Pemkot Tangsel Akan Relokasi Pelajar SKh Assalam 01 yang Ujian di Tenda Pengungsian

Kompas.com - 02/12/2019, 16:34 WIB
Bangunan Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 di Jalan Cendana, Serpong, Tangerang Selatan, mengalami keretakan. Keretakan yang terjadi dibeberapa bagian depan, kelas dan toilet tersebut diduga akibat pergeseran tanah. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiBangunan Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 di Jalan Cendana, Serpong, Tangerang Selatan, mengalami keretakan. Keretakan yang terjadi dibeberapa bagian depan, kelas dan toilet tersebut diduga akibat pergeseran tanah.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan berupaya kembali merelokasi pelajar Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 yang saat ini terpaksa menjalani ujian di bawah tenda pengungsian.

"Nanti saya cek lagi ya. Memang ruangannya terbatas. Memang waktu itu ( relokasi) kalau tidak di situ (Assalam 02) di rumah singgah di kawasan Setu. Nanti saya coba cek lagi ya," kata Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat dihubungi Kompas.com, Senin (2/12/2019).

Menurut Benyamin, dalam waktu dekat Pemkot Tangsel akan mencarikan solusi bagi 84 pelajar Assalam 01 agar segera mendapatkan tempat proses belajar mengajar yang layak. Terlebih saat ini memasuki musim hujan.

"Iya saya cek dulu, kalau bisa jangan di tenda lah, gantian saja dengan sekolah terdekat di situ supaya anak anak enggak terlalu kesulitan menjalankan ujian," ucapnya.

Selain soal pelajar yang menjalani ujian di tenda, Pemkot Tangsel juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Banten yang menaungi sekolah khusus tersebut prihal renovasi bangunan.

Baca juga: Siswa Sekolah Khusus Assalam 01 Jalani Ujian di Tenda Pengungsian

"Begini. Sebetulnya itu kewenangan dinas pendidikan provinsi. Makannya kami tidak bisa pakai APBD. Kami sedang usahakan pakai CSR (corporate social responsibility) saat ini. Motornya dinas sosial dan dinas bangunan. Kami sudah kontak forum CSR mudah mudahan ya bisa di bantu," katanya.

Semenjak bangunan sekolahnya mengalami keretakan di beberapa titik kelas dan toilet, 84 pelajar Assalam 01 direlokasi ke Sekolah Khusus (SKh) Assalam 02 yang berlokasi jalan Ciater, Serpong, Tangerang Selatan.

Namun, karena keterbatasan ruang kelas sekolah tersebut, membuat para siswa-siswi Assalam 01 harus belajar dan ujian dibawah tenda pengungsi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Megapolitan
Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Megapolitan
KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Megapolitan
Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Megapolitan
Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Megapolitan
Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Megapolitan
Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Megapolitan
Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Megapolitan
Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Megapolitan
Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Megapolitan
Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Megapolitan
Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Megapolitan
PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Megapolitan
Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X