Lelah Rosminah Tangisi Si Bungsu, Akbar Alamsyah yang Meninggal Tak Wajar

Kompas.com - 12/10/2019, 13:00 WIB
Ibunda Akbar Alamsyah, Rosminah, menangis histeris saat menghadiri pemakaman anaknya di makam tanah wakaf Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019). Akbar merupakan peserta unjuk rasa di yang berakhir ricuh di DPR pada 25 September lalu. Akbar Alamsyah meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Kamis (10/10/2019) kemarin sekitar pukul 17.00 karena mengalami retak pada tempurung kepala. KOMPAS.com/WALDA MARISONIbunda Akbar Alamsyah, Rosminah, menangis histeris saat menghadiri pemakaman anaknya di makam tanah wakaf Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019). Akbar merupakan peserta unjuk rasa di yang berakhir ricuh di DPR pada 25 September lalu. Akbar Alamsyah meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Kamis (10/10/2019) kemarin sekitar pukul 17.00 karena mengalami retak pada tempurung kepala.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rosminah hanya terdiam di atas tumpukan tanah di makam tanah wakaf, Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2019).

Berdiri pun rasanya tidak kuat, dia hanya bisa duduk di samping sebuah makam yang masih terlihat baru. Sesekali dia menyenderkan keningnya ke tangan sendiri, layaknya orang yang kelelahan karena bersedih.

Wajar saja dia bersedih. Di hadapannya, sang anak bungsu tercinta, Akbar Alamsyah tengah dimasukan ke dalam liang kubur.

Akbar meninggal di usia 19 tahun setelah terlibat dalam aksi demonstrasi tanggal 25 September lalu. Dia dinyatakan meninggal saat dirawat di RSPAD Gatot Soebroto pada Rabu (10/10/2019)

Sambil duduk, mulutnya tak berhenti mengucapkan doa, sama seperti peziarah lainya. Berharap doa-doa itu bisa menghantarkan Akbar kepada sang pencipta.

Baca juga: Menangis Histeris di Pemakaman, Ibunda Akbar Alamsyah: Anak Saya Disiksa...

Beberapa kerabat yang ada di sekeliling Rosminah pun mencoba merangkulnya untuk memberikan kekuatan. Namun, hal itu belum cukup membendung duka di hatinya.

Dia tetap saja tertunduk lesu, lemas, ingin menangis namun seperti tidak mampu lagi karena sudah lelah menguras air mata.

Rosminah dan yang lainnya sempat menaburkan bunga di atas makam anaknya itu. Mawar merah dan melatih ditaburkan dengan rata ke seluruh makam menggunakan tangan kanannya yang gemetaran.

Belum puas dengan tabur bunga, Rosminah bahkan duduk kembali di samping makam sambil mengelus-ngelus tanah yang menumpuk jasad anaknya itu.

Baca juga: Pernyataan Polisi soal Akbar Alamsyah Kerap Berubah, Ini 3 Buktinya...

Mulut mengucapkan beberapa kalimat, seperti masih ingin berbicara dengan anaknya sebelum pergi meninggalkan makam. Namun, tidak jelas apa yang dia ucapkan karena setiap katanya diselingi dengan tangis.

Siapa pun yang hadir di makam itu, merasakan kepedihan luar biasa dari seorang ibu karena kepergian anaknya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggaran Cekak, Pemkot Bekasi Sulit Bebaskan Lahan untuk Underpass Bulak Kapal

Anggaran Cekak, Pemkot Bekasi Sulit Bebaskan Lahan untuk Underpass Bulak Kapal

Megapolitan
Kebakaran Landa Sebuah Gudang Plastik di Kalideres

Kebakaran Landa Sebuah Gudang Plastik di Kalideres

Megapolitan
Sunter Agung Tak Seperti Kampung Akuarium, Taufik: Pilihan Terbaik Warga Dipindahkan ke Rusun

Sunter Agung Tak Seperti Kampung Akuarium, Taufik: Pilihan Terbaik Warga Dipindahkan ke Rusun

Megapolitan
Walau Mendesak, Bekasi Belum Prioritaskan Pembangunan Damkar Sektor Pondok Gede

Walau Mendesak, Bekasi Belum Prioritaskan Pembangunan Damkar Sektor Pondok Gede

Megapolitan
Tebing di Jalan DI Panjaitan Rawan Longsor karena Tak Ada Saluran Air

Tebing di Jalan DI Panjaitan Rawan Longsor karena Tak Ada Saluran Air

Megapolitan
Kabur Berhari-hari, Preman yang Pukuli Pria di Ceger Ditangkap Polisi

Kabur Berhari-hari, Preman yang Pukuli Pria di Ceger Ditangkap Polisi

Megapolitan
Fakta Seputar Kematian Pilot Wings Air yang Diduga Bunuh Diri di Kamar Indekos

Fakta Seputar Kematian Pilot Wings Air yang Diduga Bunuh Diri di Kamar Indekos

Megapolitan
Nunung Minta Dihukum Ringan karena Harus Urus 13 Anak Angkat

Nunung Minta Dihukum Ringan karena Harus Urus 13 Anak Angkat

Megapolitan
3 Lokasi di Jakarta Barat Jadi Proyek Awal Atasi Penurunan Tanah

3 Lokasi di Jakarta Barat Jadi Proyek Awal Atasi Penurunan Tanah

Megapolitan
Transjakarta Puji Pengemudi yang Tak Mengalah terhadap Pemotor yang Lawan Arah

Transjakarta Puji Pengemudi yang Tak Mengalah terhadap Pemotor yang Lawan Arah

Megapolitan
Babak Baru Polemik Ormas Kelola Parkir Minimarket di Bekasi

Babak Baru Polemik Ormas Kelola Parkir Minimarket di Bekasi

Megapolitan
Polisi Masih Selidiki Dugaan Korupsi pada Penerbitan Surat Tugas Ormas Kelola Parkir di Bekasi

Polisi Masih Selidiki Dugaan Korupsi pada Penerbitan Surat Tugas Ormas Kelola Parkir di Bekasi

Megapolitan
Rekan Ditabrak Petugas Sekuriti Saat Berdagang, Pedagang Bakso Gelar Aksi Teatrikal

Rekan Ditabrak Petugas Sekuriti Saat Berdagang, Pedagang Bakso Gelar Aksi Teatrikal

Megapolitan
Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Motor yang Beraksi di Wilayah Tangsel

Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Motor yang Beraksi di Wilayah Tangsel

Megapolitan
Kapolsek Kalideres Sebut Tidak Ada Indikasi Pilot Wings Air Dibunuh

Kapolsek Kalideres Sebut Tidak Ada Indikasi Pilot Wings Air Dibunuh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X