Pengusaha Sedot WC Sebut Konsumen Sering Minta Cek Septic Tank Dengan Menyulut Api

Kompas.com - 06/11/2019, 18:13 WIB
Pekerja menggali tanah yang sudah diberi titik untuk pembuatan septik tank di Gang Sekretaris I, Tanjung Duren Jakarta Barat, Rabu (9/10/2019). Ada sekitar 21 titik lubang galian yang dibuat di sepanjang gang. KOMPAS.com/M ZAENUDDINPekerja menggali tanah yang sudah diberi titik untuk pembuatan septik tank di Gang Sekretaris I, Tanjung Duren Jakarta Barat, Rabu (9/10/2019). Ada sekitar 21 titik lubang galian yang dibuat di sepanjang gang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ledakan septic tank di Jatinegara, Jakarta Timur bermula dari korban S yang menyulut api dengan koran. Ia memasukkan koran yang terbakar itu ke dalam septic tank

Hal itu dilakukan untuk memastikan tinja di septic tank sudah kosong.

Akibatnya, septic tank itu malah meledak dan menewaskan S.


Terkait hal itu, salah satu pengusaha jasa sedot WC Sarwono mengatakan, pihaknya memang kerap diminta konsumen untuk mengecek kembali septic tank yang telah disedot dengan cara menyulut api.

Sebab, kebanyakan konsumen selalu tidak percaya dengan penyedotan tinja yang dilakukan petugas sedot WC.

"Kadang kan konsumen tidak percaya bahwa di septic tank itu belum habis. Kadang kalau disenter saja kan kadang dibilang masih ada airnya. Kadang dia maunya kering benar-benar. Kalau kering kan dia maunya dibakar, itu kadang masih ada gas," kata Sarwono saat dihubungi Kompas.com, Rabu (6/11/2019).

Baca juga: Bukan Menyulut Api, Ini Cara Aman Cek Septic Tank yang Telah Disedot

Namun ketika kerap diminta menyulut api untuk mengecek septic tank, Sarwono mengaku pihaknya tidak pernah mau melakukannya.

Sebab, ia tahu betul hal itu berbahaya.

"Justru tidak boleh (menyulut api ke dalam septic tank). Makanya kadang kan kalau kita di tinja kan ngikutin konsumen. Nanti tidak diikutin nanti konsumen dibilangnya kita gimana-gimana gitu. Saya kalau disuruh untuk dibakar gitu saya tidak mau. Paling kalau mau disenter dan diukur aja," ujar Sarwono.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Salip Truk dari Kiri, Pengendara Motor Tewas Terlindas di Jalan Siliwangi Bekasi

Hendak Salip Truk dari Kiri, Pengendara Motor Tewas Terlindas di Jalan Siliwangi Bekasi

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Penggunaan Anggaran TGUPP Harus Disesuaikan dengan Jumlah Anggota

Ketua DPRD DKI: Penggunaan Anggaran TGUPP Harus Disesuaikan dengan Jumlah Anggota

Megapolitan
Natal dan Tahun Baru, Aktivitas Penerbangan Diprediksi Naik 1 Persen

Natal dan Tahun Baru, Aktivitas Penerbangan Diprediksi Naik 1 Persen

Megapolitan
Polisi Sebut Pelaku Persekusi Banser NU Bukan dari Kalangan Ormas

Polisi Sebut Pelaku Persekusi Banser NU Bukan dari Kalangan Ormas

Megapolitan
Polisi Duga Pelaku Persekusi Anggota Banser NU Kabur Pasca Viral

Polisi Duga Pelaku Persekusi Anggota Banser NU Kabur Pasca Viral

Megapolitan
Polisi Keluarkan Surat Penangkapan untuk Gathan Saleh

Polisi Keluarkan Surat Penangkapan untuk Gathan Saleh

Megapolitan
Begal Ojek Online dengan Celurit, Dua Pemuda di Cikarang Dibekuk Polisi

Begal Ojek Online dengan Celurit, Dua Pemuda di Cikarang Dibekuk Polisi

Megapolitan
Tempat Penemuan Koin Belanda di Bekasi Diusulkan Jadi Destinasi Wisata

Tempat Penemuan Koin Belanda di Bekasi Diusulkan Jadi Destinasi Wisata

Megapolitan
Interupsi di Rapat Paripurna, Fraksi PSI Sampaikan Sejumlah Catatan Terkait APBD DKI 2020

Interupsi di Rapat Paripurna, Fraksi PSI Sampaikan Sejumlah Catatan Terkait APBD DKI 2020

Megapolitan
Populasi Sarang Tawon di Jakarta Timur Meningkat, Diduga karena Musim Hujan

Populasi Sarang Tawon di Jakarta Timur Meningkat, Diduga karena Musim Hujan

Megapolitan
Anies Pertimbangkan Pangkas Anggota TGUPP

Anies Pertimbangkan Pangkas Anggota TGUPP

Megapolitan
Marco Kusumawijaya Mundur dari TGUPP, Anies: Pekerjaannya Sudah Tuntas

Marco Kusumawijaya Mundur dari TGUPP, Anies: Pekerjaannya Sudah Tuntas

Megapolitan
Terekam CCTV, Pencuri Bawa Kabur Motor Sport yang Parkir di Pinggir Jalan

Terekam CCTV, Pencuri Bawa Kabur Motor Sport yang Parkir di Pinggir Jalan

Megapolitan
Menengok Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek Bangunan, Hanya Tersisa Celah Seukuran Badan

Menengok Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek Bangunan, Hanya Tersisa Celah Seukuran Badan

Megapolitan
Rumahnya Dikepung Proyek Bangunan, Istri Ko Ayun Dipaksa Teken Dokumen

Rumahnya Dikepung Proyek Bangunan, Istri Ko Ayun Dipaksa Teken Dokumen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X