Survei Median: 24 Persen Warga Jakarta Enggan Bekasi Bergabung

Kompas.com - 18/10/2019, 18:43 WIB
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Selasa (23/10/2018). KOMPAS.com/ DEAN PAHREVITempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Selasa (23/10/2018).

BEKASI, KOMPAS.com - Lembaga survei Median merilis hasil survei soal persepsi penduduk Kota Bekasi dan Jakarta terkait rencana penggabungan kedua kota itu. Hasilnya, 24 persen warga Jakarta tak setuju atas wacana tersebut.

Dalam dokumen hasil survei Median yang diterima Kompas.com, Jumat (18/10/2019), sebanyak 500 warga Jakarta yang jadi responden mengemukakan sejumlah alasan di balik keengganan itu.

Alasan paling umum yakni Jakarta dirasa sudah terlalu padat. Sisanya merasa beban Pemprov DKI Jakarta akan kian berat, sebab jumlah penduduk akan menggemuk dan pekerjaan rumah Gubernur DKI juga bertambah panjang.

Baca juga: Hasil Survei, Lebih Banyak Warga DKI yang Setuju Bekasi Gabung Jakarta

Warga Jakarta juga ditanyakan persetujuannya atas 10 kemungkinan yang mungkin terjadi jika Bekasi digabung ke Jakarta.

Hasilnya, mayoritas warga Jakarta setuju bahwa bergabungnya Bekasi akan menambah lapangan kerja, menggenjot perekonomian, mempermudah akses perumahan, dan memperbaiki angkutan umum.

Kebanyakan warga Jakarta juga sepakat bahwa akses Jakarta-Bekasi dan penanganan sampah akan membaik, serta mempermudah perizinan dan administrasi.

Namun, sebagian besar warga Jakarta tak setuju jika bergabungnya Bekasi akan memperbaiki penanggulangan banjir, menekan polusi udara, dan mengurangi kemacetan.

Survei itu dilakukan Median pada 21 September sampai 5 Oktober 2019. Lima ratus warga Kota Bekasi dan lima ratus warga DKI Jakarta jadi responden dengan metode penelitian multistage random sampling, dengan margin of error sebesar +/-4,3 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sebelumnya, isu penggabungan Bekasi ke Jakarta mengemuka medio Agustus lalu.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sempat mengutarakan ketidaksetujuannya atas wacana pembentukan wilayah Provinsi Bogor Raya yang direncanakan akan mencakup wilayah Bekasi. Ia secara terang-terangan menyebut lebih setuju dengan wacana penggabungan Bekasi menjadi wilayah Jakarta.

Menurut Rahmat Effendi, Bekasi lebih cocok dan logis bergabung ke DKI Jakarta karena berbagai pertimbangan. Ia juga yakin mayoritas warganya setuju jika bergabung dengan Jakarta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X