PKL Senen Boleh Pindah ke Pasar Senen Blok III, Asal Beli Kios

Kompas.com - 25/11/2019, 10:12 WIB
Penampakan PKL Senen yang tolak dipindahkan ke Pasar Kenari, Jumat (22/11/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAPenampakan PKL Senen yang tolak dipindahkan ke Pasar Kenari, Jumat (22/11/2019).


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pasar Jaya Senen, Pane mengatakan, pihaknya memperbolehkan para PKL Senen yang saat ini menjajakan dagangannya di bahu jalan untuk pindah ke Pasar Senen Blok III.

Hal ini menanggapi permintaan PKL Senen untuk direlokasi ke Pasar Blok III daripada ke Pasar Kenari.

“Iya boleh pindah, ada beberapa kios memang yang kosong dan bisa ditempati,” ujar Pane saat dihubungi, Minggu (24/11/2019).

Pane mengatakan, jika para PKL mau dipindah ke Pasar Blok III, mereka harus menyiapkan dana untuk membeli kios tersebut.

Ia menyebutkan, rata-rata kios berukuran 2x2 meter persegi dijual seharga Rp 200 juta.

“Silakan saja siapkan dana kalau memang mau pindah ke Blok III karena banyak juga yang sudah investasi di Pasar Senen untuk beli tiga sampai empat kios,” kata Pane.

Menurut dia, PKL Senen sudah pernah ia tawarkan untuk direlokasi di Pasar Senen Blok III.

Namun, hingga kini belum terealisasi lantaran tidak adanya kesepakatan antara para PKL Senen untuk membeli kios yang ada di Pasar Senen Blok III.

Baca juga: PKL Senen: Kalau Kami Dipindah ke Pasar Kenari Sama Saja Membunuh Pedagang

Sebab, para PKL tidak memiliki dana untuk dagang di dalam kios. Sehingga mereka meminta untuk dagang di parkiran, bukan di dalam kios.

“Sudah dari dulu kalau gitu clear masalahnya kalau pedagang mau beli, tapi kan kenyataannya mereka maunya free, kalau tidak pakai parkiran. Tapi kan kita tidak bisa siapkan karena nanti pelanggan atau pembeli mau parkir di mana lagi kalau semua parkiran habis dipakai PKL,” kata Pane.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X