Steril dari Massa Pendemo, Warga Pejompongan Mulai Bersih-bersih Rumah

Kompas.com - 30/09/2019, 22:16 WIB
Warga Pejompongan, Jakarta Pusat tengah bersih-bersih rumah, Senin (30/9/2019). Pejompongan menjadi wilayah bentrokan antara pendemo dengan aparat kepolisian yang mengamankan Kompleks Parlemen, Senayan. KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAWarga Pejompongan, Jakarta Pusat tengah bersih-bersih rumah, Senin (30/9/2019). Pejompongan menjadi wilayah bentrokan antara pendemo dengan aparat kepolisian yang mengamankan Kompleks Parlemen, Senayan.
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa pendemo yang terlibat bentrok dengan polisi di kawasan Pejompongan Raya tampak berlari ke arah perempatan Karet, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019).

Pantauan Kompas.com pukul 21.00 WIB, massa lari setelah dipukul mundur aparat menggunakan gas air mata.

Aparat polisi pun ikut mengejar massa pendemo yang lari ke arah Karet.


Memasuki pukul 21.31 WIB, Jalan Pejompongan Raya tampak steril. Tidak ada lagi massa di kawasan itu.

Hanya tersisa beberapa aparat kepolisian yang berjaga si kawasan itu.

Baca juga: Pukul 20.15, Massa Dipukul Mundur hingga Plaza Senayan

Selain itu, warga yang tinggal di kawasan pinggir jalan Pejompongan pun mulai membersihkan rumahnya.

Ada warga yang mulai menyapu rumahnya, menyiram halaman depan rumahnya, ada pula yang mengecek rumah yang rusak-rusak.

Sementara di Jalan Raya Pejompongan itu tampak sampah bertebaran di sepanjang jalan, baik itu sampah botol, selongsong gas air mata, dan bebatuan.

Beberapa fasilitas publik tampak rusak, antara lain lampu lintas di perempatan Pejompongan, separator jalan, bahkan bekas kabel listrik terbakar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

Megapolitan
Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

Megapolitan
Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

Megapolitan
Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

Megapolitan
Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

Megapolitan
Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

Megapolitan
Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

Megapolitan
Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

Megapolitan
Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Megapolitan
Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

Megapolitan
Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

Megapolitan
Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

Megapolitan
Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

Megapolitan
Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

Megapolitan
Alasan Masih Muda, Lutfi Alfian Ajukan Penangguhan Penahanan

Alasan Masih Muda, Lutfi Alfian Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X