Tumpukan Sampah Kali Jambe di Satriajaya Bekasi Jadi Tempat Main Anak-anak

Kompas.com - 30/10/2019, 16:15 WIB
Warga berdiri di atas tumpukan sampah yang memenuhi aliran Kali Jambe di Desa Satriajaya, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (30/10/2019) siang. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANWarga berdiri di atas tumpukan sampah yang memenuhi aliran Kali Jambe di Desa Satriajaya, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (30/10/2019) siang.


BEKASI, KOMPAS.com - Tumpukan sampah yang memenuhi Kali Jambe di Desa Satriajaya, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi sudah tiga hari mengendap. Imbasnya, tumpukan sampah semakin padat.

Warga Desa Satriajaya, Mulyoto mengungkapkan, saking padatnya tumpukan sampah sepanjang 200 meter itu, anak-anak pun menyulapnya jadi arena bermain di kala petang.

"Anak-anak kalau sore pada nyeberang. Itu ada kursi di tengah (kali), mereka duduk-duduk di tengah," kata Mulyoto ketika ditemui Kompas.com, Rabu (30/10/2019) siang.

Sejumlah anak yang ditemui Kompas.com di sekitar Kali Jambe pun membenarkan hal itu. Mereka menyeberangi Kali Jambe lewat tumpukan sampah.

Baca juga: Sudah 3 Hari Menumpuk, Sampah di Kali Jambe Bekasi Belum Dibersihkan

Kali Jembe menjadi lautan sampah kiriman dari hulu usai turun hujan. Lokasi tumpukan sampah di RW 12, Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Warta Kota/Muhammad Azzam Kali Jembe menjadi lautan sampah kiriman dari hulu usai turun hujan. Lokasi tumpukan sampah di RW 12, Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Tak ada satu pun dari mereka yang terjeblos ke dalam air. Padahal, sampah-sampah yang menggenang di sana terdiri dari beberapa bahan yang ringan, seperti gabus dan plastik.

Kompas.com dan awak media lain sempat mencoba memijak tumpukan sampah di Kali Jambe. Hasilnya, meskipun terasa empuk, tetapi tumpukan sampah tersebut dapat dipijak.

Mulyoto menyebut, warga desa sebetulnya sudah tak asing dengan keberadaan sampah kiriman di aliran Kali Jambe ketika hujan datang. Malah, kadang-kadang ada benda tak masuk akal yang mengalir bersama sampah di Kali Jambe, seperti bangku, sofa, hingga kasur, kata dia.

Baca juga: Warga Sebut Tumpukan Sampah di Kali Jambe Bekasi Kiriman dari Hulu

Akan tetapi, baru kali ini sampah kiriman itu menumpuk dan mengendap begini parah.

"Baru kali ini, karena kan kemungkinan hujan engggak lama. Kalau hujan lama, gede, dia (sampah) enggak berhenti di sini. Ngalir dia ke hilir. Nah ini mungkin karena di sana (hulu) hujan sudah berhenti, di sini enggak hujan, jadilah numpuk di sini," ia menjelaskan.

Sudah tiga hari sejak Minggu (27/10/2019), tumpukan sampah sepanjang 200 meter memenuhi aliran Kali Jambe di Desa Satriajaya, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Antara Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR Kabupaten Bekasi masih sibuk saling tunggu untuk mengerahkan pasukan guna mengangkut sampah --preseden yang selalu terjadi tiap kali ada masalah sampah di kali di Kabupaten Bekasi.

.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Megapolitan
Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Megapolitan
Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

Megapolitan
Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Megapolitan
Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Megapolitan
Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Megapolitan
Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Megapolitan
Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Megapolitan
Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Megapolitan
Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Megapolitan
Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Megapolitan
Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X