Di Belanda, Wakil Wali Kota Bogor Bahas Studi Kelayakan Trem

Kompas.com - 23/09/2019, 21:49 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim. KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim.

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan rencana kerja sama pemanfaatan trem (kereta dalam kota) dengan pemerintah Belanda.

Baru-baru ini, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim bertolak ke Negeri Kincir itu untuk membahas studi kelayakan moda transportasi trem yang rencananya akan diterapkan di Kota Hujan.

"Mereka menawarkan teknologi dan unit trem yang masih memiliki 15 tahun masa operasi. Trem tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk moda transportasi massal alternatif berbasis rel dan bertenaga listrik di Kota Bogor," ucap Dedie, Senin (23/9/2019).

Dari hasil kunjungannya itu, sambung Dedie, Pemerintah Provinsi Utrecht, Belanda, menawarkan kerja sama pemanfaatan 24 unit trem.

Baca juga: Demi Trem, Pemkot Bogor Gandeng Konsultan asal Perancis

Kata Dedie, lewat kerja sama ini pula diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan transportasi dan tingginya tingkat polusi perkotaan di Indonesia, salah satunya di Kota Bogor.

"Penataan transportasi sangat dibutuhkan dalam mengantisipasi perkembangan kota lima sampai sepuluh tahun ke depan," kata mantan Direktur Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

Dedie menjelaskan, trem adalah moda transportasi yang pernah ada di beberapa kota besar di Indonesia sejak zaman kolonial.

Ke depan, lanjut dia, dengan kondisi pergerakan penumpang yang besar seperti di Kota Bogor, trem bisa menjadi alternatif untuk menghadapi terkoneksinya LRT dari Jakarta ke Bogor.

"Upaya dan langkah selanjutnya adalah melakukan koordinasi teknis lintas instansi (interdep) dan memfinalisasi kajian-kajian yang saat ini tengah dikerjakan," ucapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

P2TP2A Tangsel Koordinasi Dengan Dinas Pendidikan agar Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Bisa Sekolah Lagi

P2TP2A Tangsel Koordinasi Dengan Dinas Pendidikan agar Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Bisa Sekolah Lagi

Megapolitan
Salah Satu Pembunuh Pria di Cengkareng Positif Narkoba

Salah Satu Pembunuh Pria di Cengkareng Positif Narkoba

Megapolitan
Bank DKI: Tidak Benar Uang Kami Dicuri Oknum Satpol PP

Bank DKI: Tidak Benar Uang Kami Dicuri Oknum Satpol PP

Megapolitan
Diduga Bocorkan Informasi, Pria di Cengkareng Dibunuh Komplotan Pemuda

Diduga Bocorkan Informasi, Pria di Cengkareng Dibunuh Komplotan Pemuda

Megapolitan
Setelah Enam Jam, Kebakaran di SMK Yadika 6 Pondok Gede Padam

Setelah Enam Jam, Kebakaran di SMK Yadika 6 Pondok Gede Padam

Megapolitan
Diduga Bobol ATM, Sejumlah Oknum Satpol PP DKI Dinonaktifkan

Diduga Bobol ATM, Sejumlah Oknum Satpol PP DKI Dinonaktifkan

Megapolitan
Pemkot Jakut Sebut Penggusuran Kawasan Sunter untuk Perbaikan Saluran Air

Pemkot Jakut Sebut Penggusuran Kawasan Sunter untuk Perbaikan Saluran Air

Megapolitan
Lagi, Sukmawati Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penistaan Agama

Lagi, Sukmawati Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penistaan Agama

Megapolitan
Senja Kala Bentor di Kompleks Elite Taman Aries...

Senja Kala Bentor di Kompleks Elite Taman Aries...

Megapolitan
Dishub Kota Tangerang Belum Diajak Diskusi soal ERP

Dishub Kota Tangerang Belum Diajak Diskusi soal ERP

Megapolitan
Penggusuran di Sunter, Politisi PDI-P Nilai Anies Tak Konsisten Janji

Penggusuran di Sunter, Politisi PDI-P Nilai Anies Tak Konsisten Janji

Megapolitan
Rawan Longsor, Tebing Jalan DI Panjaitan Kerap Celakai Pengguna Jalan

Rawan Longsor, Tebing Jalan DI Panjaitan Kerap Celakai Pengguna Jalan

Megapolitan
M Taufik: Dibobol Anggota Satpol PP, Sistem Bank DKI Keliru

M Taufik: Dibobol Anggota Satpol PP, Sistem Bank DKI Keliru

Megapolitan
Kasatpol PP DKI Pertanyakan Sistem Salah Satu Bank yang Dibobol Anak Buahnya

Kasatpol PP DKI Pertanyakan Sistem Salah Satu Bank yang Dibobol Anak Buahnya

Megapolitan
Kantor Kemalingan, Katadata Minta Tanggung Jawab Pengelola Kantor

Kantor Kemalingan, Katadata Minta Tanggung Jawab Pengelola Kantor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X