Antisipasi Kampanye Hitam Pilkades, Polresta Tangerang Turunkan Personel Khusus

Kompas.com - 20/11/2019, 19:37 WIB
AKBP Ade Ary Syam Indradi saat diwawancara sejumlah wartawan di Jalan Nusa Indah, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, belum lama ini. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTAAKBP Ade Ary Syam Indradi saat diwawancara sejumlah wartawan di Jalan Nusa Indah, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, belum lama ini.

TANGERANG, KOMPAS.com - Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi akan menurunkan personel kepolisian khusus untuk mencegah terjadinya kampanye hitam di Pilkades Kabupaten Tangerang 1 Desember 2019.

Personel khusus yang ditugaskan, kata Ade, akan langsung menindak bila ditemukan kampanye hitam. Karena seyogyanya, menurut Ade, kampanye adalah ajang memperkenalkan diri bukan menjelek-jelekkan lawan.

"Kampanye itu mempromosikan diri, bukan menjelekkan apalagi memfitnah orang lain," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (20/11/2019).

Ade menambahkan, selain merupakan tindak pidana, kampanye hitam adalah pemicu terjadinya konflik.

Baca juga: Ancam Pemilih Pilkades dengan Golok, Pemuda Ini Diamankan Polisi

Menurut Ade, calon kades yang menjadi korban kampanye hitam, pasti tidak akan terima. Bila sudah begitu, kata Ade, besar kemungkinan pendukungnya akan melakukan perlawanan.

Oleh karena itu, Ade menekankan para calon kades dan pendukungnya tidak melakukan kampanye hitam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia juga berpesan, bila ada calon kades yang menjadi korban kampanye hitam, agar tidak mengerahkan massa, melainkan membuat laporan ke kepolisian.

"Saya mengimbau, jauhi fitnah, jauhi kampanye hitam, kampanye yang negatif. Manfaatkan masa kampanye untuk mengenalkan diri kepada pemilih," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Warga Gembor, Kota Tangerang, Jadi Korban Penipuan, Kerugian Capai Rp 60 Miliar

Puluhan Warga Gembor, Kota Tangerang, Jadi Korban Penipuan, Kerugian Capai Rp 60 Miliar

Megapolitan
Soal Pengamanan Sidang Offline Munarman, Polisi Tunggu Informasi Intelejen

Soal Pengamanan Sidang Offline Munarman, Polisi Tunggu Informasi Intelejen

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Wilayah Kemang Belum Selesai Dibongkar

Bangunan di Atas Saluran Air Wilayah Kemang Belum Selesai Dibongkar

Megapolitan
Polisi: Ada 14 Kecelakaan Bus Transjakarta dalam 2 Bulan, Paling Banyak akibat Kelalaian Sopir

Polisi: Ada 14 Kecelakaan Bus Transjakarta dalam 2 Bulan, Paling Banyak akibat Kelalaian Sopir

Megapolitan
Puslabfor Kantongi Arang dan Kabel Listrik dari Lokasi Kebakaran di Tambora

Puslabfor Kantongi Arang dan Kabel Listrik dari Lokasi Kebakaran di Tambora

Megapolitan
Sejak Maret 2020 hingga Kini, Bekasi Catat 4.577 Pemakaman dengan Protap Covid-19

Sejak Maret 2020 hingga Kini, Bekasi Catat 4.577 Pemakaman dengan Protap Covid-19

Megapolitan
Mobil Ketua DPP PSI Diduga Bolak-balik Lintasi Sumur Resapan di Bona Indah Sebelum Jebol

Mobil Ketua DPP PSI Diduga Bolak-balik Lintasi Sumur Resapan di Bona Indah Sebelum Jebol

Megapolitan
Polres Jaktim Ringkus Komplotan Pembobol Rumsong yang Beraksi Jelang Dini Hari

Polres Jaktim Ringkus Komplotan Pembobol Rumsong yang Beraksi Jelang Dini Hari

Megapolitan
Sumur Resapan di Lebak Bulus Jebol: Cor Masih Basah, Mobil Ketua PSI Jadi Korban

Sumur Resapan di Lebak Bulus Jebol: Cor Masih Basah, Mobil Ketua PSI Jadi Korban

Megapolitan
Diduga Mengantuk, Pengemudi Mobil Tabrak Tukang Bubur di Bekasi

Diduga Mengantuk, Pengemudi Mobil Tabrak Tukang Bubur di Bekasi

Megapolitan
Transjakarta Buke Rute Jakarta International Stadium-Harmoni, Ini Lintasannya

Transjakarta Buke Rute Jakarta International Stadium-Harmoni, Ini Lintasannya

Megapolitan
Berantas Mafia Tanah di Jaktim, Polisi: Pelaku Tidak Bekerja Sendirian

Berantas Mafia Tanah di Jaktim, Polisi: Pelaku Tidak Bekerja Sendirian

Megapolitan
Suara Sopir Bus Transjakarta: Kerja hingga Dini Hari, Kadang Hanya Tidur 2 Jam

Suara Sopir Bus Transjakarta: Kerja hingga Dini Hari, Kadang Hanya Tidur 2 Jam

Megapolitan
Tolak Komentar, Begini Sikap Dirut Transjakarta Ketika Ditanya Soal Video Direksi Tonton Tari Perut

Tolak Komentar, Begini Sikap Dirut Transjakarta Ketika Ditanya Soal Video Direksi Tonton Tari Perut

Megapolitan
Sudah Sepekan, Penyebab Kebakaran Gedung Cyber Belum Bisa Dipastikan

Sudah Sepekan, Penyebab Kebakaran Gedung Cyber Belum Bisa Dipastikan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.