Kantor Penyelenggara Pernikahan Terbakar Saat Puluhan Pegawai Tidur

Kompas.com - 11/11/2019, 17:33 WIB
Ilustrasi api.
PIXABAY/Myriams-FotosIlustrasi api.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran rumah tempat usaha penyelenggara pernikahan di Jalan Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (11/11/2019) siang, terjadi saat mayoritas pegawainya tertidur lelap.

Satu dari 25 pekerja di dalam rumah, dilaporkan tewas terpanggang atas nama Seno (19).

"Api itu muncul sekitar jam 09.30 WIB. Seno pas kejadian lagi tidur, sudah coba dipanggil supaya bangun, tapi mungkin enggak dengar," kata rekan korban, Solihin (31), di Jakarta, seperti dikutip Antara.

Baca juga: Kantor Penyelenggara Pernikahan Terbakar, Seorang Pegawai Tewas


Saat kejadian, kata dia, seluruh pegawai sedang tertidur pulas karena pada malamnya mereka bekerja membongkar dekorasi pernikahan di salah satu kawasan di Jakarta.

Api yang diduga berasal dari korsleting listrik di lantai dua rumah di Jalan Pulomas 2C Nomor 1 RT07/RW12, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur itu merambat ke sejumlah material bangunan.

Api dengan cepat membesar sebab rumah tersebut banyak tersimpan material dekorasi pernikahan yang mudah terbakar seperti stirofoam, kayu, kembang plastik, dan sebagainya.

"Jam 04.00 WIB tadi kita baru pulang habis bongkar (dekorasi) habis Subuh lah, memang biasanya kalau habis bongkar pulang pagi," ujarnya.

Kebakaran baru bisa dipadamkan pada pukul 11.48 WIB, oleh 45 personel pemadam Jakarta Timur menggunakan sembilan unit mobil pompa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Megapolitan
Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Megapolitan
Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Megapolitan
Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Megapolitan
Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Megapolitan
DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

Megapolitan
Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Megapolitan
PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Megapolitan
Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Megapolitan
Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Megapolitan
Sidang Eksepsi Kasus 'Ikan Asin' Akan Digelar Tahun Depan

Sidang Eksepsi Kasus "Ikan Asin" Akan Digelar Tahun Depan

Megapolitan
Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X