaran HI?

Siapa yang Panjat dan Pasang Spanduk di Patung Dirgantara dan Bundaran HI?

Megapolitan
Memelas Saat Ditilang Polisi, Pengendara Pakai Alasan Ngidam hingga Helm Dikencingi Kucing

Memelas Saat Ditilang Polisi, Pengendara Pakai Alasan Ngidam hingga Helm Dikencingi Kucing

Megapolitan
Orangtua yang Antarkan Anaknya Rehabilitasi Narkoba Tak Akan Dipidana

Orangtua yang Antarkan Anaknya Rehabilitasi Narkoba Tak Akan Dipidana

Megapolitan
Penguna Narkoba Sangat Dianjurkan untuk Jalani Rehabilitasi

Penguna Narkoba Sangat Dianjurkan untuk Jalani Rehabilitasi

Megapolitan
Suhu Panas di Jakarta, Permintaan Servis AC Meningkat

Suhu Panas di Jakarta, Permintaan Servis AC Meningkat

Megapolitan
Empat Orang Panjat Patung Bundaran HI untuk Pasang Spanduk, Abaikan Satpol PP yang Suruh Turun

Empat Orang Panjat Patung Bundaran HI untuk Pasang Spanduk, Abaikan Satpol PP yang Suruh Turun

Megapolitan
Anies Perintahkan Anak Buah Sisir Ulang Rancangan APBD 2020

Anies Perintahkan Anak Buah Sisir Ulang Rancangan APBD 2020

Megapolitan
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Lebih Baik Dibanding Depok dan Bekasi

Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Lebih Baik Dibanding Depok dan Bekasi

Megapolitan
Kebakaran Sore Itu di Bidara Cina, Ratusan Orang Kehilangan Rumah, Kini Bertahan di Halaman Sekolah

Kebakaran Sore Itu di Bidara Cina, Ratusan Orang Kehilangan Rumah, Kini Bertahan di Halaman Sekolah

Megapolitan
Petugas Damkar Selamatkan Dua Kucing yang Terjebak di Dalam Pipa

Petugas Damkar Selamatkan Dua Kucing yang Terjebak di Dalam Pipa

Megapolitan
Lagi, Kecelakaan Truk Terjadi di Bekasi

Lagi, Kecelakaan Truk Terjadi di Bekasi

Megapolitan
Polisi Duga Ada Koordinator di Balik Pemalak Sopir Truk

Polisi Duga Ada Koordinator di Balik Pemalak Sopir Truk

Megapolitan
Saat Suhu Panas Rawan Kebakaran, Damkar DKI Batasi Cuti Personel

Saat Suhu Panas Rawan Kebakaran, Damkar DKI Batasi Cuti Personel

Megapolitan
4 Truk Terlibat Kecelakaan di Bekasi, Kemarin

4 Truk Terlibat Kecelakaan di Bekasi, Kemarin

Megapolitan
Melunaknya Fraksi Nasdem DPRD DKI: Dulu Tukang Kritik, Kini Terus Dukung Kebijakan Anies

Melunaknya Fraksi Nasdem DPRD DKI: Dulu Tukang Kritik, Kini Terus Dukung Kebijakan Anies

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X